Penelitian Sejarah | Materi sejarah peminatan Kd 3.7

Penelitian Sejarah | Materi sejarah peminatan Kd 3.7

 

Halo salam Jasmerah...jumpah lagi di postingan duniasejarah25 kali ini saya akan menyajikan materi kelasyakni tentang Langkah penelitian sejarah (bertanya, menentukan dan mencari sumber, kritik sumber, validasi informasi, interpretasi, rekonstruksi dan penulisan)langsung saja silakan dicermati materi yang di sajikan dibawah ini kalau ada yang kurang silahkan coment dibawah...😃😃😀
Berikut ini Soft Filenya: Penelitian Sejarah

PENELITIAN SEJARAH 
Penelitian (riset) adalah suatu proses investigasi yang dilakukan dengan aktif, tekun,sitematis, yang bertujuan menemukan, menafsirkan dan mewarisi fakta sehingga tercapai pengetahuan yang Lebih mendalam mengenai sutu peristiwa, tingkah laku, teori atau hukum.
Penelitian sejarah adalah proses mengkaji secara sistematis sutu peristiwa masa lalu dalam rangka mendapatkan pengetahuan dan pemahaman yang mendalam serta makna dari peristiwa itu. Dalam upaya mendapatkan pemahaman dan makna dari peristiwa masa lalu sejarawan melakukan apa yang disebut penlitian sejarah.                             
a.Penelitian lapangan
Yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara  :
1. Datang langsung ke tempat terjadinya peristiwa  sejarahatau ke tempat diketemukan benda-benda  bersejarah
2. Apabila peninggalan bersejarah sudah tersimpan di museum, berarti melakukan  penelitian ke       museum
3. Apabila para pelaku dan saksi sejarah masih hidup, berarti melakukan wawancara  terhadap pelaku sejarah tersebut
b. Penelitian Kepustakaan ( Penelitian Dokumenter )
Yaitu penelitian yang dilakukan dengan cara mengumpulkan data tertulis, baik yang  disimpan di
 museum,  perpustakaan, kronik, naskah-naskah, surat  kabar dan lain-lain.
2. Tiga sifat penulisan sejarah lisan
Disamping itu sifat penulisan sejarah adalah dapat dijelaskan sebagai berikut:
1. Penulisan sejarah bersifat fakta artinya semua yang diuraikan dalam sejarah selalu dilandasi oleh adanya   fakta yang ada.
2. Penulisan sejarah bersifat diakronis artinya penulisan sejarah selalu mengutamakan uraian dengan dimensi waktu. Mislanya yang diteliti peristiwa sejarah pada masa Hindu, maka membahasnya hanya pada masa  Hindu  dan tidak menyionggung masa lainnya
3. Penulisan sejarah bersifat idealogis, unik dan empiris.
Idiologis artinya menggambarkan, menceritakan dan memaparkan fakta-fakta sejarah  sesuai dengan jamannya.  Unik artinya khas, hanya berlaku pada waktu tertentu dan di daerah tertentu Empiris artinya berrdasrkan pada pengalaman manusia yang sesungguhnya.
3.Langkah-langkah Penelitian Sejarah
Langkah peneltian sejarah disebutr juga metrode penelitian merupakan pedoman yang digunakan untuk meneliti suatu peristiwa sejarah. Langkah tersebut memperlihatkan kerja ilmiah. Dalam kontek  ilomu sejarah, metode penelitian itu juga disebut metode sejarah.
Langkah itu pada dasarnya diarahkan  untuk menjawab secara tuntas dan menyeluruh pertanyaan 5 W – 1H yaitu What (apa), When (kapan), Where (dimana), Who (siapa), Why (mengapa), How (bagaimana), dapat dijelaskan sebagai berikut :
1.Apa (peristiwa apa) yang terjadi ?
2.Kapan terjadinya peristiwa itu ?
3.Di Mana terjadinya peristiwa itu ?
4.Siapa saja yang terlibat dalam peristiwa itu dan apa hubungannya antar pelaku ?
5.Mengapa peristiwa itu terjadi ? Apa alatar belakangnya apa saja faktor pemicunya ?
6.Bagaimana proses terjadinya peristiwa itu ?
7.Apa dampak perisyiwa itu terhadap kehidupan manusia waktu itu ?
Langkah-langkah Penelitian sejarah menurut Kuntowijoyo sebagai berikut  :
1.Pemilihan Topik
2.Pemilihan Topik hendaknya memenuhi beberapa hal :
a.Unik, artinya topik yang dipilih mengundang rasa ingin tahu dan ketertarikan pembaca untuk membacanya.
b.Bernilai artinya permsalahan yang diteliti memiliki arti penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan pada akhirnya berguna bagi masyarakat.
c.Kesatuan artinya unsur yang dijadikan bahan penelitian mempunyai satu kesatuan ide.
d.Orisinal artinya topik yang dipilih merupakan sebuah  upaya untuk melakukan sebuah pembuktian barui  atas peristiwa yang sama.
e.Praktis artinya data yang dibutuhkan sesuai dengan kemampuan peneliti.
 Proses pemilihan topik seorang sejarawan harus memperhatikan kedekatan emosional dan kedekatan intelektual terhadap topik yang dipilih. Kedekatan emosional artinya peneliti suka  dan tertarik dengan topik yang dipilih.
2.Heuristik
yaitu usaha untuk mencari dan mengumpulkan sumber Sejarah baik sumber benda,  tulisan ataupun lisan. Heuristik meliputi tiga hal :
a.Corroboration yaitu membandingkan dokumen yang ada untuk menentukan apakah dokumen itu memberikan informasi yang sama, langkah ini untuk menguji keabsahan dan keaslian data dalam tahap verifikasi data.
b.Sourcing, yaitu mengidentifikasi penulis, tanggal, serta tempat dibuatnya dokumen.
c.Contextualization yaitu mengidentifikasi waktu dan tempat terjadinya peristiwa. 
Berdasar sumbernya data dapat dibagi menjadi dua :
1.Data primer yaitu wawancara langsung sumber pertama
dari pelaku atau saksi sejarah, dokumen asli, laporan atau catatan, foto, benda peninggalan, dan artefak.
2.Data sekundair yaitu ninformasi yang diperoleh dari buku teks, koran, majalah, ensiklopedi,   tinjauan peneliti dan referensi lain.
3.Verifikasi
maksudnya melakukan pemeriksaan atau pengujian terhadap kebenaran dari sumber  sejarah yang telah terkumpul  atau pemeriksaan terhadap kebenaranlaporan  terhadap  peristiwa sejarah. Verifikasi dapat dilakukan    dengan cara melaksanakan kritik sumber  yang dalam ilmu sejarah dapat dibedakan menjadi   :
a.Kritik intern
yaitu kritik terhdap kredibilitas/kepercayaan terhadap isi dari peninggalan sejarah. Misalnya isi prasasti, dokumen dll. 
Kritik intern dapat dilakukan melalui  : Penilaian intrinsic, Studi komparatif menggunakan akal sehat
b. Kritik ekstern 
yaitu kritik terhadap autentisitas/keakuratan dari sumber sejarah yang digunakan  Kritik ekstern dapatbdilakukan dengan cara  :
1.Tipologi yaitu cara penentuan ketuaan peninggalan sejarah berdasar bentuk benda   peninggalan itu.
2.Stratigrafi yaitu cara penentuan ketuaan peninggalan sejarah berdasar lapisan  tanah  tempat dimana benda tersebut ditemukan.
3.Kimiawi yaitu cara penentuan ketuaan peninggalan sejarah berdasar unsure kimia yang terkandung pada benda tersebut.
4.Menanyakan secara langsung terhadap tokoh-tokoh yang terlibat dalam perirtiwa sejarah tersebut.
3.Interpretasi
yaitu penafsiran terhadap suatu peristiwa atau memberikan pandangan teoritis terhadap suatu peristiwa  sejarah. Interpretasi dapat dilakukan melalui dua tahap  :
a.Analisis yaitu menguraikan berbagai fakta sejarah untuk  mengetahui keadaan yang  sebenarnya
b.Sintesis yaitu menyatukan berbagai fakta sejarah menjadi satu kesatuan yang selaras.
4.Historiografi 
yaitu penulisan sejarah dengan metode tertentu atau sesuai dengan norma dalam disiplin ilmu sejarah. Penulisan sejarah harus diupayakan seobyektif mungkin untuk  menghindari adanya penyimpangan. Namun demikian harus disadari oula unsure  subyektifitas dari penulis sejarah sangat sulit dihindari.
Kadar subyektifitas dalam penulisan sejarah ditentukan oleh beberapa factor antara lain:
1.sikap berat sebelah pribadi
2.adanya prasangka kelompok
3.adanya interpretasi yang berlainan tentang factor sejarah
4.adanya pandangan hidup yang berbeda tentang penggerak sejarah
4.Tiga bentuk penulisan sejarah
a.Penulisan Naratif
Cenderung berorientasi pada sumber sejarah sehingga  uraiannya lebih bersifat kronologis.
b.Penulisan Deskriptif hamper sama dengan naratif tetapi lebih detail dan komplek.
c.Penulisan Analitis, lebih berorientasi pada problem atau  masalah.
 

 Sekian postingannya silakan yang mau berdiskusi dan sampai jumpa di postingan berikutnya.😃😀😉😃

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel