MASA KOLONIAL | PERKEMBANGAN KEHIDUPAN MASYARAKAT



PERKEMBANGAN KEHIDUPAN MASYARAKAT PADA MASA KOLONIAL 

1.      Kolonialisme dan imperialisme
a.       Pengertian kolonialisme
Kata koloni berasal dari bahasa Latin “Colonia”yang artinya tanah,tanah pemukiman atau jajahan.Menurut cacatan sejarah sistem koloni sudah muncul pada zaman Yunani kuno.Para petani Yunani yang laki-laki (Colonus) berpindah dari negaranya yang tandus ke wilayah lain yang lebih subur.Tujuan mereka mengolah tanah di daerah baru itu agar dapat meningkatkan kehidupannya menjadi lebih layak.Dari daerah yang baru itu mereka masih tetap berhubungan dengan daerah asal (mother land)dengan mempersembahkan upeti kepada negara induknya/asalnya.jadi Kolonialisme adalah penguasaan suatu negara atas negara lain dengan tujuan untuk memperluas negara itu.

a.1.  Bentuk –bentuk kolonialisme
1.      Koloni penduduk : tanah koloni dikuasai dan penduduk setempat dianggap liar lalu dimusnahkan atau tidak dilibatkan dalam pemerintahan
2.      Koloni kelebihan penduduk : tanah koloni dikuasai untuk mengatasi kepadatan penduduk dalam negerinya
3.      Koloni deportasi : tanah koloni digunakan sebagai tempat pembuangan para narapidana yang terkena hukuman penjara seumur hidup
4.      Koloni eksploitasi : tanah koloni dikuasai dan dikuras habis-habisan sumber kekayaan alamnya untuk kepentingan kolonisator
5.      Koloni sekunder : tanah koloni dikuasai walaupun tidak menguntungkan negara asal demi kepentingan strategis.
6.      Tiang koloni penunjang/koloni penunjang : yang dikuasai hanya meliputi kota-kota pelabuhan dan pulau-pulau kecil,yang sebenarnya sama dengan koloni sekunder.Fungsinya dijadikan sebagai pangkalan militer untuk membendung kekuatan negara saingan .Daerah ini juga dijadikan sebagai penghubung pangkalan-pangkalan militer yang satu dengan pangkalan yang lain atau daerah pedalaman yang kaya.
b.      Pengertian imperialisme
Kata Imperialisme berasal dari bahasa latin yaitu imperator/imperare yang artinya memerintah.Jadi imperialisme adalah suatu sistem penjajahan langsung dari suatu negara terhadap negara lain / penguasaan suatu negara atas negara lain dengan tujuan untuk memperoleh kekuasaan dan keuntungan
Persamaan antara imperialisme dan kolonialisme adalah sama-sama menjajah(sama seperti sebuah mata uang logam yang memiliki dua sisi yang berbeda) sedangkan perbedaannya terdapat pada :
@. Tujuannya,yaitu kalau kolonialisme pakai proses dulu baru menguasai sedangkan imperialisme langsung pada pratek penguasaan .
b.1. Bentuk-bentuk imperialisme/berdasarkan waktu munculnya
1. Imperialisme kuno :berlangsung sebelum terjadinya revolusi industri di Inggris,tujuannya mencapai Kejayaan (glory),memiliki kekayaan (gold) dan menyebarkan agama (gospel).negara pendukungnya Portugis dan Spanyol
2. Imperialisme Modern :  berlangsung setelah revolusi industri,tujuannya lebih dititikberatkan pada faktor ekonomi yaitu mencari bahan mentah untuk industri,mencari tempat pemasaran dan mendapatkan tenaga kerja yang murah untuk industri,negara pendukungnya Inggris,Belanda,Perancis dsb.

b.2. Berdasarkan tujuan penguasaannya
1. Imperialisme politik : upaya untuk menguasai seluruh kehidupan politik dari negara lain
2. Imperialisme ekonomi : suatu upaya untuk dapat menguasai perekonomian negara lain
3. Imperialisme kebudayaan : suatu upaya untuk menguasai mentalistas dan jiwa dari negara lain
4. Imperialisme militer : suatu upaya untuk mengusai daerah-daerah dari negara-negara lain yang dianggap strategis dengan menggunakan kekutatan bersenjata.
Persamaan antara imperialisme dan kolonialisme adalah sama-sama ingin menguasai atau menjajah.Perbedaanya  terletak pada tujuan,kalau kolonialisme melalui proses dulu baru menguasai/menjajah sedangkan imperialisme langsung pada praktek penjajahan/penguasaan.
Hubungan merkantilisme,revolusi industri dan kapitalisme dengan perkembangan kolonialisme barat di Indonesia.
Merkantilisme  merupakan suatu kebijakan politik dan ekonomi dari negara-negara imperialis  dengan tujuan menumpuk kekayaan berupa logam mulia sebanyak-banyaknya sebagai standar dan ukuran kekayaan yang dimiliki,kesejahteraan dan kekuasaan dari negara tersebut.Revolusi industri adalah perubahan cara kerja dari cara kerja yang menggunakan tenaga manusia diubah dengan menggunakan mesin,sedangkan kapitalisme adalah suatu bentuk dari kegiatan organisasi perekonomian dalam usaha penanaman modal atau kekayaan yang dipergunakan untuk menghasilkan modal yang lebih besar lagi dengan harapan mendapatkan keuntungan.Jadi hubungan antara merkantilisme,revolusi industri dan kapitalisme adalah ketiganya ingin mendapatkan keuntungan yang besar /kekayaan,sehingga mereka harus mencari di luar negara mereka yang mengakibatkan terjadinya kolonialisme barat di Indonesia.
L atar belakang masuknya bangsa Eropa ke Indonesia adalah  :
Ø  Jatuhnya kota Konstantinopel
Ø  Keinginan untuk menyebarkan agama nasrani
Ø  Keinginan untuk mendapatkan rempah-rempah
Ø  Kemajuan dibidang ilmu pengetahuan dasn teknologi/penemuaan kompas
Ø  Kisah perjalanan marcopolo ke dunia Timur
Ø  Adanya semangat Reconquesta /semangat untuk melakukan pembalasan terhadap kekuasaan Islam dimanapun mereka temui
Bangsa Eropa/Barat yang pernah datang di Indonesia adalah :
Ø  Bangsa Portugis tiba di Malaka pada tahun 1511 dibawah pimpinan alfonso d’Albuquerque dan tiba di Maluku pada tahun 1512
Ø  Bangsa Spanyol  tiba di Maluku tahun 1521 dipimpin oleh  Juan Sebastian del Cano
Ø  Bangsa Belanda tiba di Indonesia (Banten) tahun 1596 dibawah pimpinan Cornelis de Houtman
Ø  Bangsa Inggris masuk ke wilayah Indonesia pada tahun 1811
v  Kekuasaan Belanda di Indonesia dan kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Belanda selama berkuasa di Indonesia
            Bangsa Belanda tiba pertamakali di Indonesia pada tahun 1596 di Banten dibawah pimpinan Cornelis de Houtman,alasan yang menyebabkab Belanda ke Indonesia adalah :
1.      Belanda dilarang untuk berdagang rempah-rempah di Lisabon/Lisboa oleh spanyol sebab adanya permusuhan antara Belanda dan spanyol
2.      Belanda ingin secara langsung memperoleh  rempah-rempah dari Indonesia /sumbernya
Dengan alasan tersebut diatas maka Belanda berlayar ke Indonesia dan mendirikan serikat dagang yang bernama VOC pada tanggal 23 Maret 1602 dengan gubernur VOC pertama Pieter Both dan gubernur VOC kedua Jan Pieterzoon Coen.

Latar belakang/tujuan didirikannya VOC adalah :
·         Menghindari/mengurangi persaingan tidak sehat diantara sesama pedagang Belanda
·         Memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi saingannya dengan bangsa Asia maupun Eropa
·         Membantu dana pemerintah Belanda yang sedang berjuang menghadapi Spanyol
Agar dapat melaksanakan tugasnya dengan leluasa maka VOC diberikan hak-hak istimewa/ Octroi oleh pemerintah Belanda seperti :
Ø  Hak monopoli perdagangan
Ø  Hak melakukan perang dan mengadakan damai
Ø  Hak memiliki angkatan perang
Ø  Hak mencetak uang sendiri
Ø  Hak untuk mengadakan perjanjian
Untuk melaksanakan monopoli perdagangan maka aturan yang dibuat oleh VOC adalah sbb:
·         Verplichte Leverantie yaitu penyerahan wajib hasil bumi dengan harga yang ditentukan oleh VOC
·         Contingenten yaitu kewajiban bagi rakyat untuk membayar pajak berupa hasil bumi
·         Peraturan tentang ketentuan areal dan jumlah tanaman rempah-rempah yang boleh ditanam
·         Ekstirpasi yaitu hak VOC untuk menebang tanaman rempah-rempah agar tidak terjadi over produksi yang dapat menyebabkan harga rempah-rempah merosot
·         Pelayaran hongi yaitu pelayaran dengan menggunakan perahu kora-kora/Perahu perang untuk mengawasi pelaksanaan monopoli perdagangan VOC dan menindak pelanggarannya
Faktor-faktor yang menyebabkan VOC mengalami kemunduran dan akhirnya dibubarkan pada tanggal 31 Agustus 1799 adalah sbb:
·         Merosotnya perekonomian
·         Banyaknya korupsi yang dilakukan oleh pegawai-pegawai VOC
·         Biaya perang yang terlalu besar (di Indonesia dan di Eropa dalam menghadapi Perancis)
·         Hutang VOC yang sangat besar
·         Adanya persaingan dengan kongsi dagang lainnya
Setelah VOC dibubarkan maka kekuasaan atas Indonesia diambil alih oleh pemerintah kerajaan Belanda.Tetapi karena di Eropa Belanda mengalami kekalahan dengan Perancis dengan demikian maka Perancis beranggapan bahwa Belanda telah dikalahkan dengan demikian maka seluruh jajahan Belanda juga menjadi milik Perancis.Sedangkan Raja Wilem V yang lari untuk meminta perlindungan pada Inggris dengan janji bahwa Raja Wilem V akan memberikan Indonesia sebagai imbalannya.Oleh karena itu maka Napoleon Bonaparte segera mengirimkan H.W.Daenldels ke Indonesia,dengan tugas pokok yang diberikan kepada H.W.Daendels adalah pertahankan pulau jawa dan sekitarnya dari serangan Inggris.
v  Masa pemerintahan Herman William Daendels
Kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Daendels selama berkuasa di Indonesia
Ø  Dalam bidang birokrasi pemerintahan
·         pusat pemerintahan dipindahkan agak masuk ke pedalaman
·         pulau Jawa dibagi dalam 9 prefektur/residen dan 31 kabupaten
·         para bupati dijadikan pegawai pemerintahan Belanda
Ø  Dalam bidang hukum dan peradilan
Daenldles membentuk 3 jenis pengadilan yaitu :
1.       pengadilan untuk orang Eropa
2.      Pengadilan untuk orang pribumi
3.      Pengadilan untuk orang Timur Asing
Ø  Dalam bidang militer dan pertahanan
·         membangun jalan dari Anyer ke Panarukan
·         menambah jumlah angkatan perang dari 3000 menjadi 20.000 orang
·         membangun pabrik senjata
·         membangun benteng-benteng pertahanan
·         meningkatkan kesejahteraan prajurit
Ø  Dalam bidang ekonomi dan keuangan
·         membentuk dewan pengawasan keuangan negara dan dilakukan pemberantasan korupsi dengan keras
·         mengeluarkan uang kertas
·         memperbaiki gaji pegawai
·         menerapkan pajak in natura dan sistem penyerahan wajib
·         mengadakan monopoli perdagangan  beras
·         penjualan tanah kepada pihak swasta
·         mengadakan Preanger Stelsel yaitu kewajiban bagi rakyat Priangan dan sekitarnya untuk menanam tanaman ekspor (kopi)
Ø  Dalam bidang sosial
·         rakyat dipaksa untuk kerja rodi
·         melakukan penjualan budak
·         menghapus upacara penghormatan kepada sultan,sunan dan residen
v  Akhir kekuasaan Herman Wlliam Daendels disebabkan oleh :
·         sikapnya yang sangat otoriter
·         penyelewengan dalam kasus penjualan tanah kepada pihak swasta dan memanipulasi penjualan istana Bogor
·         keburukan dalam sistem administrasi pemerintahan. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya kebencian rakyat Indonesia kepada Daendels sehingga diganti oleh Jansens.Tetapi kehadiran Jansens mendapat perlawanan yang cukup hebat dari masyarakat Indonesia  sehingga pada tanggal 18 September 1811 ditandatangani perjanjian Tuntang antara Inggris dengan Belanda-Perancis yang berisi :
1.      pulau Jawa yang dikuasai Belanda jatuh ke tangan Inggris
2.      semua tentara Belanda menjadi tawanan perang Inngris
3.      semua pegawai Belanda dapat dipekerjakan dalam pemerintahan Inggris
4.      Inggris tidak mengakui hutang yang dibuat Perancis selama pemerintahan Daendels
Dengan ditandatanganinya perjanjian Tuntang maka secara resmi Indonesia jatuh dalam jajahan Inggris.
v  Masa kekuasaan Inggris/Raffles di Indonesia
Kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Raffles selama berkuasa di Indonesia
Ø  Dalam bidang birokrasi pemerintahan
·         Membagi pulau Jawa menjadi 16 Karesidenan
·         Mengubah sistem pemerintahan yang semula dilakukan oleh penguasa pribumi menjadi sistem pemerintahan kolonial yang bercorak Barat
·         Membagi Indonesia menjadi 4 wilayah administrasi yaitu Malaka,Bengkulu,Jawa dan Maluku
·         Mengurangi kekuasaan bupati
Ø  Dalam bidang ekonomi dan keuangan
·         Petani diberikan kebebasan untuk menanam tanaman eksport
·         Penghapusan pajak hasil bumi
·         Menerapkan sistem sewa tanah (landrent)
·         Mengadakan monopoli garam dan minuman keras
Ø  Dalam bidang hukum
Raffles lebih berorientasi kepada besar kecilnya kesalahan / sistem juri
Ø  Dalam bidang sosial
·         Penghapusan kerja rodi
·         Penghapusan perbudakan
·         Peniadaan pybank(disakiti),yaitu hukuman yang sangat kejam dengan melawan harimau
Ø  Bidang ilmu pengetahuan
·         Menulis buku History of Java
·         Menemukan bunga Rafflesia Arnoldi /bunga bangkai
·         Merintis pembukaan kebun raya bogor
·         Membangun gedung Harmoni sebagai pusat penelitian
Sedangkan hal yang dilakukan oleh Raffles yang sangat merugikan bangsa Indonesia adalah mengambil benda purbakala milik bangsa Indonesia seperti piagam airlangga dan batu calcutta.
v  Akhir kekuasaan Thomas Stamford Raffles
Berakhirnya pemerintahan Raffles ditandai dengan adanya Convention Of London pada tahun 1814.perjanjian tersebut ditandatangani di London oleh wakil-wakil Belanda dan Inggris yang isinya sbb:
1.      Indonesia dikembalikan kepada Belanda
2.      Jajahan Belanda seperti Sailan,Kaap koloni dan Guyana tetap ditangan Inggris
3.      Cochin (di pantai Malabar) diambil alih oleh Inggris sedangkan Bangka diserahkan kepada Belanda sebagai gantinya.
v  Masa pemerintahan Van den Bosch dan tanam paksa
Tanam paksa (culture Stelsel ) adalah rakyat dipaksa untuk menanam tanaman yang laku di pasaran Eropa seperti : teh,nila,tembakau,kopi,kayu manis dsb.
Ø  Latar belakang diterapkannya sistem tanam paksa adalah :
·         Hutang VOC yang sangat besar yang harus ditanggung pemerintah Belanda
·         Kas Belanda yang kosong
·         Biaya perang yang cukup besar
·         Pemasukan uang melalui penanaman kopi tidak banyak
Ø  Tujuan diterapkannya sistem tanam paksa adalah : untuk memasukkan uang ke kas negara agar utang dapat dibayar dan keperluan pemerintah Belanda termasuk biaya perang dapat dicukupi.
Ø  Aturan-aturan tanam paksa :
·         Perjanjian pembagian sebagian tanahnya dengan rakyat untuk ditanami tumbuh-tumbuhan yang laku di Pasaran Eropa
·         Tanah yang dipergunakan seperlima dari tanah pertanian suatu desa
·         Tenaga yang dipergunakan untuk menanam tumbuh-tumbuhan itu tidak melebihi tenaga yang dipergunakan untuk menanam padi
·         Tanah yang dipergunakan itu dibebaskan dari pajak
·         Salah tumbuh akan ditanggung oleh pemerintah/kegagalan panen menjadi tanggungjawab pemerintah.
·         Hasil tanaman perdagangan harus diserahkan kepada pemerintah  dan jika harga yang ditaksir melebihi pajak maka kelebihan itu akan dikembalikan kepada rakyat
Ø  Akibat dari sistem tanam paksa
v  Akibat positif bagi bangsa Indonesia :
·         Bangsa Indonesia mulai mengenal tanaman-tanaman baru,cara pemeliharaan dan pengairan yang baik
·         Adanya simpati dari tokoh liberal Belanda seperti Baron Van Hoevel dan Eduard Douwes Dekker (Multatuli = saya telah banyak menderita ).Ia menulis buku yang berjudul Max Havelaar  yang artinya lelang kopi persekutuan dagang Hindia Timur yang menceritakan tentang penderitaan Saijah dan adinda akibat dari sistem tanam paksa.
v  Akibat positif bagi Belanda :
·         Kas Belanda yang kosong sudah terisi kembali
·         Hutang-hutang Belanda dapat terlunasi
·         Biaya pemerintah dapat tercukupi
·         Pemerintah Belanda dapat membangun negerinya
v  Akibat negatif bagi Belanda :
·         Perlawanan yang dihadapi oleh pemerintah Belanda dari rakyat Indonesia
·         Kecaman dari orang Belanda sendiri dan dari bangsa Eropa lainnya.Akibat adanya kecaman tersebut maka pemerintah Belanda mulai mengurangi pemerasannya melalui tanam paksa dengan menghapus jenis-jenis tanaman seperti nila,teh,dan kayu manis(1865),tembakau (1866),tebu (1884) dan kopi (1916) terakhir dihapus karena dari tanaman ini pemerintah Belanda paling banyak mendapat keuntungan
v  Akibat negatif bagi Indonesia :
·         Tekanan fisik yang berkepanjangan,kemiskinan,kelaparan dan kematian
·         Tanah-tanah pertanian banyak yang rusak/terbengkalai
Setelah sistem tanam paksa dihapus maka pemerintah Belanda menerapkan sistem usaha swasta / politik pintu terbuka di Indonesia untuk tetap mendapatkan keuntungan yang besar/mengisi kas Belanda.Cara ini juga tidak membawa perubahan apa-apa bagi rakyat Indonesia.Usaha untuk memperbaiki nasib rakyat Indonesia baru dilaksanakan pada peralihan abad ke 19 dan 20 yaitu dengan adanya politik etis/balas budi yang dianjurkan oleh Theodor Conrad Van Deventer  dan lebih dikenal dengan Trias Van Deventer yang terdiri dari :
1.      Irigari ( pengairan)
2.      Emigrasi (perpindahan penduduk)
3.      Edukasi (pendidikan
Politik etis yang bertujuan baik inipun pada pelaksanaannya ternyata justru memberikan keuntungan lebih banyak kepada Belanda.Akibatnya muncullah perlawanan diberbagai daerah di Indonesia dalam menentang pemerintah Belanda.
v  Perlawanan rakyat Indonesia menentang dominasi Asing
Ø  Perlawanan sebelum tahun 1800
·         Perlawanan Sultan Baabullah menentang Portugis (Tarnate)
·         Perlawanan Adi pati Unus (Demak ) menyerang Portugis di Malaka
·         Perlawanan Panglima Fatahillah menduduki Jawa Barat
·         Perlawanan Iskandar Muda (Aceh ) menyerang Portugis
·         Perlawanan Sultan Agung (Mataram) menyerang Belanda di Batavia
·         Perlawanan Sultan Ageng Tirtayasa menentang Belanda
·         Perlawanan Sultan Hasanuddin (Makasar ) menentang Belanda
Ø   Perlawanan setelah tahun 1800
1.      Perlawanan rakyat Maluku
Pemimpinnya Thomas Matulessy/Kapitan Pattimura dan Martha Cristhina Tiahahu
v  Latar belakang perlawanan rakyat Maluku terhadap Belanda adalah :
o   Praktek monopoli yang diterapkan Belanda
o   Penindasan yang dilakukan
o   Penolakan residen Van den Berg terhadap tuntutan rakyat untuk membayar harga perahu sesuai dengan harga yang sebanarnya ( sebab khusus)
v  Jalannya perlawanan
Perlawanan rakyat Maluku dipimpin Thomas Matulesi diawali dengan menyerang benteng Duurstede di Saparua.Dalam pertempuran tersebut Residen Van den Berg terbunuh dan benteng tersebut dapat dikuasai,kemudian pertempuran meluas ke Seram,Hitu,Ambon dsb.
v  Akhir pertempuran
Pertempuran rakyat Maluku berakhir dengan ditangkapnya Pattimura dan kawan-kawannya.Pattimura dan kawan-kawannya menjalani hukuman gantung di depan benteng Victoria Ambon pada tanggal 16 Desember 1817 dan Cristhina di buang ke laut Banda
2.      Perang Padri /perlawanan rakyat Sumatera Barat (1821- 1837 )
Tujuan dari perang Padri adalah untuk memurnikan ajaran Islam dari pengaruh tradisi,adat-istiadat yang kolot dan kebiasaan buruk yang diakibatkan oleh pengaruh kaum feodal di Minangkabau.
Pemimpin perlawanan : Tuanku Imam Bonjol
v  Latarbelakang /sebab-sebab :
o   Adanya kebiasaan yang kurang baik yang berkembang di masyarakat
o   Perebutan pengaruh antara kaum adat dan kaum padri (agama)
o   Campur tangan Belanda dalam perebutan pengaruh
o   Hukum adat matrilineal yang bertentangan dengan hukum agama yang patrilinear
o   Penyerangan kaum ulama terhadap kaum adat.Dimana kaum adat dibantu oleh Belanda (sebab khusus )
v  Jalannya perlawanan
Pada awal pertempuran kaum padri siap menghadapi perlawanan terhadap kaum adat yang dibantu Belanda.Kaum adat dan Belanda dapat mendesak kaum padri dan mendirikan benteng di Batu Sangkar ( Benteng Fort Van der Capellen ).Karena konsentasi Belanda terbagi untuk perlawanan dengan kaum padri dan perlawanan Diponegoro dan untuk menghindari kerugian yang lebih besar,maka Belanda mengadakan perjanjian yang dikenal dengan perjanjian Masang/Padang.
 Isi dari perjanjian Padang adalah :
1.      Kedua belah pihak bersepakat untuk tidak saling menyerang
2.      Belanda mengakui kekuasaan Tuanku Lintau
3.      Bersama-sama mengusahakan perlindungan terhadap lancarnya perdagangan kedua belah pihak
4.      Belanda tidak campur tangan terhadap urusankeagamaan penduduk setempat atau intinya genjatan senjata. Namun gencatan senjata itu tidak berlangsung lama.
Setelah perang Diponegoro usia Belanda mengingkari isi perjanjian tersebut.Kekuatan padri sudah siap menghadapi Belanda sehingga Belanda mengirim Sentot Ali Basa Prawirodirdjo ( bekas panglima Diponegoro) dan pasukannya dari Jawa ke Sumatera. Tahun 1831 kaum padri dan kaum adat telah bergabung hal inilah yang menyebabkan Belanda kewalahan sehingga Belanda menggunakan siasat perdamaian dengan
mengeluarkan Plakat Panjang yang isinya :
1.      Tanam paksa dihapus dari bumi Minangkabau
2.      Semua penguasa pribumi akan diberi gaji
3.      Belanda akan menjadi penengah jika ada perselisihan diantara kedua belah pihak
v  Akhir perlawanan
Dengan tipu untuk diajak berunding akhirnya Imam Bonjol dapat ditangkap dan dibawa ke Batavia kemudian ke Minahasa serta meninggal di Kampung Luta sehingga Sumatera Barat dapat dikuasai Belanda.
3.      Perang Diponegoro ( 1825-1830 )
Pemimpin perlawanan : Pangeran Diponegoro,Sentot Ali Basa Prawirodirdjo dan Kyai Mojo.
v  Latar belakang / sebab-sebab :
o   Penderitaan rakyat akibat tindakan Belanda
o   Kekuasaan raja Mataram semakin kecil
o   Penghasilan kaum bangsawan semakin dikurangi
o   Kewibawaan penguasa semakin merosot
o   Pembuatan jalan melalui makam leluhur Pangeran Diponegoro di Tegal Rejo (sebab khusus )
v  Jalannya perlawanan
Karena Pangeran Diponegoro dan Mangkubumi tidak mau berunding,Belanda melakukan serangan ke Selarong.Diponegoro membangun kekuatan dibantu Sentot Ali Basa Prawirodirdjo dan Kiai Mojo juga pangeran Mangkubumi.Taktik perlawanan yang dilakukan dengan perang gerilya  sedangkan Belanda menggunakan siasat Benteng Stelsel yaitu membangun benteng disetiap daerah yang berhasil dikuasai Belanda.Dengan siasat ini ruang gerak Pangeran Diponegoro dan pasukannya semakin sempit,sehingga mudah ditundukkan.Tampaknya dalam pasukan Diponegoro sendiri mulai terjadi perselisihan tentang siasat perang gerilya sehingga satu persatu mulai memisahkan diri bersama para pengikutnya.Hal inilah yang menyebabkan lemahnya kekuatan Diponegoro sehingga mudah ditundukkan oleh Belanda.
v  Akhir perlawanan
Kyai Mojo ditangkap dan diasingkan ke Menado hingga wafat.Sentot Prawirodirdjo dapat dibujuk dan menyerahkan diri yang kemudian dikirim ke Minangkabau menghadapi perang padri.Sedangkan Pangeran Diponegoro dengan alasan untuk diajak berunding dapat ditangkap dan diasingkan di Batavia lalu ke Makasar ( Benteng Rotterdam) hinggga meninggal 8 Januari 1855.

4.      Perang Aceh  ( 1873-1904 )
Pemimpin perlawanan : Teuku Umar,Teungku Cik Di Tiro,Cut Nya Dien dan Panglima Polim
v  Latar belakang / sebab-sebab :
o   Adanya Traktat Sumatera yang memberi keleluasaan Belanda memperluas daerah pengaruhnya di Sumatera
o   Dibukanya Terusan Suez menyebabkan pelayaran Internasional dari Eropa ke Asia melalui Aceh
o   Belanda mengklaim wilayah Sumatera Timur yang merupakan kekuasaan Aceh
o   Aceh menolak tuntutan Belanda untuk tidak berhubungan dengan bangsa Asing kecuali Belanda ( sebab khusus )
o   Aceh ingi mempertahankan keadulatannya  (sebab khusus )
v  Sifat perang Aceh :
o   Perlawanan yang sifatnya Nasional : bertujuan mempertahankan kemerdekaan negara  dari jajahan Belanda.Pemimpin perlawanannya adalah kaum bangsawan (Teuku ).Strategi yang dilakukan adalah : mau kompromi dengan Belanda agar kedudukan dalam pemerintahan dan masyarakat tidak hilang.Juga siasat untuk mendapatkan persenjataan dari Belanda untuk gerilya berjalan lancar (menandatangani perjanjian pendek)
o   Perlawanan yang sifatnya keagamaan : cenderung menolak kedatang Belanda yang dianggap sebagai penyebar agama kristen.Pemimpin perlawanan adalah kaum ulama(Teungku).Strategi yang dilakukan adalah : tidak mau kompromi dan tidak mau menyerah kepada Belanda. Melakukan perang Jihad
v  Jalannya perlawanan
Belanda mengumumkan perang dengan Aceh yang dipimpin oleh Jenderal Kohler.Pasukan Aceh dengan semangat menghadapi Belanda sehingga menewaskan Jenderal Kholer.Kemudian Belanda dibawah pimpinanan  Jenderal Van Swieten  dapat menguasai Kotaraja.Perang masih tetap berkobar dengan silih bergantinya panglima perang dan penambahan pasukan,tetapi tidak menghalangi pejuang-pejuang Aceh untuk mengusir penjajah,sehingga Belanda hanya bertahan di daerah-daerah yang didudukinya saja.Pada tahun 1893,Teuku Umar menyerah kepada Belanda sebagai siasat perang.Ia berpikir bahwa kekuatan Belanda tidak dapat dikalahkan tanpa adanya senjata yang lengkap dan memadai.Setelah memperoleh persenjataan lengkap Teuku Umar menyususn kekuatan lagi dan bergabung dengan kesatuan-kesatuan rakyat Aceh yang dipimpin oleh kaum bangsawan juga para ulama,sehingga Belanda kewalahan menghadapi perlawanan Aceh akhirnya mengirim Adr. Snouck Hurgronye untuk mempelajari adat-istiadat dan keadaan sosial budaya Aceh.Hasil penelitiannya ditulis dalam buku De Atjeher yang menyarankan :
a.       Para pemimpin dan ulama Aceh harus ditangkap
b.      Segera dibentuk pasukan gerak cepat (Marsose) yang dipimpin Jenderal Van Heutz
c.       Pemimpin yang ditangkap harus menandatangani perjanjian tunduk kepada Belanda
d.      Taktik politik devide et impera
Untuk itu dikirim Jenderal Van Heutz melakukan serangan sapurata bersama pasukan Marsose,sementara itu untuk menguasai daerah pedalaman Belanda mengirim Jenderal Van Daalen sehingga dengan demikian Belanda berhasil menguasai Aceh
v  Akhir perlawanan
Terhadap kerajaan-kerajaan , Belanda mengikatnya dengan perjanjian pendek yang isinya :
a.       Mengakui daerahnya sebagai bagian dari kekuasaan Belanda
b.      Berjanji tidak akan berhubungan dengan bangsa Asing lainnya
c.       Berjanji akan menaati perintah-perintah Belanda

5.      Perang Bali
Pemimpin perlawanan : I Gusti Ketut Jelantik
v  Latar belakang / sebab-sebab
o   Raja-raja  di Bali diharuskan mengakui kekuasaan Belanda atas Bali
o   Raja-raja Bali harus melindungi perdagangan Bali
o   Dihapuskannya Hak Tawan Karang yaitu hak raja untuk merampas muatan kapal yang terdampar di wilayah perairannya (sebab khusus)
o   Adat agama Sutte yang dianggap Belanda tidak berperikemanusiaan akan dihapus oleh Belanda.Adat agama Sutteini menyatakan bahwa sebagai ungkapan kesetiaan seorang istri boleh membiarkan dirinya turut dibakar bila suaminya meninggal dunia dibakar (Ngaben) (sebab Khusus)
v  Jalannya perlawanan
Akibat kerajaan Buleleng menawankarangi sebuah kapal Belanda maka Belanda menyerang kerajaan Buleleng karena kerajaan Buleleng dianggap sebagai kerajaan yang terkuat di Bali.Dalam pertempuran pertama Belanda mengalami kegagalan namun dalam pertempuran berikutnya Belanda berhasil merebut benteng pertahanan terakhir kerajaan Buleleng di Jagaraga.Setelah keberhasilan tersebut Belanda ingin menguasai dan menaklukkan kerajaan-kerajaan yang ada di Bali dan rakyat Bali menghadapi Belanda dengan melakukan perang puputan.
v  Akhir perlawanan
Seluruh Bali akhir jatuh dalam kekuasaan Belanda .
6.      Perang Bone
Pemimpinnya raja putri
v  Latar belakang / sebab-sebab :
o   Jenderal Van der Capellen ingin memperbaharui perjanjian Bongaya yang dianggap tidak sesuai dengan sistem pemerintahan imperialismenya namun ditentang oleh kerajaan Bone.
v  Jalannya perlawanan
Akibatnya terjadilah perang antara Belanda dan kerajaan Bone.Kerajaan Bone berhasil dikuasai oleh Belanda namun perjuangan terus berkobar dibawah perintah raja putri yang menyebabkan korban di pihak Belanda.
v  Akhir perlawanan
Kerajaan Bone jatuh dalam kekuasaan Belanda setelah wafatnya raja putri sebab penggantinya sangat lemah .
7.      Perang Banjarmasin
Pemimpinnya :  Pangeran Antasari dan Pangeran Hidayatullah
v  Latar belakang / sebab-sebab :
o   Belanda ikut ambil bagian didalam menentukan politik kerajaan dengan mengadu domba oknum-oknum keluarga sultan sendiri
o   Terjadinya perang saudara untuk memperoleh kekuasaan
v  Jalannya perlawanan
Ditengah-tengah kekacauan inilah meletus perang ,Belanda berusaha untuk menarik perhatian rakyat dengan menurunkan Pangeran Tamjid Illah sebagai sultan dan mengangkat Pangeran Hidayatullah,namun ia menolak dan secara terang-terangan memihak pangeran Antasari .Sehingga Pangeran Hidayatullah ditawan oleh Belanda dan di buang ke Cianjur dan perjuangan dilanjutkan oleh Pangeran Antasari.
v  Akhir perlawanan
Pangeran Antasari meninggal pada tahun 1862

8.      Perlawanan rakyat Batak
Pemimpin perlawanan : Raja Sisingamangaraja XII
v  Latar belakang / sebab-sebab :
o   Kekuasaan raja Sisingamangaraja XII semakin sempit
o   Belanda ingin membentuk Pax Netherlandica
v  Jalannya perlawanan
Dalam rangka pembentukkan Pax Netherlandica Belanda ingin menguasai seluruh Tapanuli dan Sumatera Timur dengan menempatkan pasukannya di Taruntung dengan dalil ingin melindungi para penyebar agama kristen yang tergabung dalam Rhinnshezending yang di pimpin oleh Nommenssen ( orang Jerman ).Pasukan Marsose Belanda  yang dipimpin Kapten Christofle dapat menguasai gerakan Sisingamangaraja XII dan pasukannya.
v  Akhir perlawanan
Dalam pertempuaran di Sim-Sim gugurlah Sisingamangraja XII bersama anaknya yaitu Lapian,Patuan Nagari dan Patuan Anggi serta sejumlah pengikutnya.
Perlawanan-perlawanan menentang kekuasaan Belanda juga terjadi di daerah-daerah lain di seluruh wilayah Indonesiaseperti : perlawanan kongsi dagang Cina di Kalimantan,Raden Intan di Lampung dan perlawanan Sultan Siale di Sumatera Utara.Selain itu juga terjadi gerakan-gerakan sosial yang menentang pemungutan pajak atau penindasan lain seperti :
1.      Gerakan Kyai Saman 1890 yang terjadi di Rembang
2.      Pemberontakan Kamang di Agam 1908 di Sumatera Barat
3.      Pemberontakan petani di Jambi 1916,di Toli-Toli Sulawesi utara 1920,di Tanah Toraja,Sulawesi Selatan 1919 di Tarnate 1919 di Garut dan di Ciamis 1919.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel