Kelas XII Sejarah Peminatan | Runtuhnya Vietnam Selatan (Doc)

perang Vietnam

Note: berikut dibawah ini Uraian Materi Singkatnya. 
 

A. Runtuhnya Vietnam Selatan
Perang Vietnam yang berlangsung selama 20 tahun (1955-1975) merupakan bentuk nyata dari perbenturan ideologi demokrasi liberal dan komunis di masa Perang Dingin. Perang Vietnam, serupa dengan Perang Korea, mengakibatkan pecahnya negara ini menjadi dua bagian, yaitu Vietnam Utarayang berhaluan komunis, dan Vietnam Selatan yang berhaluan demokrasi Liberal.Perpecahan negara ini berawal dari perseteruan antara The Vietnam Independence League (Viet Minh) dan pasukan Prancis yang ingin kembali berkuasa di kawasan Indochina, khususnya Vietnam.
Perang antara Viet Minh dengan pasukan Prancis itu berlangsung dari tahun 1946 hingga 1954, yang berakhir dengan kalahnya Prancis pada sebuah pertempuran hebat di Dien Bien Phu. Akhirnya, melalui sebuah konferensi internasional yang berlangsung di Jenewa tahun 1954, gencatan senjata pun diberlakukan.Ditetapkanlah garis demarkasi antara Vietnam Utara dan Vietnam Selatan di titik garis 17° sebagai zona demiliterisasi. Vietnam Utara diperuntukkan bagi Viet Minh, sedangkan Vietnam Selatan diperuntukkan bagi pasukan Prancis. Vietnam Selatan dipimpin oleh perdana menteri Ngo Dinh Diem, sedangkan Vietnam Utara dipimpin oleh tokoh pergerakan Vietnam, Nguyen Tat Thanh, atau dikenal dengan Ho Chi Minh

konferensi jenewa 1954Kesepakatan Jenewa tahun 1954 yang memproklamasikan gencatan senjata di antara dua Vietnam ini mengha$ilkan sebuah badan yang bernama International Control Committee. Badan tersebut dibentuk untuk melaksanakan proses pemilihan umur.yang demokratis untuk menyatukan dua Vietnam. Vietnam Selatar. menolak proses itu dan Amerika Serikat mendukungnya.Vietnam Utara lebih memilih untuk menyatukan dua Vietnam melalu:kekuatan militer ketimbang melalui proses politik. Itulah, awal dari Perang Vietnam yang berlangsung selama 20 tahun.

Dalam masa pemerintahannya, Ngo Dinh Diem mendapatkan dukungan, baik militer maupun ekonomi, dari Amerika Serikat. Hal itu didasari oleh kekhawatiran Amerika Serikat terhadap menyebarnya kekuatan komunisme yang gencar dari Vietnam Utara. Sementara itu, kekuatan gerilyawan Vietnam Utara, yang dikenal dengan nama Viet Cong, mulai merambah masuk ke daerah Vietnam Selatan. Pemerintahan Ngo Dinh Diem meminta bantuan kepada Amerika Serikat untuk mengembangkan kekuatan tentara Republik Vietnam (Army of the Republic of Vietnam) dan kepolisian Vietnam.


presiden Amerika Serikat Dwight D Eisenhower dan Sekretaris AS John Dulles menyambut Presiden Vietnam Selatan Ngo Dinh Diem di Wangshton 8 mei 1957Seiring dengan proses pemberian bantuan Amerika Serikat terhadap Vietnam Selatan, kekuatan Viet Cong semakin bertambah besar. Organisasi komunis yang beranggotakan kader dari Vietnam Utara dan Vietnam Selatan pun didirikan pada Desember 1960 dengan nama National Front for the Liberation of Vietnam. Organisasi tersebut merupakan penerus kelompok pergerakan revolusioner Viet Cong (Vietnam Communist) yang sebelumnya bernama Viet Minh, organisasi pergerakan revolusioner
yang menjadi pionir kemerdekaan Vietnam pada 2 September 1945. Sebagian dari anggota Viet Cong merupakan penduduk Vietnam Selatan yang beroposisi dengan Ngo Dinh Diem. Gay:kepemimpinan Diem yang otoriter serta keyakinan Katolik yang ia anut dinilai masyarakat Vietnam Selatan tidak sesuai dengar mayoritas masyarakat yang memeluk Buddha.


Di bawah pemerintahan Presiden John F. Kennedy, AmerikiSerikat memutuskan untuk mengirimkan bantuan pasukan militer Amerika Serikat ke Vietnam secara besar-besaran. Pemberiar bantuan militer itu dikukuhkan oleh Amerika Serikat pada masa pemerintahan Presiden Lyndon B. Johnson. Inti kebijakan yang diterapkan Amerika Serikat bagi segenap pasukannya di Vietnam adalah melakukan segala usaha dalam membalas serangan Viet Cong serta mencegah usaha-usaha agresi mereka.
demonstrasi Amerika Serikat memprotes AS terlibat dalam perang VietnamPada 1970, perang Vietnam semakin melebar hingga dataran Laos dan Kamboja. Proses menuju perdamaian mulai digag pada akhir tahun 1970, seiring makin intensifnya demonstrasi antiperang yang berlangsung di Amerika Serikat. Amerika Serikat mulai mengurangi jumlah pasukannya di Vietnam. Pada tahun 1971, Vietnam Selatan menyatakan diri akan mengurusi masalah keamanan dan pertahanannya secara mandiri meskipun peraktek logistiknya masih ditunjang oleh Amerika Serikat. Akan tetapi pada Maret 1972, terjadi insiden penting, yaitu Vietnam utara menganeksasi zona demiliterisasi dan Provinsi QuangTri di Vietnam Selatan. Rencana menuju perdamaian pun gagal dan dimulai kembali pada tahun 1973 di Paris, Prancis.

Pada 27Januari 1973, proses menuju kesepakatan perdamaian akhirnya digagas kembali. Dalam perundingan perdamaian antara pemerintahan komunis Vietnam Utara, Vietnam Selatan, dan Amerika Serikat, disepakati adanya gencatan senjata di seluruh daerah konflik di Vietnam. Kesepakatan perdamaian itu ditandatangani pada 31Januari 1973 dan dikenal dengan nama The Paris Accords. Implementasi dari kesepakatan ini adalah ditariknya kekuatan pasukan Amerika Serikat dari Vietnam secara besarbesaran. Selanjutnya, tawanan perang dari kedua pihak dibebaskan dan pasukan perdamaian internasional berhak menjaga stabilitas perdamaian dan keamanan. Tentara Vietnam Utara diperbolehkan untuk tetap berada di Vietnam Selatan, dengan syarat tidak boleh melakukan praktik-praktik koersif terhadap Vietnam Selatan. Nguyen Van Thieu, pemimpin Vietnam Selatan pada waktu itu, dihadapkan pada tantangan besar untuk menentukan nasib Vietnam Selatan. Kondisi damai di Vietnam tidak berjalan panjang.
Pada 1974, Vietnam Utara, dengan ibu kota Hanoi, mulai melanggar kesepakatan-kesepakatan damai yang dihasilkan dalam Paris Accords. Tentara Viet Cong mulai menganeksasi beberapa daerah di Vietnam Selatan, seperti Provinsi Phuoc Long, yang diserbu Viet Cong pada Januari 1973. Invasi Vietnam Utara atasVietnam Selatan pun tidak dapat dibendung. Pada 21 April 1975, Presiden Nguyen Van Thieu mengundurkan diri dan terbang ke Taiwan. Pada 30 April 1975, Saigon, ibu kota Vietnam Selatan, dikuasai seluruhnya oleh Vietnam Utara. Tank-tank Vietnam Utara memasuki kota tersebut sebagai tanda kemenangannya.Pada 2 Juli 1976, pemerintahan militer pun dibentuk. Vietnam diproklamasikan sebagai Republik Sosialis Vietnam, dengan ibu kota di Hanoi. Nama Kota Saigon diubah menjadi Ho Chi Minh.
tentara AS yang terluka dalam perang VietnamDampak terbesar dari perang Vietnam terlihat dari banyaknya jumlah korban yang jatuh. Amerika Serikat menghabiskan dana sebesar $200,000,000,000 untuk membiayai perang ini, tetapi berakhir dengan kekalahan. Dampak dari Perang Vietnam bagi kondisi politik dan perkembangan ideologi di kawasan Asia Tenggara adalah menangnya ideologi komunisme di berbagai negara di kawasan Indochina, seperti Kamboja dan Laos. Kekuatan Vietnam menjadi salah satu poros komunisme yang disegani oleh Amerika Serikat di kawasan Asia.
Penyebaran paham komunisme di Asia Tenggara didalangi oleh adanya sebuah lembaga di Uni Soviet yang bernama Communist International (Comintern). Pola kaderisasi badan ini adalah dengan menjaring para tokoh negara atau pemuda-pemuda yang pintar untuk dididik menjadi agen-agen penyebar paham komunisme. Di Indonesia, Dipa Nusantara Aidit merupakan salah satu tokoh yang pernah mengenyam pendidikan di Comintern.Di Vietnam, Ho Chi Minh, tokoh kemerdekaan Vietnam, juga pernah menjadi salah satu peserta didik Comintern.
Di Laos, paham komunisme diterapkan oleh Pathet Lao, yaitu sebuah organisasi yang terbentuk dari proses konsolidasi militer dan perseteruan politik dalam negeri. Pathet Lao menjadi rezim penguasa Laos yang berhaluan komunis. Di Kamboja, pengaruh komunisme disebarkan oleh rezim otoriter bernama Khmer Merah. Selanjutnya, tahun 1977, terjadi pertikaian antara Kamboja dan Vietnam. Kamboja mendapatkan dukungan dari Tiongkok, sedangkan Vietnam mendapatkan dukungan dari UniSoviet. Puncak dari pertikaian ini adalah usaha invasi Vietnam atas Kamboja pada 1979, yang berlanjut pada penyerangan Vietnam oleh Tiongkok.

Sumber: Ratna Hapsari, M. Adil, Buku Sejarah Peminatan Kelas XII, Erlangga