tradisi masa praaksara dan aksara di Indonesia

Sumber: Google images

Halo salam Jasmerah...jumpah lagi di postingan duniasejarah25 kali ini saya akan menyajikan materi untuk kelas X tentang tradisi sejarah dalam masyarakat Indonesia masa pra aksara dan masa aksara. langsung saja silakan dicermati materi yang di sajikan dibawah ini kalau ada yang kurang silahkan coment dibawah...😃😃😀

tradisi sejarah dalam masyarakat Indonesia masa pra aksara dan masa aksara.

 A.      TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA SEBELUM MENGENAL TULISAN
Tradisi adalah adat kebiasaan turun temurun dari nenek moyang yang masih dijalankan  dalam  masyarakat,penilaian atau anggapan bahwa cara-cara yang telah ada merupakan cara yang paling baik dan benar.Manusia yang hidup pada zaman pra sejarah belum mengenal tulisan akibatnya generasi selanjutnya dan para peneliti tidak mungkin mengharapkan adanya bukti-bukti tertulis mengenai kehidupan mereka.Mereka hanya meninggalkan benda-benda kebudayaan.Dari benda-benda kebudayaan inilah para ahli meneliti kehidupan mereka dan mencoba untuk merekontruksi dan kemudian membuat penafsiran tentang kehidupan mereka.

v  . Cara masyarakat mewariskan masa lalu

Dalam kehidupan bersama sebagai suatu bangsa maka ada 2 aspek utama dari peninggalan
masa yang tidak boleh dilupakan  yaitu :
1.       Peninggalan masa lalu yang bersifat material /benda
2.       Peninggalan masa lalu yang bersifat non material / pandangan hidup,nilai,norma,cita-cita dsb
Ada beberapa cara untuk mewariskan masa lalu pada masyarakat yang belum mengenal  tulisan  baik yang bersifat material maupun yang bersifat non material diantaranya :
Ø  . Melalui keluarga : ada 2 cara sosialisasi dalam keluarga pada masyarakat sebelum mengenal tulisan yaitu adat istiadat dan cerita dongeng
Ø  . Melalui masyarakat : ada 3 cara yaitu ; adat istiadat,pertunjukan hiburan ( wayang ) dan kepercayaan masyarakat ( animisme,dinamisme dsb )

v  Tradisi sejarah masyarakat Indonesia sebelum mengenal tulisan

Beberapa unsur kebudayaan masyarakat Indonesia sebelum mengenal tulisan/sebelum pengaruh Hindu-Budha :
1.       Sistem kepercayaan ; buktinya yaitu lukisan pada dinding gua dan penemuan kuburan
2.       Sistem kemasyarakatan ; buktinya gotong royong menebang hutan,menebar benih dll
3.       Sistem pertanian ; mulai dikenal pada zaman neolitikum
4.       Kemampuan berlayar ; buktinya dilatarbelakangi oleh cara kedatangan nenek moyang bangsa Indonesia dari daratan Asia dan didukung oleh kondisi geografis Indonesia.
5.       Sistem bahasa ; bahasa yang tersebar diseluruh wilayah Indonesia termasuk dalam satu rumpun bahasa yang disebut rumpun bahasa melayu Austronesia
6.       Ilmu pengetahuan ; buktinya masyarakat telah memanfaatkan angin musim sebagai tenaga penggerak dalam aktivitas pelayaran dan perdagangan.
7.       Organisasi sosial ; manusia tidak dapat hidup sendiri tanpa kelompok masyarakatnya (suku)
8.       Teknologi ; masyarakat Indonesia mengenal teknik pengecoran logam untuk peralatan rumah tangga,berburu,berladang atau bersawah.
9.       Sistem ekonomi ; mengenal sistem barter untuk memenuhi kebutuhan hidupnya
10.   Sisitem kesenian ; dikenal sebagai hiburan untuk mengisi waktu senggang antara menanam dan memanen.
B.      JEJAK-JEJAK SEJARAH INDONESIA
Pada masyarakat yang belum mengenal tulisan ,mereka merekam semua peristiwa penting yang terjadi dalam memori/ingatan kemudian disampaikan dari mulut ke mulut sehingga terjadilah pewarisan dari generasi ke generasi.peristiwa-peristiwa yang terjadi pada masa lalu tentu meninggalkan jejak/bekas/tanda.Beberapa tradisi lisan yang ada pada masyarakat yang dapat dipakai untuk melacak sejarah masyarakat yang belum mengenal tulisan  yaitu :
v  Floklore ; menurut Alan Dundles floklore teridiri dari 2 kata yaitu :” folk” yang artinya sekelompok orang yang memiliki ciri-ciri pengenal fisik,sosial dan kebudayaan yang sama sehingga dapat dibedakan dari kelompok-kelompok sosial lainnya. Dan “lore” yang artinya tradisi dari folk yaitu sebagian kebudayaannya diwariskan secara turun temurun secara lisan atau melalui suatu contoh yang disertai dengan gerak isyarat atau alat pembantu pengingat. Jadi “folklore” artinya : kebudayaan suatu kelompok yang tersebar dan diwariskan turun temurun diantara kelompok macam apa saja secara tradisional dalam versi yang berbeda baik dalam bentuk lisan maupun contoh yang disertai gerak isyarat atau alat pembantu pengingat.Menurut KBBI “floklore” artinya adat istiadat tradisional dan cerita rakyat yang diwariskan secara turun temurun tetapi tidak dibukukan.Ciri-ciri “folklore” yang membedakannya dengan kebudayaan lain :
1.       Penyebaran dan pewarisannya biasanya dilakukan secara lisan
2.       Bersifat tradisional
3.       Berkembang dalam versi-versi yang berbeda
4.       Bersifat anonim/penciptanya tidak diketahui orang lagi
5.       Biasanya mempunyai bentuk berpola/berumus,kalimat pembuka dari cerita rakyat selalu dimulai dengan dahulu kala,pada zaman dahulu dan diakhir cerita selalu diakhiri dengan akhirnya merekapun  hidup berbahagia.
6.       Mempunyai kegunaan dalam kehidupan bersama  sebagai alat pendidik,pelipur lara dan protes sosial
7.       Bersifat pralogis,artinya mempunyai logika sendiri yang tidak sesuai dengan logika umum
8.       Menjadi milik bersama dari masyarakat tertentu
9.       Pada umumnya bersifat lugu atau polos.
Menurut Jan Harold Brun Van “folklore” dibagi menjadi 3 macam yaitu :
Ø  Folklore lisan / fakta mental /verbal folklore : adalah folklore yang diciptakan,disebarluaskan dan diwariskan dalam bentuk lisan.Seperti : bahasa rakyat,teka-teki,puisi,cerita rakyat dan nyanyian rakyat.
Ø  Folklore non lisan / artefak/non verbal :  adalah folklore yang diciptakan,disebarluaskan dan diwariskan dalam bentuk benda. Seperti :arsitektur rakyat,kerajinan tangan,pakaian dan perihasan tradisional,obat-obatan tradisional,alat musik tradisional,peralatan dan senjata khas tradisional makanan dan minuman tradisional.
Ø  . Floklore sebagian lisan / fakta sosial:  adalah folklore yang diciptakan,disebarluaskan dan diwariskan dan bentuk sebagian lisan dan benda. Seperti : kepercayaan dan tahyul,teater rakyat,adat kebiasaan,tarian rakyat,upacara tradisional dan pesta rakyat tradisional
v  . Mitologi : adalah ilmu tentang kesusasateraan yang mengandung konsep tentang dongeng suci,kehidupan para dewa dan makhluk halus dalam suatu kebudayaan atau suatu cerita tentang kehidupan suatu bangsa pada masa lampau yang memiliki suatu hubungan dengan para dewa dan para pahlawannya.Mitologi juga berarti cerita tentang asal mula alam semesta,manusia dan bangsa yang diungkapkan dengan cara-cara gaib dan mengandung arti yang sangat dalam.
v  .  Legenda : adalah sebuah cerita rakyat pada masa lampau yang masih memiliki hubungan dengan peristiwa-peristiwa sejarah atau dengan dongeng-dongeng seperti cerita tentang terbentuknya suatu negeri,danau,gunung dsb.Legenda biasanya berisi petuah atau petunjuk mengenai apa yang benar dan apa yang salah.Dalam legenda dimunculkan berbagai sifat dan karakter manusia dalammenjalani kehidupannya,yaitu sifat yang baik atau buruk untuk kemudian dijadikan pedoman bagi generasi seterusnya.

      Perbedaan antara mitos dan legenda


                 Mitos
            Legenda
Tokoh utamanya
Dewa / setengah dewa
Manusia
Sifatnya
Sakral / suci
Sekuler / keduniawian
Waktunya
Sangat lampau sekali
Belum terlalu lampau

      Jenis-jenis legenda menurut Jan Harlod Brun van·   

Legenda keagamaan ; legenda yang menceritakan tentang orang-orang suci / saleh

1. Legenda alam gaib ; legenda yang menceritakan tentang pengalaman seseorang dengan mahkluk gaib / mahkluk halus.Biasanya berbentuk kisah yang dianggap benar-benar terjadi dan pernah dialami oleh seseorang.Fungsinya adalah untuk meneguhkan kebenaran tahyul atau kepercayaan masyarakat.

2. Legenda perseorangan ; cerita mengenai tokoh-tokoh tertentu yang dianggap oleh sang empunya cerita bahwa cerita tersebut benar-benar terjadi.

3. Legenda setempat ; cerita yang berhubungan erat dengan suatu tempat,nama tempat dan bentuk topografi.

Upacara ; rangkaian tindakan dan perbuatan yang terkait pada aturan-aturan tertentu berdasarkan adat- istiadat agama ataupun kerpercayaan. Ada beberapa jenis upacara yang dikenal dalam kehidupan masyarakat yaitu : upacara penguburan,perkawinan,pengukuhan kepala suku dan upacara sebelum berperang ( faktor-faktor penyebab terjadinya peperangan antar kelompok suku lihat buku paket hal 44).

v Lagu-lagu daerah / nyanyian rakyat ; salah satu bentuk folklore yang terdiri dari kata-kata yang beredar secara lisan diantara masyarakat tertentu dan berbentuk tradisional serta banyak memiliki varian/ variasi.Fungsi dari nyanyian rakyat/lagu daerah adalah ; sebagai pelipur lara, pembangkit semangat dan sebagai portes sosial terhadap ketidakadilan dalam masyarakat.Ada berbagai jenis nyanyian rakyat,tetapi yang dapat dipertimbangkan sebagai salah satu sumber dari penulisan sejarah adalah nyanyian rakyat yang bersifat berkisah seperti balada dan epos. Perbedaan antara balada dan epos terletak pada tema ceritanya.Tema cerita balada mengenai kisah sentimentil dan romantis sedangkan tema epos mengenai cerita kepahlawanan.

v Cerita dongeng ; adalah cerita pendek kolektif,kesusasteraan lisan,cerita prosa rakyat yang dianggap benar-benar terjadi.Dongeng diceritakan terutama untuk hiburan,walaupun banyak yang melukiskan kebenaran,berisikan pelajaran moral bahkan sindiran.Dongeng dibagi atas 2 yaitu dongeng biasa yang tokoh utamanya manuisa dan dongeng binatang yang tokoh utamanya binatang.
C.TRADISI SEJARAH MASYARAKAT INDONESIA SETELAH MENGENAL TULISAN

1.Perkembangan sejarah Indonesia setelah mengenal tulisan

Perkembangan sejarah masa aksara dimulai dengan mulai masuknya tradisi dan pengaruh kebudayaan asing ke wilayah Nusantara yang disebabkan   letak Indonesia yang sangat strategis.Pengaruh India yang  masuk ke wilayah Indonesia mempengaruhi hampir seluruh aspek kehidupan bangsa Indonesia seperti :

1.Bidang pemerintahan : kepala suku menjadi Raja

2.Bidang sosial : mengenal sistem kasta ( Brahmana,Kastria,Waisya dan Sudra

3.Bidang budaya : tilisan (huruf pallawa dan bahasa sansekerta) seni bangunan,hias dan seni  kesusasteraan.
4.Bidang kepercayaan : agama Hindu dan Budha

2.Contoh rekaman tertulis dalam tradisi sejarah

a.Prasasti : tulisan pada sebuah batu yang ditulis atas perintah raja.

b.Kitab : hasil tulisan para pujangga kerajaan pada masa lampau yang dapat dijadikan petunjuk untuk menyingkapkan suatu peristiwa sejarah

c.Dokumen : surat berharga yang tertulis atau tercetak yang dapat dipakai sebagai bukti atau keterangan.Adanya dokumen dalam sejarah Indonesia diawali dengan munculnya organisasi-organasasi pergerakan Nasional Indonesia.

Tujuan dari contoh rekaman tersebut adalah  : untuk mengabadikan suatu peristiwa penting yang dialami oleh seorang raja / sebuah kerajaan ,agar generasi penerus dapat mengetahui bahwa ada peristiwa penting yang terjadi dalam suatu kerajaan pada saat seorang raja memerintah.

Persamaan antara prasasti dan kitab yaitu sama-sama bersifat istana sentris,ditulis oleh pujangga kerajaan dan atas perintah raja.Perbedaannya prasasti tulisan pada batu,kitab pada buku,prasasti lebih banyak ditemukan pada kerajaan-kerajaan bercorak Hindu Budha sedangkan kitab lebih banyak ditmukan pada kerajaan-kerajaan bercorak Islam.

3.Perkembangan penulisan sejarah di Indonesia
a.Penulisan sejarah Hindu – Budha dan Islam
b.Penulisan sejarah masa kolonial
c.Penulisan sejarah masa pergerakan Nasional Indonesia
d.Penulisan sejarah masa Indonesia merdeka.
  

0 Response to "tradisi masa praaksara dan aksara di Indonesia"

Post a Comment

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel

Loading...