Youtube

PEMERINTAHAN ORDE BARU | PERKEMBANGAN DAN BERAKHIRNYA

Captur

Latar belakang lahirnya pemerintahan orde Baru
Peristiwa G 30 S/PKI yang terjadi telah menurunkan kepercayaan masyarakat kepada pemerintah Indonesia dalam hal ini adalah presiden Soekarno,sehingga mahasiswa dan masyarakat dari berbagai pihak mulai membentuk kesatuan aksi seperti : KAMI, KAPI, KAPPI, dan KASI yang tergabung dalam front pancasila yang lebih dikenal dengan angkatan 66 untuk menghancurkan para pendukung G 30 S/PKI. Sehingga pada :
v Tanggal 12 januari 1966,kesatuan-kesatuan aksi ini berkumpul di halaman gedung DPR-GR untuk mengajukan Tritura ( tiga tuntutan rakyat) sebagai berikut :
· Bubarkan PKI berserta ormas-ormasnya
· Bersihkan kabinet Dwikora
· Turunkan harga barang
v Tanggal 15 januari 1966 diadakan sidang paripurna kabinet Dwikora di Istana Bogor
v Tanggal 21 Februari 1966,presiden Soekarno mengumumkan perubahan kabinet ,dari kabinet Dwikora menjadi kabinet seratus Menteri.Ternyata perubahan itu tidak memuaskan hati rakyat karena banyak tokoh yang diduga terlibat dalam peristiwa G 30 S/PKI masih bercokol dalam kabinet tersebut
v Tanggal 24 Februari 1966 pelantikkan kabinet,mahasisiwa,pemuda dan pelajar memenuhi jalan-jalan menuju istana merdeka mereka menolak pelantikan tersebut sehingga terjadilah bentrokkan antara pasukan Cakrabirawa dengan para demonstran yang menyebabkan gugurnya Arief Rahman Hakim ( Mahasiswa UI ).Hal ini menyebabkan mahasiswa menuntut pertanggungjawab presiden Soekarno.Akibatnya presiden Soekarno membubarkan KAMI dan menutup Universitas Indonesia.
Dengan Surat Perintah Sebelas Maret (Supersemar) yang ditetapkan dalam TAP MPRS NO IX/MPRS 1966 Soeharto mengatasi keadaan yang tidak menentu dan sulit terkendali itu.Dengan berkuasanya Soeharto sebagai pemegang tampuk pemerintahan di negara Republik Indonesia sebagai pengganti Soekarno maka dimulailah babak baru yaitu sejarah Orde Baru. Pada tanggal 20 Februari 1967 berdasarkan TAP MPRS NO XXXIII/MPRS/1966 yang diketuai oleh A.H Nasution dalam Sidang Istimewa mencabut kekuasaan pemerintahan negara dari presiden Sorkarno dan pada tanggal 27 Maret 1968 MPRS mengangkat Letjen Soeharto sebagai presiden RI yang ditetapkan dalam TAP MPRS NO XLIV/MPRS/1968.Sebagai pemegang mandat baru dalam pemerintahan Indonesia,Soeharto membentuk kabinet yang dinamakan kabinet Ampera. Tugas kabinet ini dikenal dengan Dwi Dharma yaitu : stabilitas politik dan stabilitas ekonomi. Sedangkan program kerja dari kabinet Ampera lebih dikenal dengan Catur Karya Yaitu :
· Memperbaiki kehidupan rakyat terutama di bidang sandang dan pangan
· Melaksanakan pemilu yang tercantum dalam batas waktu seperti yang tercantum dalam ketetapan MPRS NO IX/MPRS/1966 yakni 5 Juli 1968 .
· Melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif.
· Melanjutkan perjuangan anti imperialisme dan kolonialisme
1. Kronologis munculnya Orde Baru
1. 30 September 1965 pemberontakan PKI
2. 11 Maret 1966,Letjen Soeharto menerima Supersemar dari presiden Soekarno untuk melakukan pengamanan
3. 12 Maret 1966, Soeharto mengumumkan pembubaran PKI dan menyatakan sebagai organisasi terlarang,yang ditetapkan dalam TAP MPRS No XXV/MPRS/1966
4. 18 Maret 1966 Soeharto mengamankan 15 orang Menteri yang diduga terlibat dalam gerakan 30 September 1965,menunjuk beberapa orang Menteri untuk mengisi pos-pos yang kosong dan membersihkan lembaga legislatif dari unsur-unsur PKI mulai dari pimpinan MPRS dan DPR-GR.
5. 20 Juni samapi 5 Juli 1966 diadakan sidang umum MPRS yang menghasilkan 24 ketetapan.Dalam sidang ini juga MPRS menolak [idato pertanggungjawab Presiden Soekarno yang berjudul Nawaksara ( sembilan pasal) sebab pidato presiden tersebut tidak menyinggung masalah pemberontakan 30 September 1965
6. 25 juli 1966 membentuk kabinet Ampera
7. 20 Februari 1967, Soekarno menyerahkan kekuasaan pemerintahan kepada Soeharto
8. 7- 12 Maret 1967, diadakan sidang istimewa MPRS.Dalam sidang istimewa ini yang diketuai oleh A.H Nasution mencabut mandat atas seluruh kekuasaan pemerintahan dari Presiden Soekarno dan penyerahan kekuasaan dari Soekarno kepada Soeharto tanggal 20 Februari 1967 dikukuhkan dalam Tap MPRS No XXXIII/MPRS/1967
9. 27 Maret 1968, Jenderal Soeharto dilantik menjadi presiden kedua sekaligus menjadi masa awal mula lahirnya era Orde Baru ( 27 Maret 1968- 1973 ) yang terdapat dalam Tap MPRS No XLIV/MPRS/1968
Pengertian Orde Baru
Orde Baru adalah tatanan seluruh kehidupan rakyat bangsa dan negara yang diletakkan pada kemurnian pelaksanaan pancasila dan UUD 1945 atau sebagai koreksi terhadap penyelewengan-penyelewengan yang terjadi pada masa lampau.Landasan perjuangan dari Orde Baru adalah : landasan ideal/pancasila.landasan konstitusional/UUD 1945 dan landasan operasional / TAP MPRS/MPR..
3. Ciri-ciri pokok pemerintahan Orde Baru
· Melaksanakan pembangunan di segala bidang
· Mengadakan penataran P4
· Mencanangkan pancasila sebagai asas tunggal
· Adanya dwi fungsi ABRI
· Pemerintahan yang ditaktor tetapi aman dan damai
· Tindak korupsi merajalela
· Tidak ada kebebasan berpendapat
· Pancasila terkesan sebagai ideologi tertutup
· Pertumbuhan ekonomi yang berkembang pesat
· Politik sentralisasi
· Ikut sertanya militer dalam pemerintahan
· Indonesia didaftarkan lagi menjadi anggota PBB
· Munculnya gerakan wajib belajar dan gerakan Nasional orang tua asuh
· Dibukanya kesempatan bagi investor asing untuk menanamkan modal asing
· Adanya kesenjangan sosial yang menyolok antara yang kaya dan yang miskin
4. Kebijakan pemerintah Orde Baru
Dalam bidang ekonomi untuk mengatasi krisis dan kemerosotan ekonomi adalah :
· Menerapkan anggaran belanja berimbang (Balanced budget).Fungsinya adalah untuk mengurangi salah satu penyebab terjadinya inflasi
· Menerapkan kebijakan penundaan pembayaran utang luar negeri serta berusaha untuk mendapatkan pembiayaan/kredit luar negeri baru
· Menerapkan kebijakan penanaman modal asing untuk membuka kesempatan bagi investor luar negeri untuk turut serta dalam pasar dan perekonomian Indonesia
· Dilaksanakan kebijakan transmigrasi dan keluarga berencana
· Pengeksploitasian sumber daya alam secara besar-besaran
Dalam bidang sosial politik yang dilakukan oleh Soeharto adalah : fusi partai politik berdasarkan UU no 3 tahun 1975 :
· Partai Demokrasi Indonesia ( PDI ) yang merupakan gabungan dari PNI,Parkindo,Partai katolik,partai Murba dan ikatan pendukung kemerdekaan Indonesia ( IPKI)
· Partai persatuan pembangunan ( PPP ) yang merupakan gabungan dari NU,Partai Muslim dan PSII
· Golongan karya, yang terdiri dari berbagai organisasi profesi seperti : buruh,pemuda,nelayan,seniman dan ormas.
5. Peristiwa-peristiwa politik penting pada masa Orde Baru
· Mengakhiri konfrontasi dengan Malaysia
· Kembali menjadi anggota PBB
· Pendirian ASEAN 8 Agustus 1968 yang ditandai dengan ditandatanganinya Deklarasi Bangkok
· Integrasi Timor-Timur ke dalam wilayah RI
· Hubungan Indonesia dengan negara-negara blok Timur menjadi dingin
· Hubungan Indonesia dengan negara-negara blok Barat semakin membaik dengan tujuan untuk mendapat bantuan dana untuk pembangunan.
6. Proses menguatnya peran negara pada masa Orde Baru
Sejak pemerintahan Orde Baru berkuasa telah banyak perubahan yang dicapai oleh bangsa Indonesia baik itu dalam bidang industri,ekonomi dan media komunikasi .Pemerintah Orde Baru berusaha meningkatkan peran negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.Oleh karena itu langkah yang dilakukan oleh pemerintah Orde Baru adalah menciptakan stabilitas politik dan stabilitas ekonomi,dengan program yang dibebankan oleh MPRS kepada kabinet Ampera ( lihat Catur karya) dan program kerja dari kabinet Ampera ( Catur Karya ).Menguatnya peran negara pada masa Orde Baru juga tidak terlepas dari kebijakan –kebijakan yang dibuat oleh pemerintah yang ditentukan oleh 3 hal yaitu :
· Militer, dilakukan dengan cara memperbaiki kinerja angkatan Darat
· Budaya ( Golkar),dilakukan dengan cara menyebarkan organisasi-organisasi turunan Golkar ke seluruh pelosok Indonesia
· Ekonomi, dilakukan dengan cara menambah jumlah dana bantuan luar negeri
· Selain itu juga tidak terlepas dari strategi agregasi yang diterapkan oleh Soeharto yaitu sistem Reward and Punishment ( hadiah dan hukuman )
7. Dampak revolusi hijau dan industrialisasi pada masa Orde Baru
Revolusi hijau adalah revolusi produksi biji-bijian dari hasil penemuan ilmiah berupa benih unggul baru dari berbagai variates gandum,padi dan jagung yang membuat hasil panen komoditas tersebut meningkat di negara-negara berkembang. Revolusi hijau didasari oleh adanya masalah yang diakibatkan oleh pertambahan jumlah penduduk yang pesat.Peningkatan jumlah penduduk harus diimbangi dengan peningkatan produksi pertanian,sebab menurut Thomas Robert Malthus pertumbuhan penduduk mengikuti deret ukur sedangkan peningkatan produksi mengikuti deret hitung. Perang Dunia I juga telah menghancurkan lahan pertanian di negara-negara Eropa,hal ini tentu mengancam produksi pangan,maka untuk mengatasi masalah tersebut,para pengusaha Amerika berupaya mengembangkan pertanian guna mencukupi kebutuhan pangan dengan melaksanakan penelitian.Penelitian disponsori oleh Ford and Rockefeller Foundation dibeberapa negara berkembang seperti Meksiko,Filipina, India dan Pakistan.Dalam penelitian itu mereka mencari berbagai varietas tanaman biji-bijian terutama beras dan gandum yang diproduksi dalam jumlah yang besar.Oleh sebab itu berbagai upaya meningkatkan produksi pertanian terus digalakkan melalui :
· Pembukaan lahan pertanian baru
· Mekanisasi pertanian
· Penggunaan pupuk-pupuk baru
· Mencari metode yang tepat untuk memberantas tanaman hama
Revolusi hijau telah membawa perubahan pada beberapa negara secara menakjubkan yang telah berhasil melipatgandakan panen gandum dalam waktu enam bulan.Upaya yang ditempuh dalam revolusi hijau itu mendapat sambatan baik dari para petani terutama para petani dari negara-negara berkembang yang selalu mengalami kekurangan akan hasil pertanian seperti Indonesia.Oleh karena itu pemerintah Indonesia berupaya untuk meningkatkan produksi pertanian dengan berbagai cara baik melalui ekstensifikasi ( memperluas areal pertanian ) maupun intensifikasi ( penyuluhan,penelitian dan pencarian bibit unggul) dan diikuti dengan program transmgrasi maka kekurangan bahan makanan yang selama ini dialami telah berhasil diatasi .Bahkan ketika Indonesia mengalami krisis ekonomi, semua sektor ekonomi dihatam krisis tetapi sektor pertanian dapat bertahan dan menjadi pilar penyangga pertumbuhan ekonomi sehingga banyak orang yang beralih ke sektor agribisnis.
8. Hasil-hasil pembangunan pada pemerintahan Orde Baru
BERAKHIRNYA PEMERINTAHAN ORDE BARU DAN TERJADINYA REFORMASI
A. Pengaruh perang dingin terhadap Indonesia
Perang dingin adalah persaingan yang terjadi antara Amerika Serikat dengan Uni Soviet dalam hal ideologi,pengaruh,perlombaan senjata dan teknologi tetapi tidak secara langsung.
Perang dingin adalah perang dalam bentuk ketegangan sebagai perwujudan dari konflik-konflik kepentingan,supermasi,perbedaan ideologi dll antara blok Barat dan blok Timur.
Faktor-faktor penyebab terjadinya perang dingin adalah :
· Perbedaan paham,Amerika Serikat yang berpaham demokrasi kapitalis dengan Uni Soviet yang berpaham sosialis komunis
· Keinginan untuk berkuasa/perebutan pengaruh antara AS dan Uni Soviet di bidang politik,ekonomi dan militer
Perang dingin berdampak pada peta perpolitikan dunia.Negara-negara yang ada di dunia dibagi atas 3 kelompok yaitu :
· Negara-negara blok Barat
· Negara-negara blok Timur
· Negara-negara non blok
Posisi Indonesia yang strategis di percaturan dunia Internasional menyebabkan kedua negara besar (AS dan Uni Soviet) berusaha untuk menanamkan pengaruhnya di Indonesia.Oleh karena itu pemerintah Indonesia mengambil sikap tegas dengan melaksanakan politik luar negeri yang bebas aktif.Namun sejak tahun 1960an ketika Indonesia melaksanakan sistem pemerintahan demokrasi terpimpin,Indonesia mulai mengarahkan pandangan politik kepada negara-negara blok Timur dan pada negara-negara blok Barat lebih cenderung pada konfrontasi.Tetapi dengan peristiwa pemberontakan G 30 S/PKI yang diikuti dengan pergeseran kekuasaan dari pemerintahan Orde Lama ( Soekarno) ke Orde Baru (Soeharto) dimana komunis dinyatakan sebagai ajaran terlarang di Indonesia sehingga semua hubungan dengan negara-negara komunis diputuskan.
Dibawah pemerintahan Soeharto poltik luar negeri Indonesia lebih condong ke negara-negara blok Barat.Hal ini dilakukan dalam rangka mendapatkan pinjaman dana dari negara-negara Barat untuk memperbaiki ekonomi Indonesia dan melakukan pembangunan dalam bentuk Repelita.Dengan demikian politik luar negeri Indonesia hanya sebuah slogan belaka saja.
B. Peran lembaga keuangan Internasional dalam kebijakan ekonomi Indonesia di masa Orde Baru.
Lembaga-lembaga keuangan Internasional yang membantu bangsa Indonesia untuk memperbaiki perekonomian dan melakukan pembangunan adalah :
· IGGI ( Inter Governmental Group on Indonesia).yang beranggotakan AS,Kanada,Australia,Selandia Baru,Jepang,Inggris dan sejumlah negara Eropa Barat
· IBRD ( International Bank for Reconstruction and Development) / World Bank
· IMF ( Iternational Monetary Fund)
`Dana-dana bantuan yang didapat tersebut digunakan untuk :
· Memperbaiki perekonomian
· Membiayai pembangunan sarana dan prasarana yang menunjang kesejahteraan masyarakat
· Membiayai proyek pembangunan,seperti proyek listrik negara,pembangunan perumahan,pembangunan jalan,suplai air bersih dan infrastruktur yang menunjang kemajuasn perekonomian
· Untuk meredam laju inflasi yang meningkat di tahun 1965
C. Perkembangan modal asing setelah tahun 1965
Pada masa pemerintahan Orde Baru ,Indonesia berusaha meningkatkan taraf perekonomian bangsa Indonesia melalui berbagai bentuk pembangunan yang menunjang perkembangan ekonomian. Selain itu pemerintah Orde Baru berusaha menarik para investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.Dimana pemerintah Indonesia menerapkan prinsip keterbukaan bagi investor asing sehingga setelah tahun 1965 perkembangan penanaman modal asing di Indonesia meningkat pesat baik itu dibidang pertambangan,otomotif,barang elektronik dan perkebunan ( Erlangga hal 156-158)
D. Faktor penyebab munculnya Reformasi
Reformasi adalah perubahan yang radikal dan menyeluruh untuk perbaikan dalam
Suatu masyarakat atau negara dalam segala bidang.Reformasi menghendaki susunan /tatanan perikehidupan lama diganti dengan peri kehidupan baru secara hukum menuju perbaikan. Tujuan dari Reformasi adalah memperbaharui tatanan kehidupan bermasyarakat,berbangsa dan bernegara agar sesuai dengan nilai-nilai pancasila dan UUD 1945 baik dalam bidang politik,ekonomi dan hukum.Dasar filosofi reformasi adalah Pancasila.
Faktor-faktor penyebab munculnya tuntutan reformasi adalah ketidakadilan/krisis dalam
Politik,ekonomi dan hukum.
· Ketidakadilan/krisis dalam bidang politik seperti :
v Adanya korupsi,kolusi dan nepotisme
v Kebijaksanaan pemerintah didalam bidang politik selalu menguntungkan golkar dan merugikan partai politik lainnya
v Rasa tidak percaya kepada pemerintah Orba
v Adanya sekelompok mahasiswa yang menginginkan perubahan pembaharuan
v Adanya keinginan demokratisasi dalam kehidupan bernegara
v Jabatan presiden yang tidak terbatas
v Kekuasaan di zaman orde baru dibawa Soeharto otoriter,tertutup dan personal yang menumbuhkan hegemoni terhadap masyarakat
· Ketidakadilan/krisis dalam bidang ekonomi seperti :
v Krisis mata uang rupiah terhadap dolar
v Naiknya harga barang kebutuhan sehari-hari yang tidak terkendali
v Sulitnya mendapatkan barang kebutuhan pokok
v Rusaknya perbankan terutama banyaknya kredit macet yang membebani keuangan negara yang kemudian banyak bank yang dilikuidasi
v Meningkatnya hutang luar negeri Indonesia
v Penyimpangan pasal 33 UUD 1945
v Pola pemerintahan yang sentralisasi
· Ketidakadilan /krisis dalam bidang hukum : pada masa Orde Baru,dibidang hukum banyak terjadi ketidakadilan,pengadilan sulit mewujudkan keadilan bagi rakyat.Reformasi menghendaki penegakan hukum secara adil bagi semua pihak sesuai dengan prinsip negara hukum. Ketidakadilan dalam bidang –bidang tersebut menimbulkan krisis kepercayaan /ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan ketidakpercayaan luar negeri terhadap Indonesia.
E. Reformasi
Gerakan reformasi yang terjadi di Indonesia pada tahun 1998 merupakan suatu gerakan untuk mengadakan pembaharuan dan perubahan terutama perbaikan dalam bidang politik,sosial,ekonomi dan hukum.Situasi politik dan kondisi ekonomi Indonesia yang semakin tidak terkendali,rakyat Indonesia menjadi semakin kritis dan menyatakan bahwa pemerintah Orba tidak berhasil menciptakan kehidupan masyarakat yang makmur,adil dan sejahtera berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Oleh karena itu munculnya gerakan reformasi bertujuan untuk memperbaharui tatanan kehidupan bermasyrakat,berbangsa dan bernegara agar sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945.Beberapa agenda reformasi yang disuarakan para mahasisiwa antara lain :
· Adili Soeharto dan kroni-kroninya
· Amandemen UUD 1945
· Penghapusan Dwi fungsi ABRI
· Otonomi daerah yang seluas-luasnya
· Supremasi hukum
· Pemerintahan yang bersih dari KKN
Gerakan reformasi juga menuntut pembaharaun lima paket undang-undang politik yang dianggap menjadi sumber ketidakadilan diantaranya :
· UU No 1 tahun 1985 tentang pemilu
· UU No 2 tahun 1985 tentang susunan,kedudukan,tugas dan wewenang DPR/MPR
· UU No 3 tahun 1985 tentang partai politik dan golongan karya
· UU No 5 tahun 1985 tentang Referendum ?
· UU No 8 tahun 1985 tentang organisasi massa ?
F. Kronologi jatuhnya pemerintahan Orde Baru
Tanda –tanda akan jatuhnya pemerintahan Orde Baru dapat dilihat dari dua sudut pandang yaitu krisis moneter Asia 1997 dan tingginya tingkat KKN didalam tubuh pemerintahan.Secara kronologis jatuhnya pemerintahan Orde Baru pada bulan Mei 1998 sebagai berikut :
· Tanggal 1 Mei 1998,presiden Soeharto menyatakan reformasi setelah tahun 2003,yang disampaikan melalui Mendagri R.Hartono “ kalau ada keinginan reformasi dibidang politik,silahkan mempersiapkan diri setelah tahun 2003
· Tanggal 2 Mei 1998, reaksi keras mahasiswa. Melihat gelagat pemerintah yang tidak mau menggubris keinginan mahasisiwa untuk melakukan reformasi,mahasiswa semakin menjadi-jadi melakukan demonstrasi
· Tanggal 9 Mei 1998,Presiden Soeharto bertolak ke Kairo.Sebelum berangkat ke Kairo untuk menghadiri KTT G-15 ke 8,ia memberikan penjelasan kepada pers bahwa kepergiannya ke luar negeri untuk memenuhi tugas konstitusional.Saya bukan tidak mengetahui hal didalam negeri.Saya mengetahui keperihatinan rakyat.
· Tanggal 11 Mei 1998 presiden Soeharto berbicara tentang krisis di KTT G-15.
Presiden Soeharto menjadi pembicara pertama yang mewakili negara-negara Asia.Menurutnya krisis yang berlangsung sejak pertengahan 1997 belum menunjukkan tanda-tanda berakhirnya.Krisis Asia membawa dampak yang sangat luas,bukan saja dibidang ekonomi,tetapi juga di bidang sosial dan bahkan dibidang politik.
· Tanggal 12 Mei 1998, tragedi di Kampus Trisakti.Aparat keamanan menembak 4 mahasiswa Trisakti yaitu : Elang Mulya Lesmana,Hafidin Royan,Hendriawan dan Hari Haryanto,mereka kemudian dinobatkan sebagai pahlawan reformasi.
· Tanggal 13 Mei 1998, mahasisiwa dari berbagai perguruan tinggi datang ke kampus Trisakti untuk menyatakan turut berdukacita/berkabung
· Tanggal 14 Mei 1998,pernyataan lengser presiden Soeharto dari Kairo.Saat berdialog dengan masyarakat Indonesia di Mesir,Presiden Soeharto menyatakan “kalau saya tidak lagi diberi kepercayaan silahkan.Karena saya juga sudah menyatakan sejak dulu ,kalau sudah tidak diberi kepercayaan ,saya tidak akan mempertahankan kekuasaan dengan kekuatan senjata.Kalau sudah tidak dipercaya rakyat saya akan menjadi Pandito.Saya akan mendekatkan diri kepada Tuhan,memimpin anak-anak menjadi orang yang baik.
· Tanggal 15 Mei 1998.Presiden kembali dari Kairo
· Tanggal 16 Mei 1998 . Rencana Reshuffle kabinet,yang disampaikan oleh ketua DPR/MPR Harmoko kepada pers dengan maksud untuk menciptakan kabinet yang lebih tangguh dan kuat.Warga Asing yang ada di Indonesia berbondong-bondong pulang ke negara mereka.
· Tanggal 17 Mei 1998. Gerakan kebangkitan Nasional 20 Mei.Rencana akan terjadinya pengerahan massa di Monas Jakarta pada peringatan hari Kebangkitan Nasional pada 20 Mei.
· Tanggal 18 Mei 1998. Mahasisiwa tolak reshuffle, dan tuntut Soeharto mundur
· Tangggal 19 Mei 1998 mahasiswa menduduki gedung DPR/MPR
· Tanggal 21 Mei 1998. Hari kamis Presiden Soeharto menyatakan berhenti dari jabatannya sebagai presiden/ lengser
Naskah pengunduran dirinya berjudul “pernyataan berhenti sebagai presiden RI” yang ditulis oleh Yusril Ihza Mahendra.Setelah pengunduran diri Soeharto,Mahkamah Agung langsung melantik wakil presiden Baharuddin Jusuf Habibie sebagai presiden yang baru.Hal ini sesuai dengan pasal 8 UUD 1945 yang berbunyi “jika presiden mangkat,berhenti,diberhentikan atau tidak dapat melakukan kewajibannya dalam masa jabatannya,ia diganti oleh wakil presiden sampai habis masa jabatannya.
Dengan demikian maka berakhirlah pemerintahan Orde Baru / Soeharto yang telah berjalan selama 32 tahun 7 bulan dan 3 minggu di Indonesia.























































































































































0 Response to "PEMERINTAHAN ORDE BARU | PERKEMBANGAN DAN BERAKHIRNYA "

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel