Artikel | Bagian-bagian Relief candi Borobudur



 Di tiap jenjang dipahat relief-relief pada dinding candi. Relief-relief ini dibaca layak arah jarum jam atau disebut mapradaksina dalam bahasa Jawa Kuno yang berasal dari bahasa Sansekerta daksina yang artinya merupakan timur. Relief-relief ini beraneka-macam isi ceritanya, antara lain relief-relief cerita jataka.
Pembacaan cerita-cerita relief ini selalu diawali, dan usai pada pintu gerbang sisi timur di tiap-tiap tingkatnya, mulainya di sebelah kiri dan usai di sebelah kanan pintu gerbang itu. Maka secara nyata bahwa sebelah timur yakni tangga naik yang sebenarnya (utama) dan menuju puncak candi, artinya bahwa candi menghadap ke timur meskipun sisi-sisi lainnya serupa benar.


Adapun susunan dan pembagian relief cerita pada dinding dan pagar langkan candi merupakan sebagai berikut.


Secara runtutan, maka cerita pada relief candi secara singkat bermakna sebagai berikut :


Salah satu ukiran Karmawibhangga di dinding candi Borobudur (lantai 0 sudut tenggara)

Sesuai dengan makna simbolis pada kaki candi, relief yang menghiasi dinding batur yang terselubung hal yang demikian membuktikan peraturan karma. Deretan relief hal yang demikian bukan ialah cerita seri (serial), tapi pada tiap pigura menandakan suatu cerita yang mempunyai korelasi sebab dampak. Relief tersebut tak saja memberi ilustrasi terhadap perbuatan terhina manusia disertai dengan hukuman yang akan diperolehnya, tapi juga tindakan baik manusia dan pahala. Secara keseluruhan yakni penggambaran kehidupan manusia dalam lingkaran lahir - hidup - mati (samsara) yang tak pernah usai, dan oleh agama Buddha rantai tersebutlah yang akan diakhiri untuk menuju kesempurnaan.
Lalitawistara
Merupakan penggambaran riwayat Sang Buddha dalam deretan relief-relief (tetapi bukan ialah riwayat yang lengkap ) yang dimulai dari turunnya Sang Buddha dari sorga Tusita, dan usai dengan wejangan pertama di Taman Rusa dekat kota Banaras. Relief ini berjajar dari tangga pada sisi sebelah selatan, setelah melampui deretan relief sebanyak 27 frame yang diawali dari tangga sisi timur. Ke-27 frame tersebut menandakan kegiatan, baik di sorga ataupun di dunia, sebagai persiapan untuk menyambut hadirnya penjelmaan terakhir Sang Bodhisattwa selaku calon Buddha. Relief hal yang demikian membuktikan lahirnya Sang Buddha di arcapada ini sebagai Pangeran Siddhartha, putra Raja Suddhodana dan Permaisuri Maya dari Negeri Kapilawastu. Relief tersebut berjumlah 120 pigura, yang usai dengan wejangan pertama, yang secara simbolis diucapkan sebagai Pemutaran Roda Dharma, ajaran Sang Buddha di sebut dharma yang juga berarti \"peraturan\", meski dharma dilambangkan sebagai roda.
Jataka dan Awadana
Jataka yaitu cerita seputar Sang Buddha sebelum dilahirkan sebagai Pangeran Siddharta. Isinya yakni pokok penonjolan tindakan bagus, yang membedakan Sang Bodhisattwa dari makhluk lain manapun  juga.
Sebetulnya, pengumpulan jasa/tindakan baik ialah tingkatan persiapan dalam usaha menuju ketingkat ke-Buddha-an.
Walaupun Awadana, pada dasarnya hampir sama dengan Jataka akan tetapi pelakunya bukan Sang Bodhisattwa, tetapi orang lain dan ceritanya dihimpun dalam kitab Diwyawadana yang berarti tindakan mulia kedewaan, dan kitab Awadanasataka atau seratus cerita Awadana. Pada relief  candi

Borobudur jataka dan awadana, diperlakukan sama, artinya keduanya terdapat dalam deretan yang sama tanpa dibedakan. Himpunan yang paling terkenal  dari kehidupan Sang Bodhisattwa yaitu Jatakamala atau untaian cerita Jataka, karya penyair Aryasura dan jang hidup dalam abad ke-4  Masehi.
Gandawyuha
Ialah deretan relief menghiasi dinding lorong ke-2,ialah cerita Sudhana yang berkelana tanpa mengetahui lelah dalam usahanya mencari Pengetahuan Tertinggi tentang Kebenaran Sejati oleh Sudhana. Penggambarannya dalam   460 frame didasarkan pada kitab suci Buddha Mahayana yang berjudul Gandawyuha, dan untuk komponen penutupnya menurut cerita kitab lainnya ialah Bhadracari.

 
Sekian postingannya silakan yang mau berdiskusi dan sampai jumpa di postingan berikutnya.😃😀😉😃

0 Response to "Artikel | Bagian-bagian Relief candi Borobudur"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Loading...