Budaya Lamawalang Inspirasi Lewotana Lamaholot | Studi Lapangan (penelitian sejarah)

karya anak-anak sma Frateran Podor , Budaya Lamawalang Inspirasi Lewotana Lamaholot

Halo salam Jasmerah...jumpah lagi di postingan duniasejarah25 kali ini saya akan menampilkan hasil karya anak-anak Sma Frateran Podor Larantuka tentang Budaya Lamawalang Inspirasi Lewotana Lamaholot. Dalam melakukan Penelitian Sejarah, yang dilakukan melalui metode heuristik, Verifikasi, interpretasi dan Historiografi. karya anak-anak Sma Frateran Podor Larantuka ini dalam melakukan penelitian sejarah, dengan menggali informasi berkaitan dengan Budaya Lamawalang Inspirasi Lewotana Lamaholot. dari topik diatas tentunya punya makna yang mendalam apalagi untuk kehidupan di jaman sekarang. untuk itu dibawah ini adalah jawaban dari topik Budaya Lamawalang Inspirasi Lewotana Lamaholot
 Berikut dibawah ini hasil Rekaman terkait Topik yang Diambil



Budaya Desa Lamawalang

Tahun Berdirinya Desa Lamawalang. Desa Lamawalang berdiri pada tanggal 21 November 1951. Sekarang Desa Lamawalang berumur 67 tahun. Lamawalang terdiri dari 2 etnis yaitu etnis dari waibalun dan etnis dari lewoloba. Budaya kawin mengawin masih dominan dari pada Waibalun . Lewoloba tidak terpengaruh dari waibalun dan Lewoloba.Ornamen atau pakaian penari masih sama dengan Waibalun dan Lewoloba. Tarian Soka Palang adalah tarian yang menjemput para tamu yang mau berkunjung . sedangkan soka seleng adalah tarian yang ditarikan pada saat perkawinan. Soka Bajo adalah tarian yang ditarikan untuk penghormatan kepada tuan belake. Soka Palang masih terpengaruh dengan waibalun dan Lewoloba.

    Alat-alat tarian seperti: Gendang, gong. Kalau penari perempuan adalah kewatek,nileng atau kalung yang terbuat dari manik-manik, sisir yang ditancap dengan bulu ayam atau kokoleodan giring-giring atau rentu. Kalau laki-laki Parang, Kelana, kenobo, yang terbuat dari daun ontar yang biasanya diselipkan bulu ayam, dan kedewak atau ikat pinggang besar yang biasanya dibuat gendang ada yang dijahit di kedewak .

Pergeseran Budaya yang Ada di Lamawalang

 Ada, bahkan sangat bergeser dengan budaya nenek moyang kita yang dulu. Kalau adat kawin mengawin ada istilah Opu dan Belake. Pasangan yang mau menikah itu harus sesuai atau yang tidak bertentangan dengan adat istiadat, istilahnya “MUREWANA”. Sehingga dalam urusan adatnya tidak dapat masalah.

    Contohnya: Suku Dawan harus kawin dengan suku Tukan . Suku Dawan tidak boleh mengambil suku lain karena sudah bertentangan dengan adat istiadat. Tetapi sekarang ini anak-anak bebas ambil sehingga dalam urusan adat sangat susah sebenarnya posisinya Belake dia bisa jadi Opu. Sebenarnya Belake makan ayam dan Opu makan ikan. Tetapi sekarang ada yang bisa makan ikan dan bisa juga makan ayam. Hal ini sudah bertentangan dengan adat istiadat. Tetapi Anak-anak sudah tidak peduli dengan adat istiadat. Adat istiadat memiliki nilai yang sangat tinggi yaitu saling menghormati . sekarang kebiasaan yang sudah diterapkan padaman dulu sudah mulai menghilang atau punah.

    Bisa juga dalam pemerintahan. Raja pegang tongkat. Berarti memiliki semangat yang tinggi. Contohnya dalam masalah tanah. Dulu orang tua memberikan dengan keiklasan sekarang mempermasalahkan lewat sertifikat . Rasa persaudaraan sudah jauh bergeser, rasa saling menghormati dan menghargai.

Dampak bagi masyarakat tentang sosial budaya sekarang

Rasa persaudaraan sudah jatuh atau sudah jauh bergeser pada keluarga. Rasa saling menghormati, menghargai karena perkembangan zaman. Kondisi adat sangat bergeser. Bisa saja generasi sekarang meremehkan hal-hal yang dilakukan pada Zaman dahulu . Pendekatan sekarang lebih bagus dengan adat istiadat. Jika ada masalah sebaiknya diselesaikan melalui adat istiadat. Jika diselesaikan secara hukum relasi kita dengan keluarga jadi rusak. Jika dengan adat istiadat kita selesaikan dengan kepala dingin/ seremonial adat.

Kekuatan dalam mendorong terjadinya perkembangan budaya masyarakat

Kekuatannya ada pada anak-anak untuk mempersatukan budaya-budaya daerah. Perlunya ada pendidikan di sekolah tentang kebudayaan, karena kebudayaan untuk mempersatukan kita bukan memecah belah . Anak-anak harus diajarkan tari daerah, bahasa daerah karena sudah ribuan bahasa daerah di Indonesia sudah punah. Nilai tertinggi adalah menghargai budaya.

Pesan Untuk Kaum Milenial Lamaholot

kebudayaan adalah identitas jati diri kita untuk iitu sumber kekuatannya ada pada anak-anak Kaum Milenial Lamaholot untuk mempersatukan budaya-budaya daerah. karena kebudayaan untuk mempersatukan kita bukan memecah belah . Anak-anak harus diajarkan tari daerah, bahasa daerah karena sudah ribuan bahasa daerah di Indonesia sudah punah. untuk itu ayo! Kaum Milenial Lamaholot peduli dan cintailah kebudayaan kita.


 Sekian postingannya silakan yang mau berdiskusi dan sampai jumpa di postingan berikutnya.😃😀😉😃

3 comments for "Budaya Lamawalang Inspirasi Lewotana Lamaholot | Studi Lapangan (penelitian sejarah)"

  1. bagus sekali.informasi buat anak muda lamawalang supaya lebih antusias dalam mencintai kebudayaan daerah

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya karna kebudayaan adalah jati diri setiap manusia........

      Delete
  2. Sangat bermanfaat sekali.sukses pak guru

    ReplyDelete

Post a Comment

wajib meninggalkan komentar yang positif....thanls sudah mengunjungi blog kami