Materi Perang Dunia Pertama dan Terbentuknya Liga Bangsa-Bangsa

Perang Dunia I dan Terbentuknya Liga Bangsa-Bangsa

PERANG DUNIA I
Perang Dunia I atau Great War adalah perang global yang terpusat di Eropa dan berlangsung sejak tanggal 28 Juli 1914 hingga 11 November 1918. Perang ini berawal dari semenanjung Balkan dan melibatkan semua kekuatan besar dunia yang terbagi menjadi dua aliansi yang saling bertentangan. Lebih dari 70 juta tentara, termasuk 6 juta orang Eropa di mobilisasi dalam salah satu perang terbesar dalam sejarah.Lebih dari 9 juta jiwa prajurit gugur dampak dari perang. Perang Dunia I merupakan salah satu konflik yang menakutkan dan mematikan dala sejarah dunia. Hal ini menjadi pembuka jalan untuk menjadi perubahan politik di beberapa negara yang terlibat.

Faktor Penyebab Perang Dunia I
Sebuah peristiwa sejarah tidak akan pernah terjadi begitu saja, pasti ada faktor yang menyebabkan suatu peristiwa terjadi. Hal ini pun terjadi pada peristiwa Perang Dunia I. Faktor penyebab terjadinya Perang Dunia I dapat dibedakan atas penyebab khusus dan penyebab khusus. Faktor penyebab umum adalah suatu kondisi yang memicu terjadinya sebuah peristiwa sedangkan faktor penyebab khusus adalah sesuatu yang menjadi titik awal terjadinya sebuah peristiwa.

Sebab Umum
Kemajuan Industri
Negara-negara Eropa, seperti Inggris, Jerman , Italia, Perancis dan Belgia mengalami kemajuan industri yang sangat pesat. Kemajuan industri menimbulkan masalah baru dalam kehidupan masyarakat, baik dalam bidang sosial, ekonomi politik dan budaya. Kemajuan di bidang industri mengakibatkan terjadinya persaingan ekonomi diantara negara-negara tersebut untuk mendapatkan bahan baku dan daerah pemasaran. Masing-masing negara negara berusaha memajukan industri dalam negerinya sehingga muncul persaingan antar negara-negara tersebut.

Politik Kolonialisme dan Imperialisme
Kemajuan industri mengakibatkan munculnya politik imperialisme dan kolonialisme. Masing-masing negara berusaha untuk memperoleh wilayah jajahan yang luas. Perluasan wilayah dilakukan negara-negara Eropa tersebut untuk memenuhi kebutuhan industrinya sebagai tempat pengambilan bahan mentah/ bahan baku, tempat pasar hasil produksi industri, dan tempat menanam modal. Perluasan wilayah tersebut seperti dilakukan Inggris dengan menduduki Malaysia, Singapura, India, Afrika Selatan, dan Mesir. Kemudin Perancis berhasil menduduki Kamboja, Laos, Maroko, dan Tunisia. Serta Jerman berhasil menduduki Afrika Barat Daya, sedangkan Italia berhasil menduduki Afrika Utara.

Usaha memperluas daerah jajahan ini sering kali memunculkan persengketaan diantara negara-negara itu. Oleh karena itu, persaingan yang pada awalnya hanya di bidang ekonomi berkembang menjadi persaingan politik. Misalnya Italia dan Perancis sama-sama ingin menguasai daerah Afrika Utara. Jerman dan Perancis memperebutkan wilayah Ruhr. Austria dan Rusia memperebutkan wilayah Balkan. Jerman dan Inggris memperebutkan wilayah Timur Tengah. Persaingan politik tersebut memunculkan peperangan diantara negara-negara Eropa yang saling bersaing tersebut. Misalnya peperangan antara Jerman dan Perancis, Jerman dan Inggris, Inggris dan Perancis, Rusia dan Austria yang terjadi di Eropa serta Jerman, Inggris, Perancis dan Italia yang bersaing di Afrika memperebutkan wilayah jajahan mereka.

Politik Mencari Kawan/ Persekutuan Antarnegara

Keadaan sosial politik yang semakin tegang merupakan salah satu sebab yang mendorong negara-negara yang berkonflik mencari kawan dalam menghadapi lawan. Hal ini pula yang menyebabkan negara-negara tersebut memunculnya persekutuan diantara mereka. Karena setiap negara khawatir akan terjadinya perang secara tiba-tiba. Keadaan ini menyebabkan Eropa menjadi dua persekutuan atau blok, yaitu Triple Aliansi yang terbentuk pada 1882, antara Jerman, Austria dan Italia, Yaitu suatu persekutuan militer yang dilakukan tiga negara yersebut. Akibatnya timbul reaksi dari Inggris dan Perancis dengan membentuk Entente Cordiale pada 1904 dan pada 1907 menjadi Triple Entente, setelah Rusia menjadi anggota baru.

Perlombaan Senjata

Pada mulanya memang tidak ada perang, namun suasana tetap tegang dan panas. Negara-negara Eropa yang menjadi dua blok, saling mencurigai dan khawatir kalau-kalau tiba-tiba perang besar, sedangkan persiapan perang sendiri belum selesai. Maka masing-masing negara meningkatkan persenjataan dan tidak mau mengalah dengan negara lain. Persaingan diantara negara-negara persekutuan militer tadi saling mengancam stabilitas negara-negara lainnya. Akibatnya, mereka mengembangkan industri militernya untuk menghasilkan senjata-senjata perang.
Perang Dunia I dan Terbentuknya Liga Bangsa-Bangsa
Sebab Khusus Perang Dunia I

Peristiwa yang mengawali perang antar negara-negara Eropa pada 1914 adalah peristiwa yang terjadi di daerah Balkan. Balkan merupakan wilayah yang strategis karena letaknya menghubungkan wilayah Eropa dan wilayah Asia. Peristiwa di wilayah ini awali dengan konflik antara Austria dan Serbia. Serbia menginginkan persatuan bangsa-bangsa Slavia Selatan dalam suatu negara besar yang meliputi Slovenia, Kroasia, Bosnia, Herzegovina, Montenegro, Macedonia, Serbia, dengan Serbia sebagai pemimpinnya.

Pada 1878 keinginan Serbia memperoleh jalan, ketika kongres di Berlin memutuskan bahwa Serbia diberikan kemerdekaan penuh. Namun wilayah Bosnia dan Herzegovinamasih tetap diduduki ol eh Austria. Konflik memperebutkan wilayah Balkan ini kemudian menyulut pertentangan atau konflik antara Austria dan Serbia. Hal ini karena Austria khawatir terhadap gerakan suku bangsa Slavia (Gerakan Pan-Slavianisme) yang terjadi di
wilayahnya, yaitu di wilayah Bosnia dan Herzegovina. Gerakan Pan-Slavianisme ini didukung oleh Serbia yang merupakan musuh utama Austria. Untuk menyelesaikan masalah ini, pada tanggal 28 Juni 1914, Pemerintah Austria mengutus putra mahkotanya, Franz Ferdinand mendatangi wilayah Balkan untuk menenangkan rakyat Slavia di Sarajevo, Bosnia. Ia mengunjungi langsung latihan perang di daerah Bosnia. Namun latihan perang ini oleh Serbia dianggap sebagai tantangan oleh Serbia. Franz Ferdinand beserta istrinya kemudian dibunuh oleh seorang nasionalis Yugoslavia dan anggota kelompok pemberontak Serbia, Gavrillo Princip pada tanggal 28 Juni 1914. Ternyata pembunuhan Ferdinand dan istrinya telah direncanakan sebelumnya di Elgrado (Serbia).

Dampak dari peristiwa tersebut, pada 23 Juli 1914, pemerintah Austria melalui Menteri Luar Negeri Leopold von Berchtold mengirim ultimatum kepada Serbia yang isinya:
1. Pemerintah Serbia harus menindas semua gerakan anti-Austria di Serbia dan memecat pejabat-pejabat yang bersalah.
2. Para pejabat Austria diizinkan untuk membantu gerakan penindasan kaum pemberontak dan menjatuhkan hukuman kepada mereka yang terlibat dalam pembunuhan putra mahkota Austria.

Setelah menunggu jawaban ultimatum selama 1 Bulan dan memperoleh jawaban yang kurang memuaskan, pemerintah Austria kemudian mengumumkan perang terhadap Serbiapada tanggal 28  Juli 1914. Kemudian di ikuti Jerman yang mengumumkan perang kepada Rusia pada tanggal 1 Agustus 1914.  Kemudian memunculkan peristiwa penyerangan Perancis terhadap Jerman pada 3 Agustus 1914. Hal ini diikuti Inggris dengan menyerang
Jerman pada 14 Agustus 1914. Perang kemudian berkecamuk di seluruh wilayah Eropa.

Pihak-pihak yang terlibat dalam Perang Dunia I adalah Blok Sentral atau disebut dengan blok Jerman yang terdiri dari 4 negara anggota, yaitu Jerman, Turki, Bulgaria, AustriaHonggaria. Sedangkan lawannya yaitu Blok Sekutu atau disebut blok Perancis. Blok Perancis ini terdiri dari 23 negara anggota, antara lain Perancis, Inggris, Rusia, Serbia, Belgia, Rumania, Yunani, Portugal, Jepang, Italia, Amerika Serikat dan lain-lain. Italia masuk ke Blok Perancis pada tahun 1915 setelah mengumumkan perang terhadap Austria, karena menginginkan daerah Tirol Selatan, Istria dan Delmatia milik Austria. Amerika Serikat ikut Blok Perancis pada tahun 1917, karena Jerman menenggelamkan kapal Lusitania yang membawa penumpang warga negara Amerika Serikat.

Perang Dunia I yang melanda wilayah Eropa terbagi dalam beberapa front atau wilayah peperangan yaitu:
Front Barat

Jerman di bawah pimpinan Ludendorf berhasil dengan cepat menguasai hampir seluruh Belgia dan mendesak pasukan Inggris di Mons pada 23 Agustus, kemudian menyeberangke Perancis barat  laut. Namun pada 5 September pihak Sekutu, dibawah pimpinan Jenderal Joffre, menyerang balik di tepi Sungai Marne, utara Paris. Serangan ini memaksa Jerman mundur ke Sungai Aisne. Jerman tidak pernah sepenuhnya pulih kembali karena adanya blokade dari Blok Sekutu, sehingga kehidupan di wilayah Jerman agaksul it. Kondisi ini menimbulkan pemberontakan di dalam negeri Jerman yang dilakukan oleh kelompok separatis yang ingin menggulingkan pemerintahan Jerman. Pada akhir tahun, kedua pihak telah menggali parit sepanjang 650 km dari wilayah Nieuport di pesisir Belgia hingga perbatasan Swiss. Parit-parit panjang digali sebagai tempat persembunyian. Pihak yang perang tidak terleyak berjauhan, dan mereka pun tidak pernah maju lebihd ari beberapa kilometer saja. Kehidupan prajurit dalam parit sangatlah sulit dan sering kekurangan pangan, diserang gas beracun, kedinginan, lembab serta prajurit yang tewas pun masih disimpan dalam parit karena sulit dipindahkan dengan cepat. Prajurit akan menemui ajalnya ketika diperintahkan untuk pergi ke atas untuk menyerang musuh. Area pertempuran ini dikenal sebagai garis depan sebelah barat.

Front Timur
Ketika pasukan Jerman menyerang Perancis, Rusia melancarkan serangan terhadap propinsi Jerman, Prusia Timur, namun berhasil dikalahkan di Tannenberg. Rusia tidak pernah lagi menginvasi Jerman meskipun mereka berhasil menduduki untuk sementara Propinsi Galicia di Austria. Kekalahan dahsyat yang dialami Rusia mendorong pecahnya Revolusi Rusia 1917. Pemerintahan Bolshevik yang baru segera meminta perdamaian yang
disepakati di Brest-Litowsk

Front Balkan
Pada awalnya Jerman di bawah Von Mackensen memperoleh kemenangan, sedangkan Rumania dan Serbia menyerah terlebih dahulu kepada Jerman. Inggris menyerbu Dardanela, tetapi dalam pertempuran di Gallipolli Inggris berhasil dikalahkan Turki. Inggris mundur dari Turki ke Yunani. Inggris menyerang Bulgaria dan menyerah padatahun 1918. Kemudian Turki diserang oleh Inggris dari daerah Arabia, Palestina dan Irak,
Turki menyerah tahun 1918.


Front Laut
Perang ini terjadi di Jutland, antara Inggris dengan Jerman. Namun dalam front ini tidak ada yang menang, sehingga Inggris mengadakan blokade terhadap Jerman yang mengakibatkan terjadinya perang kapal selam. Jerman menyatakan perang kapal selam tak terbatas. Jerman menciptakan kapal selam U-boat yang bisa menembakan torpedo. Sasaran kapal ini adalah kapal dagang Inggris yang membawa makanan dan perbekalan menyeberangi Atlantik dari Amerika Utara. Semua kapal yang dianggap Jerman sebagai musuh akan ditembaki, termasuk salah satunya adalah kapal dagang Amerika Serikat yangditenggelamkan  pada tahun 1917. Hal ini menyebabkan Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jerman pada tahun1917. Amerika Serikat memberikan bantuan material dan finansial ke Eropa yang menyebabkan Jerman semakin terdesak dan akhirnya kalah.
Perang Dunia I dan Terbentuknya Liga Bangsa-Bangsa
Akhir Perang
Blokade-blokade yang dilakukan Blok Sekutu yang sangat ketat terhadap Jerman, ditambah kekalahan Jerman di front Barat, menyebabkan kehidupan rakyat Jerman semakin susah. Kondisi Jerman seperti ini menimbulkan gerakan kaum separtacis(komunis) yang hendak menggulingkan pemerintahan Jerman . Sehingga Jerman menghadapi dua serangan sekaligus, yaitu pihak Sekutu dan pemberontakan kaum separtacis (komunis). Hal inilah menyebabkan Jerman menyerah kalah pada tahun 1918. Hitler menamakan gerakan separtacis ini sebagai tusukan pisau dari belakang punggung Jerman, yang menyebabkan Kaisar Jerman Wilhelm II turun tahta dan pemerintah dipegang oleh Ebert. Jerman kemudian menjadi republik dan menyerah kepada Sekutu. Sementara itu di Austria timbul pemberontakan yang dilakukan kaum komunis dan kaum Slavia, yang mengakibatkan Kaisar Karl terpaksa turun tahta pada tahun 1918 sehingga Austria-Honggaria menjadi rebuplik.

Setelah Perang Dunia I usai, negara-negara yang menang perang melakukan perundingan perdamaian dengan negara yang kalah perang. Diantaranya:
1. Perjanjian Versaillesi (28 Juni 1919) antara Jerman dengan negara-negara Sekutu. Isi perjanjian tersebut antara lain
a. Jerman menyerahkan wilayah Alsace-Lorraine kepada Perancis dan wilayah Eupen Malmedy kepada Belgia.
b. Danzig dan sekitarnya menjadi wilayah merdeka dibawah Liga BangsaBangsa
c. Jerman kehilangan semua tanah jajahannya yang diambil oleh Inggris, Perancis dan Jepang.
d. Jerman harus membayar ganti rugi perang sebanyak 132 Milyar Mark Emas
e. Angkatan Perang Jerman di perkecil.
f. Kapal perang dan kapal dagang Jerman diambil alih Inggris.
g. Daerah Jerman di sebelah barat Sungai Rijn diduduki sekutu selama 15 tahun.
h. Daerah Saar di perintah oleh Liga Bangsa-Bangsa selama 15 tahun.

Tokoh yang berperan dalam menjalankan Perjanjian Versailles adalah Woodrow Wilson ( Amerika Serikat), Clemenceau (Perancis), Lloyd Goerge (Inggris) dan Orlando (Italia). Empat tokoh ini dikenal sebagai “the Big Four”
2. Perjanjian St Germain (10 November 1919)adalah perjanjian antara Sekutu dengan Austria, yang isinya antara lain
a. Tidak diperkenankan adanya gabungan Jerman dan Austria.
b. Austria harus menyerahkan Tirol Selatan, Istria kepada Italia serta wilayah Bohemia dan Morovia kepada Cekoslowakia.
3. Perjanjian Neuilly (27 Nopember 1919) adalah perjanjian antara Sekutu dengan Bulgaria yang isinya Bulgaria harus menyerahkan daerah pantai Aegia kepada Yunani.
4. Perjanjian Trianon (4 Juni 1920) adalah perjanjian antara Sekutu dengan Hongaria yang berisi antara lain
a. Daerah Hongaria diperkecil
b. Keluarga Hapsburg tidak boleh menjadi raja di Hongaria
5. Perjanjian Sevres (20 Agustus 1920) adalah perjanjian antara Sekutu dengan Turki Utsmani yang berisi antara lain
a. Daerah Turki diperkecil dan tinggal Konstantinopel dan sekitarnya
b. Daerah yang penduduknya bukan orang Turki harus dilepaskan
c. Smyrna dan Thracia diduduki Yunani
d. Dardanela. Laut Marmora, Selat Bosporus harus dibuka untuk kapal-kapal dari semua bangsa.
e. Armenia diberi status merdeka
f. Kurdi merdeka.

Perjanjian Sevres ini bagi orang Turki dianggap sebuah penghinaan, maka timbullah pemberontakan kaum nasionalis Turki dibawah pimpinan Mustafa Kemal Pasha. Turki dijadikan republik dan Kemal Pasha dijadikan Presiden Turki. Kemal tidak mengakui perjanjian Serves, sehingga Sekutu menyerang Turki, namun Turki dapat mempertahankan diri. Kemudian Turki dapat memukul mundur Yunani di Smyrna (kota dekat Ankara) dan kemudian diadakan perjanjian Lausanne pada 24 Juli 1923 antara Sekutu dan Turki. Perjanjian ini menggantikan perjanjian Serves. Isi perjanjian ini antara lain:
a. Thracia Timur kembali kepada Turki
b. Turki melepaskan daerah yang penduduknya bukan bangsa Turki. Misalnya Arabia merdeka, Lybia ke Italia, Mesir, Irak, Palestina dan Cyprus ke Inggris, Syria dan Libanon ke Perancis.
c. Semua hak ekstra teritorial dari bangsa asing dihapuskan
d. Turki tidak perlu membayar kerugian perang
e. Turki tidak perlu mengurangi angkatan perangnya
f. Turki harus melindungi kaum minoritasnya.

Dampak Perang
Perang Dunia I dan Terbentuknya Liga Bangsa-BangsaPerang Dunia I merupakan perang yang mengerahkan semua kemampuan dan kekuatan yang dimiliki secara total oleh negara-negara terlibat di dalamnya, terutama negara-negara di Benua Eropa. Negara-negara yang terlibat dalam Perang Dunia I, semuanya sama-sama menanggung resiko. Perang yang melibatkan melibatkan lebih dari 70 juta tentara danmemakan korban lebih dari 10 juta orang meninggal dan sekitar 20 jut a orang terluka sebagai korban kedahsyatan Perang Dunia I. Selain itu, Perang Dunia I berpengaruh besar terhadap kehidupan manusia dalam bidang sosial, ekonomi dan politik.

Bidang Politik
1. Adanya perubahan terotorial dan munculnya paham-paham baru. Perubahan teritorial terjadi karena tenggelamnya empat negara besar, Jerman, Turki, Rusia dan Austri dan munculnya negara-negara baru, seperti Polandia, Cekoslovakia, Kroasia, Yugoslavia, Hongaria, Irak, Iran, Yordania, Mesir, Arab Saudi, dan Syria
(Suriah).
2. Paham-paham politik baru yang muncul akibat Perang Dunia I, adalah diktatorisme karena demokrasi dianggap tidak mampu menyelesaikan kekacauan politik maupun ekonomi. Diktatorisme yang muncul adalah Fasisme di Italia, Nazi di Jerman, Nasionalisme di Turki, Militerisme di Jepang, dan Diktator Proletariat di Rusia.

Bidang Sosial
1.Akibat yang ditimbulkan pasca Perang Dunia I di bidang sosial adalah kemiskinan dan kesengsaraan. Disini negara-negara berusaha memenuhi kebutuhan perlengkapan, sehingga mendorong produktivitas industri yang semakin besar. Sehingga negara menyadari semakin dibutuhkannya buruh sebagai penyedia bahan makanan dan alat-alat lainnya. Dengan kata lain posisi buruh mulai naik dari semula sangat rendah menjadi dihargai karena perannya yang begitu penting. Selain itu muncul juga gerakan emansipasi wanita, dimana selama perang berlangsung wanita perannya sama dengan laki-laki yang banyak dibutuhkan digaris depan.
2.Perang telah melahirkan kesengsaraan dan penderitaan, sehingga melahirkan kerohanian tersendiri. Kesengsaraan yang ditimbulkan oleh peperangan menumbuhkan keinginan untuk melenyapkan peperangan dan menciptakan perdamaian yang kekal bagi umat manusia. Puncak dari akibat ini adalah munculnua gerakan perdaiamain yang berkembang antara tahun 1920-1931 yang disebut Liga Bangsa-Bangsa .

Bidang Ekonomi
1. Egoisme ekonomi mendominasi dalam usaha Selama Perang Dunia I berkecemuk, menetapkan perjanjian perdamaian setelah perang, dimana negara yang menang perang saling berebut dalam  menuntut ganti rugi. Di Eropa negara-negara yang terlibat perang mengalami kerugian, kerusakan dalam bidang ekonomi, industri, pertanian, pertambangan dan lain-lain. Hal ini menyebabkan keadaan ekonomi Eropa semakin suram sehingga timbul faham-faham politik ekonomi diantaranya komunisme, fasisme, nasi dan etatisme.
2. Dampak dari kehancuran ekonomi ini dan nasionalisme yang dilakukan negaranegara nasionalisme menyebabkan munculnya bea masuk yang tinggi sehingga menghambat bahkan menghentikan perdagangan internasional. Hal tersebut berakibat terjadinya over produksi di beberapa negara produsen seperti Amerika Serikat, Brasil dan Kanada sehingga krisis ekonomi dahsyat melanda dunia yang dikenal dengan sebutan Malaise pada 1929. Kehancuran juga melanda negaranegara jajahan bangsa Barat di Asia, Afrika dan Amerika.

Terbentuknya Liga Bangsa-Bangsa
Usaha-usaha untuk menciptakan perdamaian selalu muncul setelah berakhirnya sebuah konflik atau pun sebuah peperangan. Setiap manusia baru menyadari betapa dahsyatnya dampak dari perang setelah mengalami kengrian dari perang yang terjadi dan setiap mata menyaksikan betapa merugikannya perang yang telah terjadi. Beberapa upaya perdamaian telah dilakukan oleh tokoh-tokoh dunia, salah satunya adalah pemikiran Woodrow Wilson, Presiden Amerika Serikat dari 1913-1921. Sebelum Amerika Serikat terlibat dalam kancah Perang Dunia I, Woodrow Wilson telah mengajukan usul untuk mengakhiri perang dan menjamin adanya perdamaian.Usulan Woodrow Wilson ini dikenal dengan nama Peace Without Victory. Isi dari usulan tersebut antara lain:
a. Tidak diperbolehkan adanya perjanjian-perjanjian rahasia
b. Semua bangsa memiliki kedudukan yang sama
c. Melakukan pengurangan perlombaan senjata

Usulan Woodrow Wilson ini kemudian di deklarasikan dengan nama 14 Pasal Wilson (Wilson’s Fourteen Point) pada 8 Januari 1918 dan menjadi tujuan Amerika Serikat untuk sesegera mungkin menyelesaikan perang. Dari 14 pasal tersebut, isi terpentingnya adalah
a. Perjanjian rahasia tidak diperbolehkan
b. Pengurangan persenjatan
c. Bangsa-bangsa diberikan hak untk menentukan nasib sendiri
d. Pembentukan Liga Bangsa-Bangsa.

Dari empat belas pasal yang diusulkan yang dapat terlaksana hanya pembentukan Liga Bangsa-Bangsa yang didirikan pada 20 Januari 1919.. Sedangkan lainnya meskipun ada yang disetujui, namun tidak ada yang terlaksana. Liga Bangsa-Bangsa ini bertujuan antara lain
a. Menjamin perdamaian dunia
b. Melenyapkan perang
c. Diplomasi terbuka
d. Mentaati hukum dan perjanjian internasional

Dalam pelaksanaanya, Liga Bangsa-Bangsa ini memiliki badan-badan untuk menjalankan aktivitasnya. Diantara badan-badan tersebut antara lain:

1. Sidang Umum, merupakan sidang dari semua anggota setahun sekali di Jenewa. Tiap negara anggota memiliki tiga orang wakil dengan satu suara. Badan ini bertugas:
a. merundingkan permasalahan yang muncul dan memberi nasihat yang
tidak mengikat.
b. Membuat rencana keuangan untuk biaya kegiatan Liga Bangsa-Bangsa
c. Memilih hakim untuk mahkamah internasional
d. Menerima anggota baru
e. Menetapkan dan atau mengubah perjanjian internasional

2. Dewan Keamanan, memiliki 15 orang anggota yang terdiri dari wakil-wakil tetap dari negara besar (5 orang) dan wakil-wakil tidak tetap dari negaranegara kecil (10 orang) bergantian setiap 3 tahun. Adapun tugas dari dewan ini adalah:
a. Menyelesaikan perselesihan-perselisihan internasional
b. Menjaga negara-negara anggota terhadap serangan negara lain
c. Pengurangan senjata
d. Melindungi dan membela Liga Bangsa-Bangsa

3. Sekretaiat Tetap, sekretariat tetap berkedudukan di Jenewa Swiss. Badan ini bertugas:
a. Melayani kebutuhan Liga Bangsa-Bangsa
b. Mencatat perjanjian-perjanjian internasional

4. Organisasi-organisasi tambahan terdiri dari panitia-panitia mengenai urusan ekonomi, keuangan, teknik, kesehtan, mandat, ilmu pengetahuan dan perhubungan. Diantaranya adalah ILO (International LabourOrganization) dan Mahkamah Internasional (Internasional Court of Justice) Dalam segala hal, sifat Liga Bangsa-Bangsa adalah sukarela (keputusannya tidak mengikat anggotanya), kedaulatan suatu bangsa tidak boleh dilanggar atau dikurangi. Setiap anggota secara sukarela mentaati atau tidak mentaati semua keputusan Liga Bangsa-Bangsa. Sebagai contoh misalnya sangsi boikot terhadap suatu negara, setiap anggota dibebaskan
untuk menjalankan secara sukarela apakah mendukung atau tidak, sehingga sangsi yang diberikan seperti tidak berguna. Disinilah salah satu kelemahan yang dimiliki oleh Liga Bangsa-Bangsa. Karena jika negara yang diberi sangsi itu negara yang kuat, maka negaranegara kecil umumnya tidak berani melaksanakan keputusan Liga Bangsa-Bangsa tersebut. Namun Liga Bangsa-Bangsa tetap menjalankan sifat seperti ini, sehingga Liga Bangsa-Bangsa gagal dalam menjalankan tugasnya mengawai perdamaian internasional. Hasil-hasil perjanjian perdamaian Liga Bangsa-Bangsa antara lain:
1. Protokol Jenewa (1924)
2. Perjanjian Locarno (1925)
3. Perjanjian Kellog-Briand (Perjanjian Perdamaian Paris, 1928)

Hasil-hasil Liga Bangsa-Bangsa
1. Soal kepulauan Aaland
2. Soal Wilna
3. Soal Mosul
4. Soal Manchuria
5. Soal Ethiopia

Akhir sebuah Liga Bangsa-Bangsa
Liga Bangsa-Bangsa dalam perjalanannya ternayat tidak mampu bertahan lama. Munculnya Perang Dunia II menjadi bukti kegagalan Liga Bangsa-Bangsa. Faktor yang menyebabkan hancurnya Liga Bangsa-Bangsa antara lain
1. Tidak adanya peraturan yang mengikat dan semuanya dilakukan secara
sukarela
2. Tidak mempunyai alat kekuasaan yang nyata dalam menindak setiap negara
yang melanggar
3. Terlalu lemah terhadap negara-negara besar
4. Adanya pergeseran tujuan dari masalah keamanan ke masalah politik.

Karena Liga Bangsa-Bangsa tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik, kemudian fungsinya digantikan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (United Nation Organisation) yang didirikan pada 24 Oktober 1945.

Baca Juga Materi Lanjutannya: Perang Dunia Ke-2




















Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel