asal-usul nenek moyang bangsa indonesia dan persebaran

Asal Usul dan Persebaran Nenek Moyang Bangsa Indonesia
Halo salam Jasmerah...jumpah lagi di postingan duniasejarah25 kali ini saya akan menyajikan materi Wajib kelas X yakni tentang asal-usul nenek moyang bangsa indonesia dan persebaran langsung saja silakan dicermati materi yang di sajikan dibawah ini kalau ada yang kurang silahkan coment dibawah...

Halo teman Duniasejarah25 sebelum kita masuk ke materi utamanya sebelumnya cobah kalian cermati jumlahnya suku bangsa di Indonesia terang menimbulkan keberagaman bahasa daerah, & kebudayaan yang berlaku dalam praktik-praktik kehidupan sehari-hari. Bayangkan saja ada lebih dari 500 suku bangsa Indonesia. Sungguh merupakan kekayaan bangsa yang tak dimiliki oleh negara lain. tapi begitu ketajiran ini akan jadi masalah jika kita tak pandai mengelola perbedaan yg ada. Tentu ini berkenaan pun dengan asal mula kedatangan suku bangsa & disaat kedatangan mereka. Oleh karena itu, utama utk mengetahui bagaimanakah proses & dinamika nenek moyang Indonesia maka terbentuk keragaman budayanya. utk itu anda mesti mempelajarinya, supaya kita mampu saling menghargai & menghormati tiap-tiap perbedaan yang ada. Menurut Sarasin bersaudara, penduduk asli Kepulauan Indonesia adalah ras berkulit gelap & bertubuh mungil Merekan mulanya tinggal di Asia bagian tenggara. dikala zaman es mencair & air laut naik sampai terbentuk Laut Cina Selatan dan Laut Jawa, maka memisahkan pegunungan vulkanik Kepulauan Indonesia dari daratan mutlak Beberapa penduduk asli Kepulauan Indonesia tersisa & menetap di daerah-daerah pedalaman, sedangkan daerah pantai dihuni oleh warga pendatang. warga asli itu disebut sbg suku bangsa Vedda oleh Sarasin. Ras yg masuk dalam grup ini yaitu suku bangsa Hieng di Kamboja, Miaotse, Yao-Jen di Cina, & Senoi di Semenanjung Malaya.Sejarah Indonesia 35 Beberapa suku bangsa seperti Kubu, Lubu, Talang Mamak yang tinggal di Sumatra dan Toala di Sulawesi adalah masyarakat tertua di Kepulauan Indonesia. Mereka memiliki hubungan erat bersama nenek moyang Melanesia periode waktu ini & orang Vedda yg disaat ini masih terdapat di Afrika, Asia Selatan, dan Oceania. Vedda itulah manusia perdana yang datang ke pulau-pulau yang telah berpenghuni. Mereka membawa budaya perkakas batu. kedua ras Melanesia dan Vedda hidup dalam budaya mesolitik. Pendatang berikutnya mengambil budaya baru yaitu budaya neolitik. Para pendatang baru itu banyaknya jauh lebih tidak sedikit daripada warga ori Mereka datang dalam dua step Mereka itu oleh Sarasin dinamakan sbg Proto Melayu dan Deutro Melayu. kehadiran mereka terpisah diperkirakan lebih dari 2.000 thn yang lalu

1. Proto Melayu

Proto Melayu diyakini yang merupakan nenek moyang orang Melayu Polinesia yang menyebar dari Madagaskar sampai pulau-pulau paling timur di Pasifik. Mereka diperkirakan datang dari Cina bagian selatan. Ras Melayu ini mempunyai ciri-ciri rambut lurus, kulit kuning kecoklatan-coklatan, & bermata sipit. Dari Cina bidang selatan (Yunan) mereka bermigrasi ke Indocina dan Siam, kemudian

ke Kepulauan Indonesia. Mereka itu mula-mula menempati pantaipantai Sumatera Utara, Kalimantan Barat, & Sulawesi Barat. Ras Proto Melayu mengambil peradaban batu di Kepulauan Indonesia. ketika datang para imigran baru, adalah Deutero Melayu (Ras Melayu belia mereka berpindah masuk ke pedalaman dan mencari tempat baru ke hutan-hutan sebagai tempat huniannya. Ras Proto Melayu itu pun seterusnya mendesak keberadaan masyarakat asli Kehidupan

di dalam hutan-hutan menjadikan mereka terisolasi dari dunia luar, sehingga memudarkan peradaban mereka. warga asli dan ras proto melayu itu pun kemudian melebur. Mereka itu kemudian

jadi suku bangsa Batak, Dayak, Toraja, Alas, dan Gayo. Kehidupan mereka yg terisolasi itu menyebabkan ras Proto Melayu sedikit mendapat pengaruh dari kebudayaan Hindu ataupun Islam dikemudian hari Para ras Proto Melayu itu kelak mendapat pengaruh Kristen sejak mereka mengenal para penginjil yang masuk ke wilayah mereka untuk memperkenalkan agama Kristen & peradaban baru dalam kehidupan mereka. Persebaran suku bangsa Dayak sampai ke Filipina Selatan, Serawak, & Malaka menunjukkan jalur perpindahan mereka dari Kepulauan Indonesia. Sementara suku bangsa Batak yg membawa jurusan ke barat menyusuri pantai-pantai Burma & Malaka Barat. Beberapa kesamaan bahasa yang digunakan oleh suku bangsa Karen di Burma tidak sedikit mengandung kemiripan dengan bahasa Batak

2. Deutero Melayu


Deutero Melayu adalah ras yg datang dari Indocina sektor utara. Mereka membawa budaya baru berupa perkakas & senjata besi di Kepulauan Indonesia, atau Kebudayaan Dongson. Mereka sangat sering dinamakan juga beberapa orang Dongson. Peradaban mereka lebih tinggi daripada ras Proto Melayu. Mereka dapat membuat perkakas dari perunggu. Peradaban mereka ditandai bersama keahlian mengerjakan logam dgn sempurna. Perpindahan mereka ke Kepulauan Indonesia sanggup di lihat dari jurusan persebaran alat-alat yg mereka tinggalkan di beberapa kepulauan di Indonesia, yaitu berupa kapak persegi panjang. Peradaban ini bisa dijumpai di Malaka, Sumatera, Kalimantan, Filipina, Sulawesi, Jawa, & Nusa Tenggara Timur. Dalam bidang pengolahan tanah mereka mempunyai kapabilitas untuk membuat irigasi pada tanah-tanah pertanian yg sukses mereka ciptakan, dgn membabat hutan apalagi dahulu Ras Deutero Melayu pula mempunyai peradaban pelayaran lebih maju dari pendahulunya sebab adventure mereka juga sebagai pelaut dibantu bersama penguasaan mereka pada ilmu

perbintangan. Perpindahan ras Deutero Melayu juga memanfaatkan rute pelayaran laut. sebagian dari ras Deutero Melayu ada yg mencapai Kepulauan Jepang, bahkan kelak ada yg hingga sampai Madagaskar. kehadiran ras Deutero Melayu di Kepulauan Indonesia semakin lama semakin tidak sedikit Mereka pun setelah itu berpindah mencari tempat baru ke hutan-hutan juga sebagai ruang hunian baru. kepada akhirnya Proto dan Deutero Melayu membaur & kemudian menjadi penduduk di Kepulauan Indonesia. terhadap periode setelah itu mereka sulit utk dibedakan. Proto Melayu meliputi warga di Gayo dan Alas di Sumatra bagian utara, pula Toraja di Sulawesi. Sementara itu, seluruh warga di Kepulauan Indonesia, kecuali masyarakat Papua & yang tinggal di sekitar pulau-pulau Papua, yaitu ras Deutero Melayu.

3. Melanesoid

Ras lain yg terdapat di Kepulauan Indonesia yakni ras Melanesoid. Mereka menyebar di lautan Pasifik di pulau-pulau yang letaknya sebelah Timur Irian dan Benua Australia. Di Kepulauan Indonesia mereka tinggal di Papua Barat, Ambon, Maluku Utara, dan Nusa Tenggara Timur. dgn dengan Papua-Nugini dan Bismarck, Solomon, New Caledonia & Fiji, Vanuatu, mereka tergolong rumpun Melanesoid. pada mulanya kedatangan Bangsa Melanesoid di Kepulauan Indonesia berawal disaat era es terakhir, ialah th 70.000 SM. kepada waktu itu Kepulauan Indonesia belum berpenghuni. ketika suhu turun hingga mencapai kedinginan maksimal, air laut jadi beku. Permukaan laut jadi lebih rendah 100 m di bandingkan permukaan diwaktu ini. kepada dikala itulah muncul pulau-pulau baru. Adanya pulau-pulau itu memudahkan makhluk hidup berpindah dari Asia menuju kawasan Oseania. Bangsa Melanesoid lakukan perpindahan ke timur sampai ke Papua, kemudian ke Benua Australia, yg sebelumnya ialah satu kepulauan yang terhubung dengan Papua. Bangsa Melanesoid disaat itu hingga mencapai 100 ribu jiwa meliputi wilayahPapua & Australia. Peradaban bangsa Melanesoid dikenal dengan paleolitikum. terhadap waktu masa es mogok & air laut sejak mulai naik lagi pada th 5000 S.M. Kepulauan Papua & Benua Australia terpisah seperti yg mampu kita lihat disaat ini. pada diwaktu itu jumlah penduduk mencapai 0,25 juta dan pada thn 500 S.M. mencapai 0,5 juta jiwa. Asal mula bangsa Melanesia, ialah Proto Melanesia merupakan masyarakat pribumi di Jawa. Mereka yaitu manusia Wajak yang tersebar ke timur dan menduduki Papua, sebelum era es mogok & sebelum kenaikan permukaan laut yang berjalan kepada diwaktu itu. Di Papua manusia Wajak hidup berkelompok-kelompok mungil di sepanjang muara-muara sungai. Mereka hidup dgn menangkap ikan di sungai dan meramu tumbuh-tumbuhan juga akar-akaran, serta berburu di hutan belukar. lokasi tinggal mereka berupa perkampungan-perkampungan yg terbuat dari bahanbahan yg ringan. Rumah-rumah itu sebenarnya hanya berupa kemah atau tadah angin, yg sering didirikan menempel kepada dinding gua yg gede Kemah-kemah dan tadah angin itu hanyadigunakan sebagai ruangan untuk tidur & berlindung, sedangkan aktivitas yang lain dilakukan di luar rumah Bangsa Proto Melanesoid konsisten terdesak oleh bangsa Melayu. Mereka yang belum pernah mencapai Kepulauan Papua laksanakan percampuran dengan ras baru itu. Percampuran antara bangsa Melayu dengan Melanesoid yang kemudian menghasilkan keturunan ras Melanesoid-Melayu, yang saat ini mereka merupakan penduduk Nusa Tenggara Timur dan Maluku.

4. Negrito & Weddid


Sebelum kedatangan kelompok-kelompok Melayu lanjut usia dan muda negara kita sudah apalagi dulu kemasukan beberapa orang Negrito dan Weddid. Sebutan Negrito diberikan oleh orang-orang Spanyol lantaran yg mereka jumpai itu berkulit hitam serupa bersama jenis-jenis Negro. Sejauh mana kelompok Negrito itu bertalian darah dengan jenis-jenis Negro yg terdapat di Afrika juga Kepulauan Melanesia (Pasifik), demikian juga gimana sejarah perpindahan mereka, belum banyak didapati bersama tentu group Weddid terdiri atas orang-orang dengan kepala mesocephal dan letak mata yang dalam sehingga tampak seperti berang; kulit mereka coklat tua & tinggi umumnya lelakinya 155 cm Weddid artinya jenis Wedda ialah bangsa yang terdapat di Pulau Ceylon (Srilanka). Persebaran orang-orang Weddid di Nusantara cukup luas, misalnya di Palembang & Jambi (Kubu), di Siak (Sakai) dan di Sulawesi pojok tenggara (Toala, Tokea dan Tomuna).

5. Teori Out of Africa & Out of Taiwan

Dalam tinjauan akademis yang komprehensif berkenaan asalusul nenek moyang Indonesia, maka terlihatlah bahwa betapa eratnya keterkaitan dinamika sejarah Melanesia denga bumi Nusantara. barangkali kita akan tanya siapakah yang dimaksud bersama Melanesia itu? Kata Melanesia disajikan mula-mula kali oleh Dumont d’Urville satu orang penjelajah berkebangsaan utk lebih tuturnya kau bisa membaca buku Bernard hekto meter Vlekke, Nusantara: Prancis utk menyebut wilayah etnik masyarakat yang berkulit hitam dan berbulu keriting di wilayah Pasifik, dalam sua Geography Society of Paris terhadap tanggal 27 Desember 1831. Menurut Harry Truman, terhadap kurang lebih 60.000 tahun yang dahulu ada sekelompok orang yang dengan semangat keberaniannya melintasi selat-selat dan laut sampai menempuh Kepulauan Nusantara. Mereka merupakan Homo sapiens yang dalam buku literatur disebut juga sebagai Manusia trendi Permulaan. saat pergi dari tanah asalnya ialah Afrika, mereka tidak mempunyai ruangan maksud Teori ini oleh para spesialis dinamakan sbg Teori Out of Africa. Dalam pikiran mereka yang ada hanyalah, bagaimanakah mereka kapabel menemukan ladang kehidupan baru yang lebih menjanjikan. Mereka beruntung dalam pengembaraannya semua gangguan alam dapat dipecahkan, dari generasi ke genarasi mereka menempuh wilayah-kawasan penghidupan yang baru. Di lokasi baru itu mereka mengeksplorasi sumberdaya lingkungan yg sedia untuk mempertahankan hidup. Mereka meramu dari berjenis-jenis umbi-umbian & buah-buahan yg ada di wilayah itu. Binatang-hewan malah diburu untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. utk kebutuhan itu karenanya dibuatlah kelengkapan dari batu & bahan organik, seperti kayu & bambu.Waktu terus berlalu, perubahan alam lantaran iklim dan geografi pula komunitas yang konsisten bertambah, mendorong mereka buat mencari kawasan hunian baru. Perlahan tetapi pasti mereka mengembara mencari lokasi rumah baru. Mereka sesudah itu menyebar sampai ke wilayah timur Kepulauan Indonesia, bahkan meluas sampai menempuh Melanesia Barat & Australia, kawasan geografi hunian mereka malahan kian meluas. Pengalaman yg didapat sewaktu mereka mengembara itu menjadi pengetahuan yang seterusnya wawasan itu diwariskan dari generasi ke generasi. kebolehan berlayar dan membikin rakit, malahan teknik-teknik membikin sarana transportasi laut42 yg lebih kuat dan nyaman. demikian itu serta dgn wawasan perbintangan utk menonjolkan arah diwaktu berlayar. Pengalaman buat menumbangkan ekosistem daratan, sehingga mereka dapat utk menyesuaikan diri dgn kondisi ekologi yang berbedabeda. Pengalaman itu menjadi pengetahuan-pengetahuan baru untuk memakai sumber kekuatan yang ada di lingkungan yg baru.
Pada ketika usainya zaman es sekitar 12.000 tahun yang lalu, menyebabkan perubahan besar dalam bermacam-macam hal. Kenaikan muka laut yang dratis menyokong penduduk di Kepulauan Indonesia mengerjakan persebaran ke beragam arah. Persebaran mereka ini juga telah merubah peta hunian mereka. Kondisi alam yang saat itu menunjang, semakin meyakinkan mereka untuk menetap di tempat hunian yang baru itu. Alam tropis dengan biodiversitasnya menyediakan keperluan hidup sehingga populasi terus meningkat. Para spesialis menggolongkan mereka sebagai Ras Australomelanesid. Mereka kemudian hidup menyebar ke guagua. Seiring dengan kian berkembangnya zaman, keperluan nenek moyang kita ini juga semakin meningkat.
Teknologi untuk memudahkan kehidupan mereka juga semakin berkembang. Kelengkapan dari batu kian berbagai, perlengkapan dari bahan organik bahkan semakin berkembang sesuai dengan keperluan mereka. Keanekaragaman dalam perlengkapan manusia pada saat itu kian mendukung produktivitas sampai kian membawa kemajuan dalam beraneka bidang. Kemajuan dalam bidang seni pada dikala itu ditandai dengan lukisan-lukisan cadas yang terdapat di dinding gua-gua yang memanifestasikan kekayaan alam pikiran. Kepercayaan pada kehidupan sesudah mati juga terkonsepsi dalam perilaku kubur terhadap orang yang meninggal. Kemudian pada sekitar 4000 – 3000 tahun yang lalu, Kepulauan Indonesia kedatangan orang-orang baru. Mereka ini membawa budaya baru yang seringkali disebut dengan kebiasaan Neolitik. Istiadat ini sering kali dicirikan dengan kehidupan yang menetap dan domestikasi binatang dan tanaman. Pendatang yang berdialog dengan tutur Austronesia ini diperkirakan datang dari Taiwan dengan kedatangan awal Sulawesi juga kemungkinan Kalimantan. Dari sinilah mereka kemudian menyebar ke bermacam pelosok Kepulauan Nusantara. Pendatang yang lain tampaknya berasal dari Asia Tenggara Daratan. Mereka menerapkan bahasa Austroasiatik. Mereka ini dapat mencapai Kepulauan Nusantara komponen barat melalui Malaysia. Teori inilah yang seringkali oleh para pakar disebut sebagai teori Out of Taiwan. Pertemuan para  pendatang ini dengan populasi Australomelanesia bahkan tidak dapat dielakkan, sehingga terjadi kohabitasi. Penyesuaian dan interaksi diantara sesama pun terjadi sampai mereka melaksanakan perkawinan campuran. Interaksi tradisi dan dalam sebagian hal silang genetik malah tak bisa dihindari. Pelaksanaan interaksi yang berlanjut menunjukkan keturunan Ras Australomelanesid yang sekarang lebih diketahui sebagai populasi Melanesia. Anggapan Harry Truman hal yang demikian dikuatkan oleh hasil penelitian yang dijalankan oleh Herawati Sudoyo. Dalam studi genetis terbaru menampilkan bahwa, genetis manusia  Indonesia saat ini kebanyakan merupakan campuran, berasal dari dua atau lebih populasi moyang. Secara gradual, presentasi genetikan Austronesia lebih dominan di komponen timur Indonesia. Sekalipun kecil porsinya, genetika Papua ada hampir di seluruh wilayah komponen barat Indonesia. Gambaran ini memperlihatkan, bahwa di masa lalu terjadi percampuran genetika dibandingi penggantian populasi. Menurut pula dari sudut pengaplikasian bahasa, Kepulauan Indonesia yang memiliki lebih dari 700 etnis, dengan 706 bahasa daerah dapat digolongkan dalam dua bagian, ialah penutur Austronesia dan non-Austronesia atau lebih sering disebut sebagai Papua.
Rumpun bahasa Austronesia cenderung ditemukan di tempat pesisir, melainkan ini tidak senantiasa. Bahasa Austronesia juga bisa ditemukan di daerah pedalaman Papua Nugini.  itu menunjukkan adanya pola migrasi yang kompleks tetapi jelas, dari barat ke timur.  data itu nyatalah bahwa kekerabatan Austronesia dan Non-Austronesia bagaikan sebuah kain tenun yang benang-benangnya saling terjalin cantik.

Sekian postingannya silakan yang mau berdiskusi dan sampai jumpa di postingan berikutnya.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Loading...