PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN DAN ANCAMAN DISINTEGRASI

Capture

A. Perjuangan mempertahankan kemerdekaan di berbagai daerah
Dalam upaya menegakkan dan mempertahankan kemerdekaan ,bangsa Indonesia harus berhadapan dengan pihak Jepang,Sekutu dan Belanda.Sehingga terjadi pertempuran-pertempuran penting pada awal kemerdekaan Indonesia .Perjuangan untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia tidak saja dilakukan dengan kekuatan senjata saja tetapi dengan cara diplomasi juga.
1. Perjuangan bersenjata dalam usaha mempertahankan kemerdekaan Indonesia .
Setelah Jepang menyerah kepada sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945,maka sekutu menugaskan kepada Jepang agar tetap mempertahankan daerah-daerah yang semula dikuasai oleh Jepang.Pada tanggal 29 september 1945 sekutu mendarat di Indonesia ( Jakarta) dengan komando khusus yang diberi nama AFNEI di bawah pimpinan Philip Christison dengan tugas sebagai berikut :
· Menerima penyerahan kekuasaan dari pihak Jepang
· Membebaskan para tawanan perang dan interniran sekutu
· Melucuti dan mengumpulkan orang Jepang untuk dipulangkan
· Menegakkan dan mempertahankan keadaan damai untuk selanjutnya diserahkan kepada pemerintah sipil
· Menghimpun keterangan tentang penjahat perang dan menuntut mereka didepan pengadilan sekutu
Kedatangan sekutu semula disambut dengan sikap terbuka oleh pihak Indonesia,akan tetapi setelah diketahui pasukan sekutu membawa NICA yang hendak menegakkan kembali kekuasaan Hindi Belanda maka sikap bangsa Indonesia mulai berubah menjadi curiga dan permusuhan dengan pihak sekutu.
Dalam upaya menegakkan dan mempertahankan kemerdekaan ,bangsa Indonesia harus berhadapan dengan pihak Jepang,sekutu dan Belanda.sehingga terjadi pertempuran-pertempuran penting seperti :
v Pertempuran Surabaya 10 November 1945.
Berawal dari tewasnya Brigadir Jenderal Mallaby di gedung Internatio jembatan merah,hal ini membuat sekutu marah sehingga Mayjend E.C.Mansergh ( pengganti Mallaby ) mengeluarkan ultimatum yang meminta pemimpin bangsa Indonesia harus menyerahkan senjata dan bendera merah putih.Rakyat Surabaya dibawah pimpinan Bung Tomo dan Gubernur Surabaya Suryo menolak ultimatum tersebut serta mulai bersiap-siap menghadapi gempuran sekutu,akibatnya Surabaya pada tanggal 10 November 1945 digempur oleh pasukan sekutu dari laut,darat dan udara.Untuk melambangkan kepahlawanan bangsa Indonesia maka peristiwa 10 November diabadikan sebagai hari pahlawan.
v Pertempuran Ambarawa-Magelang
Diakibatkan karena pembebasan secara sepihak oleh NICA terhadap interniran Belanda di Magelang dan Ambarawa,sehingga terjadi insiden antara TKR dengan pasukan gabungan sekutu-Inggris dan NICA yang menyebabkan gugurnya Letkol Isdiman.Kepemimpinan diserahkan kepada Soedirman, dan akhirnya tanggal 15 Desember 1945 pasukan Indonesia berhasil menghalau sekutu .Peristiwa ini dikenal dengan nama palagan Ambarawa,untuk mengenang jasa Letkol Isdiman namanya diabadikan menjadi nama museum yaitu museum Isdiman.Tanggal 15 Desember diperingati sebagai hari Infantri.
v Pertempuran Medan Area
Berawal dari kedatangan pasukan sekutu dibawah pimpinan Birgadir Jenderal T.E.D.Kelly yang diikuti oleh pasukan NICA sehingga menimbulkan konflik dengan para pemuda setempat.Insiden pertama terjadi ketika seorang Belanda merampas dan menginjak lencana merah putih seorang pemuda Indonesia.Para pemuda yang mendengar peristiwa itu kemudian menyerang hotel tempat tinggal orang Belanda tersebut.Aksi perlawanan terhadap Belanda kemudian meluas ke kota-kota sekitarnya.Sementara itu Kelly mengeluarkan ultimatum agar pemuda medan menyerahkan senjatanya kepada sekutu dan pada tanggal 1 Desember 1945 pihak sekutu-Inggris memasang papan yang bertuliskan “fixed BoundariesMedan Area dipinggiran kota dan sejak itu istilah Medan Area menjadi terkenal.Kota Medan dipertahankan oleh Ahmad Tahir untuk mempertahankan kemerdekaan
v Peristiwa Bandung Lautan Api
Pasukan sekutu memasuki Bandung dan menuntut agar rakyat menyerahkan senjata yang diperoleh dari tangan Jepang.tanggal 21 November 1945 tentara sekutu mengeluarkan ultimatum yang berisi bahwa selambat-lambatnya tanggal 29 November 1945 kota Bandung bagian Utara harus dikosongkan tetapi tidak diindahkan oleh pemuda dan rakyat Bandung,sehingga sering terjadi insiden-insiden dengan sekutu.Untuk kedua kalinya sekutu mengeluarkan ultimatum 23 Maret 1946 yang meminta agar Bandung selatan dikosongkan (seluruhnya ).
Menanggapi ultimatum tersebut TRI Bandung menerima perintah dari Jakarta agar kota Bandung dikosongkan tetapi markas TRI Yogyakarta meminta agar Bandung tetap dipertahankan.Akhirnya rakyat Bandung mematuhi perintah dari Jakarta,namun sebelum meninggalkan kota Bandung rakyat mengadakan penyerangan dan membumihanguskan Bandung bagian selatan dengan tujuan agar pos-pos penting dan tempat-tempat vital tidak dapat dipergunakan oleh pihak lawan.peristiwa ini menyebabkan Mohammad Toha tewas ketika meledakan gudang mesiu milik NICA.Peristiwa ini dikenal dengan Bandung Lautan Api
v Peristiwa Merah Putih di Manado
Berawal dari para pemuda dan pejuang Indonesia melakukan perebutan kekuasaan dan berhasil menawan 600 pasukan dan pejabat Belanda (14 Februari 1946).Tanggal 16 Februari 1946 para pemuda dan pejuang Indonesia mengeluarkan selebaran bahwa seluruh Menado telah berada ditangan bangsa Indonesia dan bendera merah putih dikibarkan diseluruh pelosok Minahasa selama 1 bulan.Gubernur Sulsel Dr.Sam.Ratulangi yang bertugas untuk memperjuangkan keamanan dan kedaulatan rakyat Sulawesi membuat petisi yang ditandatangani oleh 540 pemuka masyarkat Sulawesi yang menyatakan bahwa seluruh rakyat Sulawesi tidak dapat dipisahkan dari RI.Karena petisi itu maka ia ditangkap dan dibuang ke Serui ( Irian )
v Pertempuran Margarana
Berawal dari kedatangan Belanda di Bali.dan Belanda mengajak Letkol I Gusti Ngurah Rai untuk ikut dalam rapat pembentukan negara boneka yang meliputi wilayah Indonesia Timur namun ditolak.Ngurah Rai juga menyatakan bahwa Bali bergolak karena kedatangan pasukan Belanda,apabila menginginkan Bali aman dan damai Belanda harus angkat kaki dari pulau Bali.Kemudian Ngurah Rai melakukan serangan terhadap markas Belanda dan mendapat kemenangan,kemudian Belanda melakukan serangan balik dan I Gusti Ngurah Rai beserta seluruh pasukannya gugur dalam perang itu.Peristiwa ini dikenal dengan perang puputan Margarana yang selalu diperingati sebagai hari pahlawan Margarana oleh rakyat Bali.
v Pertempuran 5 hari di Semarang (15-20 oktober 1945)
Peristiwa ini diawali dengan adanya desas-desus bahwa cadangan air minum di Candi diracun oleh Jepang.Untuk membuktikan kebenarannya Dr.Karyadi melakukan pemeriksaan pada saat melaukan pemeriksaan ia ditembak oleh Jepang dan gugur.Untuk mengenang peristiwa tersebut di Semarang didirikan Tugu Muda untuk mengenang jasa dr.Karyadi diabadikan menjadi nama sebuah RSU di Semarang.
2. Perjuangan Diplomasi dalam usaha mempertahankan kemerdekaan
Perlawanan hebat dari rakyat dan pemuda Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan menyebabkan Inggris menarik suatu kesimpulan bahwa sengketa antara Indonesia dan Belandatidak mungkin dapat diselesaikan dengan kekuatan senjata ,melainkan dengan cara diplomasi,yaitu :
v Perundingan Linggarjati : delegasi Indonesia dipimpin oleh Sutan Syahrir.delegasi Belanda dipimpin oleh Prof.Schermerhorn dan Inggris sebagai penengah yang diwakili oleh Lord Killearn.Isi dari persetujuan Linggarjati adalah :
· Belanda mengakui secara de facto kekuasaan RI atas Sumatera,Jawa dan Madura
· Indonesia dan Belanda bersama-sama membentuk negara federasi bernama negara Indonesia Serikat
· RIS dan Belanda akan membentuk Uni Indonesia-Belanda yang diketuai oleh Ratu Belanda.
Setelah naskah persetujuan ini ditandatangani maka muncul pro dan kontra dalam masyarakat Indonesia yang mengakibatkan PM Sutan Syahrir menyerahkan mandatnya kepada Presiden.Hubungan antara Indonesia –Belanda juga semakin memburuk,maka pada tanggal 21 Juli 1947 Belanda melancarkan agresi militernya yang pertama.Agresi ini mendapat simpati dan reaksi keras dari dunia Internasional.Pemerintah India dan Australia mendesak agar masalah Indonesia segera dibicarakan dalam sidang Dewan Keamanan PBB. Tanggal 1 Agustus 1947 Dewan Keamanan PBB memerintahkan kepada kedua belah pihak agar mengadakan gencatan senjata.Lebih lanjut DK-PBB membentuk suatu komisi jasa-jasa baik yang kemudian dikenal dengan Komisi Tiga Negara (KTN) yang beranggotakan : Australia yang dipilih oleh Indonesia yang diwakili oleh Richard Kirby,Belgia yang dipilih oleh Belanda yang diwakili oleh Paul Van Zeeland sedangkan Amerika sebagai penengah yang diwakili oleh Dr.Frank Graham.Yang kemudian membawa Indonesia ke meja Perundingan.
v Perundingan Renville
Dilaksanakan pada tanggal 8 Desember 1947 diatas geladak kapal milik angkatan laut Amerika Serikat yang bernama U.S.S Renville yang dipimpin oleh Herremans wakil Belgia di KTN.Isi persetujuan Renville adalah :
· Wilayah RI diakui berdasarkan garis demarkasi Van Mook,sebagai batas wilayah Indonesia-Belanda ( Sumatera,Jateng,yogyakarta dan sebagian kecil Jabar)
· Akan dibentuk NIS dimana Republik Indonesia merupakan bagian dari RIS
· TNI harus ditarik dari daerah kantong (daerah pendudukan Belanda) masuk ke daerah RI.Penarikan pasukan dari kantong-kantong gerilya dikenal dengan Hijrah.
· R IS mempunyai kedudukan sejajar dengan negeri Belanda dalam Uni Indonesia-Belanda.
Perjanjian ini ditandatangani oleh PM Amir Syarifuddin wakil Indonesia dan Abdul Kadir Widjojoatmodjo wakil dari Belanda.Setelah perundingan disepakati,Amir Syarifuddin baru menyadari bahwa perundingan tersebut dapat menjadi suatu jebakan dari Belanda terhadap bangsa Indonesia / bukan perundingan antara pihak Indonesia dengan Belanda tetapi perundingan antara bangsa Indonesia sendiri. Amir Syarifuddin meminta kepada presiden untuk membatalkan perundingan tersebut tetapi ditolak sehingga Amir Syarifuddin menyerahkan mandatnya kepada presiden dan diganti oleh Moh Hatta.Akibat dari perundingan Renville adalah :
Ø Wilayah RI semakin sempit
Ø Kabinet Amir Syarifuddin jatuh dan diganti oelh Moh Hatta
Ø Terjadi pemberontakan PKI Madiun 1948 yang memudahkan Belanda melancarkan agresi militer ke 2
Melihat situasi didalam negara RI yang sedang kacau,Belanda bermaksud untuk menghancurkan RI dengan kekuatan senjata karena Belanda masih ingin menguasai wilayah Indonesia.
Pada tanggal 19 Desember 1948 Belanda melancarkan agresi militer yang kedua. Tujuan dari agresi militer kedua adalah untuk menghilangkan negara RI sebab Belanda secara terang-terangan menyerang ibu kota Republik Indonesia di Yogyakarta dibawah pimpinan Jenderal Spoor. Kemungkinan Belanda melancarkan agresi militernya telah diperhitungkan oleh RI Indonesia,sehingga pemerintah RI telah mengambil langkah-langkah sbb:
Ø Presiden dan wakil presiden serta pejabat tinggi yang lain tetap berada di ibu kota Yogyakarta agar mudah ditemui oleh KTN,meskipun harus ditawan
Ø Presiden memberikan mandat kepada menteri kemakmuranSyafruddin Prawiranegara yang berada di Sumatera (Bukit Tinggi) untuk membentuk pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI),yang berusia 7 bulan dari tanggal 18 Desember 1948 s/d 13 Juli 1949 dengan basis kotanya selalu berpindah-pindah dari satu kota ke kota yang lain di kawasan Sumatera Barat.
Ø Apabila PDRI di Sumatera gagal ,diperintahkan kepada Mr.A.A.Maramis,L.N.Palar dan Dr.Sudarsono yang sedang berada di India untuk membentuk pemerintahan darurat di India /Pemerintahan pelarian
Ø TNI dibawah pimpinan Jenderal Soedirman pergi ke luar kota untuk melakukan perang gerilya.
Dalam agresi militer Belanda yang kedua ini,Belanda berhasil menduduki ibu kota RI yaitu Yogyakarta serta menawan presiden,wakil presiden dan sejumlah pejabat negara. Perkiraan Belanda dengan jatuhnya ibu kota Yogyakarta,maka habislah TNI.Tetapi TNI tidak hancur terbukti dengan atas ide dari Sri Sultan Hamengkubowono ke IX beliau mengajak TNI untuk bangkit membuktikan kepada dunia Internasional bahwa TNI masih mampu untuk mengalahkan Belanda dengan mengadakan serangan umum di Yogyakarta 1Maret 1949 yang dipimpin oleh Letkol Soeharto.Dalam pertempuran itu, ibu kota RI dapat dikuasai dalam waktu 6 jam.Arti penting serangan umum 1 Maret 1949 bagi bangsa Indonesia :
· Arti ke dalam adalah rakyat,pemerintah dan TNI mendukung perjuangan diplomasi, meninggikan moral TNI yang sedang bergerilya.
· Arti penting ke luar adalah menunjukkan kepada dunia bahwa TNI masih hebat,mampu melakukan ofensif ( serangan),TNI masih mampu mematahkan semangat Belanda yang dibuktikan dengan Yogyakarta dapat dikuasai TNI selama 6 jam ( jam 06.00-12.00).
Agresi militer Belanda kedua ini secara terang-terangan telah merobek perjanjian Renville di depan KTN (Komisi Tiga Negara).Agresi ini mendapat reaksi keras dari dunia Internasional.Negara-negara Asia atas prakarsa Birma(Myanmar) dan India kemudian diselenggarakan konfrensi Inter Asia untuk mendukung perjuangan Indonesia. Konferensi yang diadakan di New Delhi dari tanggal 20-23 Januari 1949 menghasilkan Resolusi New Delhil sebagai berikut :
§ Pengembalian pemerintah Republik Indonesia ke Yogyakarta
§ Penarikan tentara Belanda dari seluruh wilayah Indonesia
§ Penyerahan kedaulatan kepada pemerintah Indonesia paling lambat 1 Januari 1950
Dari pihak PBB menggantikan KTN menjadi UNCI ( United Nations Commission For Indonesia) yang kemudian mengantarkan Indonesia –Belanda ke meja perundingan.
v Perudingan Roem –Royen (7 Mei 1949)
Dalam perundingan ini Indonesia diwakili oleh Mr.Moh Roem dan Belanda diwakili oleh Dr.H.J.Van Royen.Isi persetujuannya lihat buku paket hal 63.Realisasi dari persetujuan Roem-Royen adalah sebagai berikut :
§ Penarikan tentara Belanda secara bertahap dari Yogyakarta
§ Pemerintah RI kembali ke yogyakarta 1 Juli 1949.Upacara penyerahan kembali mandat dari ketua PDRI kepada presiden Soekarno dilakukan dalam sidang istimewa kabinet Hatta di Yogyakarta pada tanggal 13 Juli 1949.
§ Presiden,wakil presiden dan pejabat tinggi negara yang ditawan kembali ke Yogyakarta
§ Jenderal Soedirman kembali ke Yogyakarta 10 Juli 1949.
Pada tanggal 22 Juni 1949 diselenggarakan perundingan segi tiga antara RI,BFO dan Belanda.Perundingan ini diawasi oleh PBB yang dipimpin oleh Chritchley yang menghasilkan 3 keputusan buku paket halaman 63 yaitu
§ pengembalian pemerintah RI ke Yogyakarta pada tanggal 24 Juni 1949
§ perintah penghentian perang gerilya
§ KMB akan dilaksanakan di Den Haag
Untuk menghadapi KMB,pemerintah RI perlu mengadakan persiapan-persiapan,antara lain dengan mengadakan konferensi bersama dengan BFO untuk menyatukan pandangan dan pendapat dalam menghadapi KMB kelak.Sehingga pada bulan Juli- Agustus diadakan konferensi inter Indonesia.Yang diadakan dalam dua tahap,tahap pertama dilaksanakan di wilayah RI yaitu Yogyakarta dan tahap kedua dilaksanakan di Jakarta wilayah pendudukan Belanda.Dalam konferensi ini diperlihatkan bahwa politik devide et impera Belanda untuk memisahkan daerah-daerah di luar wilayah RI mengalami kegagalan.Hasil dari konferensi inter Indonesia lihat buku paket hal 64.Setelah berhasil menyelesaikan masalahnya sendiri dalam konferensi inter-Indonesia maka bangsa Indonesia telah siap menghadapi KMB.Pada tanggal 4 Agustus 1949 pemerintah RI menyusun delegasi untuk menghadiri KMB (buku paket hal 64)
v Konferensi Meja Bundar ( KMB )
Diselenggarakan di Den Haag pada tanggal 23 Agustus-2 November 1949 dengan hasilnya lihat buku paket hal 64.Hasil-hasil keputusan KMB kemudian diajukan kepada KNIP dan dibahas dalam sidang KNIP tanggal 6-14 Desember 1949 dan hasilnya KNIP menerima hasil KMB.Tanggal 14 Desember 1949 diadakan pemilihan presiden RIS dengan calon tunggal Ir.Soekarno.Akhirnya Ir.Soekarno terpilih sebagai presiden RIS dan dilantik pada tanggal 17 Desember 1949 dan kabinet RIS yang pertama adalah kabinet yang dipimpin oleh Drs. Moh.Hatta yang dilantik pada tanggal 20 Desember 1949.Tanggal 23 Desember 1949 delegasi RIS berangkat ke Belanda untuk menandatangani akte penyerahan kedaulatan . Upacara penandatanganan akte penyerahan kedaulatan dilaksanakan pada tanggal 27 Desember 1949 di Belanda dan di Indonesia
Penyerahan kedaulatan di Belanda untuk pihak Belanda dihadiri oleh Ratu Juliana,PM DR.Willem Drees,Menteri seberang lautan A.M.J.A.Sasseu dan ketua delegasi Indonesia RIS Drs.Moh.Hatta sedangkan penyerahan kedaulatan di Jakarta dilakukan penandatanganan naskah penyerahan naskah kedaulatan oleh Sri Sultan Hamengkubowono IX dan wakil tinggi mahkota Belanda A.H.S.Lovink. Hasil dari KMB yaitu Belanda mengakui kedaulatan Indonesia dalam bentuk RIS,tettapi dalam kabinet RIS hanya 2 orang saja yang mendukung sistem federal di Indonesia yaitu Sultan Hamid II dan Anak Agung Gede Agung sebagian besar lebih mendukung NKRI.Sehingga pada tanggal 19 Mei 1950 diadakan persetujuan antara RIS dan RIuntuk mempersiapkan prosedur pembentukkan negara kesatuan.Pihak RIS diwakili oleh PM Moh.Hatta dan pihak RI diwakili oleh dr.Abdul Halim.Kemudian dibentuk panitia gabungan antara RIS dan RI untuk merancang UUD yang dipimpin oleh Prof.Dr.Soepomo dan tanggal 20 Juli 1950 berhasil meyelesaikan tugasnya.UUD negara Kestuan RI mengandung unsur-unsur UUD 1945 dan UUD RIS.Tanggal 14 Agustus 1945 rancangan UUD Negara Kesatuan RI diterima baik oleh senat dan parlemen RIS serta KNIP.dan tanggal 15 Agustus ditandatangani oleh presiden Soekarno menjadi UUDS 1950.Pada tanggal 17 Agustus 1950 dengan resmi RIS dibubarkan dan dibentuk negara kesatuan Republik Indonesia
v Peranan PBB pada masa perang kemerdekaan (1945-1950)
Ø Membentuk KTN atas usul dari India dan Australia yang berhasil mengantarkan Indonesia-Belanda ke meja perundingan Renville.
Ø Membentuk UNCI untuk menggantikan KTN yang berhasil membawa Indonesia-Belanda ke meja perundingan Roem Royen.Inti dari persetujuan ini yaitu kedua belah pihak menyatakan kesediaannya untuk berunding dalam Konferensi Meja Bundar di Den Haag
Ø Peranan PBB lainnya lihat dalam buku paket hal 66
v Merebut kembali Irian Barat
Cara yang ditempuh pemerintah Indonesia dalam rangka merebut Irian Barat adalah :
· Perjuangan diplomasi
Sudah dilakukan sejak kabinet pertama terbentuk namun tidak berhasil.Kabinet Ali Sastroamidjojo I pernah membawa ke Forum PBB namun tidak membuahkan hasil juga .Sehingga setelah pemilu 1955 Kabinet Ali Sastroamidjojo II membatalkan seluruh persetujuan yang termuat dalam KMB,dan pada ulang tahun proklamasi yang ke 11 (17 -08-1956) diresmikan pembentukkan propinsi Irian Barat dengan Ibu Kotanya Soa Siu di Tidoredan Zainal Abidin Syah diangkat menjadi gubernur..Tanggal 17 Agustus 1960 pemerintah RI memutuskan hubungan diplomatik dengan kerajaan Belanda.
· Konfrontasi ekonomi , yaitu dengan cara :
ü Aksi mogok yang dilakukan oleh para buruh yang bekerja di perusahaa-perusahaan Belanda
ü Pesawat terbang milik Belanda dilarang mendarat dan terbang diatas wilayah Indonesia
ü Pengambilalihan aset perusahaan milik Belanda di Indonesia.Hal ini semakin memperlemah kedudukan Belanda di Irian Barat.
· Konfrontasi militer /Tri Komando Rakyat ( TRIKORA)
Dalam rangka mempersiapkan kekuatan militer untuk merebut Irian Barat maka Indonesia mengirimkan misi ke Moskow sebanyak 3 kali dibawah pimpinan Menteri Keamanan Nasional/KASAD Jenderal Soedirman yang berhasil mengadakan perjanjian pembelian senjata.Tanggal 19 Desember 1961 presiden Soekarno mengeluarkan perintah yang dikenal dengan Trikora yang isinya (buku paket hal 69),yang realisasi dari Trikora adalah pembentukkan Komando Mandala pembebasan Irian Barat dengan Komandannya Mayjen Soeharto yang direncanakan dalam 3 fase yaitu fase infiltrasi,fase eksploitasi dan fase Konsolidasi.Tanggal 15 Januari 1962 terjadi pertempuran di laut Aru yang menyebabkan kapal Macan Tutul terbakar yang menyebabkan Komodor Yos Sudarso dan Kapten Wiratno gugur.Herlina adalah seorang sukarelawati yang diterjunkan di hutan belantara Irian Barat,yang mendapat penghargaan dari pemerintah RI berupa pending emas sehingga ia dikenal dengan sebutan Si pending Emas.Selanjutnya Republik Indonesiamenyiapkan operasi jaya wijaya untuk menghadapi Belanda tetapi sebelum operasi tersebut dilaksanakan terjadi penandatanganan persetujuan New York antara pemerintah Indonesia dan Belanda ( buku pket hal 70) Sebagai bagian dari perjanjian New York maka tahun 1969 Indonesia wajib menyelenggarakan penentuan pendapat rakyat (pepera) yang dilakukan dalam 3 tahap dan hasil dari pepera adalah masyarakat Irian Barat masih tetap menginginkan bersatu dengan Republik Indonesia.Hasil pepera dibawa ke Sidang Umum PBB tanggal 19 November 1969 dan SU PBB menyetujui dan menerima hasil pepera.Salah satu badan PBB yang dibentuk untuk meyelesaikan masalah Irian Barat adalah UNTEA.
B. PERJUANGAN MENGHADAPI PERGOLAKAN DALAM NEGERI
v Pemberontakan PKI Madiun 1948
Terjadi akibat dari perjanjian Renville yang dianggap sangat menguntungkan Belanda sehingga Amir Syarifuddin jatuh.Ia kemudian menyerahkan mandat dan menyusun kekuatan dalam Front Demokrasi Rakyat bersama denga Muso dan melakukan ofensif (serangan) terhadap pemerintah RI.Pemberontakan ini bertujuan untuk mendirikan Soviet Republik Indonesia yang ingin menggantikan dasar negara Pancasila dengan komunis.pemberontakan ini berhasil ditumpas oleh TNI dengan dibantu oleh rakyat,dimana Muso dan Amir Syarifuddin mati tertembak
v Gerakan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII)
Setelah perjanjian Renville maka pasukan TNI harus meninggalkan wilayah Jabar dan hijrah ke Jateng tetapi S.M Kartosuwiryo yang memimpin pasukan Hisbullah dan sabilililah tidak ikut hijrah.Kemudian ia membentuk gerakan darul Islam dan seluruh pasukannya dijadikan Tentara Islam Indonesia.Tujuannya adalah membentuk negara Islam Indonesia.Pemberontakan ini berhasil ditumpas dengan dilancarkan operasi Baratayudha dengan taktik pagar betis.Gerakan ini juga terjadi di :
· Jawa Tengah yang dipimpin oleh Amir Fatah yang berhasil ditumpas oleh pasukan khusus dengan nama Banteng Raiders
· Sulawesi Selatan yang dipimpin oleh Kahar Muzakar,diman ia menuntut agar anggota Komando Gerilya Sulawesi selatan (KGSS) dimasukkan dalam APRIS tetapi ditolak oleh Pemerintah RI karena ada ketentuan hanya yang memenuhi syarat yang dapat diterima akibatnya Kahar Muzakar dengan gerombolannya melarikan diri ke hutan dan mulai melakukan kerusuhan dan menteror rakyat.Pemberontakan ini berhasil ditumpas dengan melancarkan operasi militer dimana Muzakar dapat disergap dan ditembak mati
· Kalimantan Selatan dipimpin oleh Ibnu Hadjar dengan pasukannya yang dinamai Kesatuan Rakyat Yang tertindas,dimana ia melakukan penyerangan dan kekacauan ke pos-pos kesatuan tentara di Kalsel.Akhirnya Ibnu Hadjar dan pasukannya menyerahkan diri secara resmi dan dijatuhi hukuman mati
· Aceh dipimpin oleh Daud Beureueh,yang diakibatkan oleh rasa kekhawatiran akan hilangnya kedudukan dan perasaan kecewa karena diturunkannya kedudukan Aceh dari daerah istimewa menjadi Karesidenan di bawah propinsi Sumatera Utara.Sehingga Beureueh mengeluarkan maklumat yang menyatakan bahwa Aceh merupakan bagian dari Negara Islam Indonesia pimpinan Kartosuwiryo.Pemberontakan ini berhasil diselesaikan dengan Musyawarah Kerukunan Rakyat Aceh.
v Gerakan Angkatan Perang Ratu Adil (APRA)
Yang dipimpin oleh Kapten Raymond Westerling,akibat adanya pertentangan politik antara golongan federal yang ingin mempertahankan bentuk negara federal dengan golongan yang menginginkan bentuk negara kesatuan.Juga adanya tuntutan agar APRA diakui sebagai tentara pasundan dan menolak dibubarkannya negara Pasundan.Pemberontakan ini berhasil ditumpas oleh pasukan APRIS dengan jalan kekerasan.
v Gerakan Republik Maluku Selatan (RMS)
Dipimpin oleh Mr.Dr. Christian Robert Steven Soumokil ( mantan jaksa Agung Negara Indonesia Timur) yang tidak setuju atas terbentuknyanya NKRI.Sehingga ia memproklamasikan berdirinya RMS terlepas dari NIT dan RIS yang merupakan ancaman bagi keutuhan negaraRIS.Pemerintah berusaha menyelesaikan denga cara damai yaitu mengirim Dr.J. Laimena tetapi gagal sehingga pemerintah RIS memutuskan untuk melaksanakan ekspedisi militer dibawah pimpinan Kolonel A.E.Kawilarang dan berhasil dimana Soumokil berhasil ditangkap dan dijatuhi hukuman mati oleh Mahkamah Militer Luar Biasa.
v Gerakan pemerintah Revolusioner Republik Indonesia perjuangan Rakyat Semesta (PRRI/ Permesta)
Diakibatkan oleh pertentangan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah yang berpangkal pada masalah otonomi dan perimbangan keuangan/ ketidakpuasaan beberapa daerah di Sumatera dan Sulawesi terhadap alokasi biaya pembangunan dari pemerintah pusat.Sehingga terbentuklah dewan-dewan daerah di Sumatera dan Sulawesi yang kemudian berkembang menjadi suatu gerakan terbuka yang terkenal dengan PRRI/Permesta.Pemberontakan ini berhasil ditumpas dengan dilancarkannya operasi gabungan denga nama operasi Merdeka/operasi 17 Agusutus dibawah pimpinan Rukminto Hendraningrat.
v Gerakan 30 September 1965 /PKI
· Latar belakang
Ø Gagalnya pemberontakan di Madiun pada tahun 1948 maka selama beberapa tahun PKI bergerak dibawah tanah,tetapi sejak tahun 1950 muncul kembali dan ikut dalam kehidupan partai politik.
Ø PKI masih mendapat dukungan dari masyarakat Indonesia yang dibuktikan dengan PKI keluar sebagai salah satu partai pemenang pemilu ( PNI,Nu,Masyumi dan PKI )
Sejak Aidit terpilih menjadi ketua maka ia berusaha untuk membangun kembali PKI dengan strategi barunya yaitu front persatuan nasional,strategi ini mengharuskan PKI bekerjasama dengan partai-partai lainnya.Usaha itu berhasil baik sehingga pada pemilu tahun 1955 PKI berhasil menempatkan dirinya sebagai salah satu diantara partai besar di Indonesia.Kondisi ini memberi peluang kepada PKI dan simpatisannya untuk memperluas pengaruhnya.Pengaruh PKI ternyata berkembang dikalangan seniman,wartawan,guru,mahasiswa,dosen , kaum intelektual lainnya dan bahkan para perwira ABRI.Bebeapa perwira ABRI berhasil dipengaruhi agar terus berjuang mewujudkan angkatan kelima,namun angkatan darat menolak nya. Tujuan dari PKI adalah merebut kekuasaan dan menciptakan ditaktor proletarian serta mengubah dasar negara Pancasila menjadi komunis.
· Gerakan 30 September 1965
Dalam usaha menyusun kekuatan dan merebut kekuasaan,PKI telah melakukan serangkaian kegiatan sebagai berikut :
Ø Membentuk biro khusus dibawah pimpinan Syam Kamaruzaman
Ø Menuntut dibentuknya angkatan kelima yang terdiri dari buruh dan tani yang dipersenjatai
Ø Melakukan sabotase aksi sepihak dan aksi teror
Ø Melakukan aksi fitnah terhadap ABRI khususnya TNI Angkatan Darat yang dinilai sebagai penghambat pelaksanaan programnya yakni dengan melancarkan isu dewan jenderal
Ø Melakukan latihan kemiliteran di lubang buaya,pondok gede Jakarta
Secara fisik militer gerakan tanggal 30 September 1965 dipimpin oleh Letnan Kolonel Untung,Komando Batalyon I Resimen Cakrabirawa yaitu pasukan pengawal presiden.Gerakan ini dimulai pada dini hari tanggal 1 Oktober yakni menculik dan membunuh enam perwira tinggi dan seorang perwira muda angkatan darat.Keenam perwira tinggi yang dibunuh adalah :
1. Letnan Jenderal Ahmad Yani
2. Mayor Jenderal R. Suprapto
3. Mayor Jenderal M.T.Haryono
4. Mayor Jenderal S.Parman
5. Brigadir Jenderal D.I Panjaitan
6. Brigadir Jenderal Soetoyo Siswomiharjo
7. Letnan Satu Piere Andreas Tendean
Semua jenazah dimasukkan dalam sebuah sumur tua lalu ditimbin dengan sampah dan tanah.
Dalam peristiwa itu Jenderal Abdul Hari Nasution,Menteri pertahanan dan keamanan/kepala staf TNI angkatan bersenjata ( Menko Hankam /Kasab) yang juga menjadi sasaran berhasil lolos dari usaha penculikkan akan tetapi putri beliau Ade Irma Suryani Nasution tewas akibat tembakan para penculik.
Pada waktu yang bersamaan PKI juga mencoba untuk mengadakan perebutan kekuasaan di Yogyakarta,Solo,Wonogiri dan Semarang.Selanjutnya gerkan tersebut mengumumkan beridirinya Dewan Revolusi melalui RRI pada tanggal 1 Oktober 1965.
· Penumpasan Gerakan 30 September 1965 / PKI
Langkah pertama yang diambil ialah menetralisir dan menyadarkan kesatuan-kesatuan yang dipengaruhi dan digunakan oleh G 30 S/PKI.Kemudian pada sore hari tanggal 1 Oktober 1965 merebut studio RRI dan kantor pusat Telekomunikasi.Pada pukul 17.20 WIB pasukan RPKAD dibawah pimpinan Sarwo Edhie Wibowo berhasil menguasai keduaobyek vital tersebut.pada tanggal 2 Oktober daerah pangkalan udara Halim perdana Kusuma .Dalam gerakan pembersihan ke kampung-kampung disekitar lubang buaya atas petunjuk Ajudan Brigadir polisi Sukitman yang sempat ditawan oleh regu penculik dan berhasil meloloskan diri pada tanggal 3 Oktober berhasil ditemukan sumur tua tempat penguburan jenazah para perwira Angkatan Darat.Tanggal 4 Oktober 1965 pengangkatan jenazah dan dibawah ke RSU AD untuk dibesihkan kemudian disemayamkan di Markas Besar Angkatan Darat.Keesokan hari tanggal 5 Oktober jenazah mereka dimakamkan di Taman MakamPahlawan Kalibata.Mereka dianugrahi gelar pahlawan Revolusi serta diberi kenaikan pangkat setingkat lebih tinggi,Anumerta.Operasi pembersihan G 30 S/PKI terus dilanjutkan.Seorang demi seorang berhasil ditangkap,Letnan kolonel Untung berhasil ditangkap di tegal tanggal 11 Oktober dan D.N.Aidit tokoh utamanya berhasil tertembak mati tanggal 24 november 1965.Setelahsemakin jelas tersingkap keterlibatan PKI dalam gerakan 30 September,kemarahan rakyat terhadap PKI semakin meningkat .Rakyat Indonesia melakukan demonstrasi menuntut pembubaran PKI dan ormas-ormasnya serta diadilinya tokoh-tokoh PKI.
· Dampak sosial politik dalam masyarakat
Pada tanggal 25 Oktober 1965 para mahasiswa membentuk Kesatuan Aksi Mahasiswa Indonesia ( KAMI) yang kemudian diikuti oleh kesatuan-kesatuan lainnya seperti : KAPPI,KAPI,KAWI,KAGI.Dengan dipelopori oleh KAMI dan KAPPI yang tergabung dalam Front Pancasila,pada tanggal 12 Januari 1966 melancarkan aksi di halaman gedung DPRGR dang mengajukan tiga tuntutan yang dikenal dengan TRITURA isinya :
1. Pembubaran PKI
2. Pembersihan kabinet Dwikora dari unsur-unsur PKI
3. Penurunan harga barang ( perbaikan ekonomi)
Aksi semacam itu semakin meluas dan berlangsung cukup lama dan berakhir dengan dikeluarkannya Surat Perintah Sebelas Maret.Menanggapi isi Tritura pemerintah melakukan pembaharuan dalam kabinet Dwikora yang disebut dengan Kabinet Dwikora yang disempurnakan yang anggotanya hampir seratus orang sehingga sering disebut dengan Kabinet Seratus Menteri atau kabinet Gestapu oleh mahasiswa tetapi kabinet tersebut tidak diterima oleh rakyat.Menjelang pelantikan Kabinet Seratus Menteri ,KAMI melakukan aksi demonstrasi yang menyebabkan gugurnya Arief Rahman Hakim, yang semakin memicu ketegangan politik antara pemerintah Presiden dengan mahasiswa,sehingga pada tanggal 25 Februari 1966 presiden membubarkan KAMI dan tanggal 3 Maret 1966 Universitas Indonesia ditutup.
· Dampak sosial ekonomi dari peristiwa G 30 S-PKI 1965
Peristiwa tersebut menyebabkan kondisi ekonomi Indonesia sangat buruk dan kacau hal ini disebabkan oleh :
ü Haraga barang yang naik tidak terkendali
ü Sulitnya masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok,dan untuk mendapatkannya masyarakat perlu antri
ü Inflasi yang sangat tinggi yang mencapai 600%,dan untuk mengatasi inflasi tersebut pemerintah melakukan devaluasi dan menaikkan bahan bakar menjadi empat kali lipat
· Beberapa pendapat tentang peristiwa gerakan 30 September 1965 / PKI
a. Brigadir Jenderal (Purn) Herman Sarens Sudiro, Menurutnya pelaku utama dari gerakan 30 september 1965 adalah PKITarget utama PKI adalah membunuh presiden Soekarno yang hendak dilakukan pada saat upacara peringatan hari ABRI 5 Oktober 1965
b. Dr. Harold Crouch ( Pengamat militer dari Universitas Australia),Menurutnya : di tubuh Angkatan Darat telah terjadi persaingan di antara para Jenderal.
c. Brigadir Jenderal Suharyo Kecik , Menurutnya : Soeharto termasuk Jenderal paling senior,tetapi pendidikannya terbatas,karirnyapun mentok
d. Mahkamah Militer 1979 , Menurutnya : tokoh yang paling bertangggungjawab terhadap munculnya gerakan 30 September 1965 adalah Kamaruzaman.
e. Gabriel Kolko ( sejarawan AS ), Menurutnya :pada awal bulan November 1965,para jenderal dari TNI-Addi Indonesia meminta bantuan senjata kepada AS untuk mempersenjatai kaum anti komunis.
f. Kolonel Sukendro ,Menurutnya : sebelum peristiwa 30 September ia pernah menerima daftar nama para Jenderal yang terbunuh dalam G 30 S / PKI dari pemerintah Cina.
· Proses peralihan kekuasaan politik setelah peristiwa G 30 S/PKI
v Masa transisi
Setelah peristiwa tersebut muncul berbagai upaya untuk melakukan perbaikan politik di dalam negara.Diantaranya Simposium kebangkitan semangat 66 yang diselenggarakan oleh UI yang berkejasama dengan KAMI dan KASI.Dalam simposium itu disarankan kepada pemerintah untuk :
ü mengembalikan kewibawaan negara RI sebagai negara hukum melalui usulan tentang :
ü Pemurnian pelaksanaan UUD 1945
ü Penghentian pengeluaran penpres-penpres baru
ü Peninjauan kembali semua penpres yang telah dikeluarkan
ü Adanya jaminan yang cukup terhadap pengakuan hak-hak asasi manusia dalam menciptakan dan menegakkan hukum
v Peralihan kekuasaan dari presiden Soekarno kepada Jenderal Soeharto
Pada sidang Umum MPRS 1966 presiden diminta oleh MPRS untuk memberikan pidato pertanggungjawaban mengenai masalah yang menyangkut peristiwa G 30 S/PKI yang diberi nama Nawaksara ( sembilan poko masalah ) tetapi pidato tersebut tidak diterima sebab masalah Nasional tentang peristiwa G 30 S/PKI tidak disinggung sama sekali oleh presiden sehingga MPRS meminta agar Presiden melengkapi pidatonya yang berjudul pelengkap Nawaksara.Sehubungan dengan pidato pertanggungjawab presiden dan bertambah gawatnya situasi konflik maka diadakan sidang Istimewa MPRS untuk menyelesaikan konlikdan mencabut kekuasaan dari tangan presiden Soekarno (TAP MPRS NO XXXIII/MPRS/1967 ) dan menyerahkannya kepada Lenjen Soeharto sebagai pengemban Spersemar.
























































































































































0 Response to "PERJUANGAN MEMPERTAHANKAN KEMERDEKAAN DAN ANCAMAN DISINTEGRASI"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Loading...