Materi Perpecahan Cekoslowakia | Sejarah Peminatan XII


Materi Perpecahan Cekoslowakia | Sejarah Peminatan XII


Pada 1 Januari 1993, Republik Sosialis Cekoslowakia pecah menjadi dua negara yang merdeka dan berdaulat, yaitu Republik Ceko dan Republik Slowakia. Untuk memahami alasan pecahnya Republik Sosialis Cekoslowakia, kita perlu mengetahui sejarah awal negeri ini yang membentuk benih-benih separatisme. Hal ini senantiasa menjadi sebuah bom waktu atau api dalam sekam. Selanjutnya, kita juga perlu mengetahui dinamika politik da nekonomi (terutama faktor kesenjangan ekonomi) yang terjadi pada masa kekuasaan komunisme di Cekoslowakia. Hal ini mencakup dua peristiwa penting, yakni Prague Spring atau Musim Semi Praha dan Velvet Revolution atau Revolusi Beludru.
1. Sejarah
Bangsa Ceko (fail Slowakia pernah dipimpin oleh seorang saudagar asal Kekaisaran Franken yang bernama Samo pada abad VII. Sebagai pemimpin, Samo berjuang untuk melawan invasi bangsa Turki yang datang dari Asia Tengah. Sepeninggal Samo, bangsa Ceko dan Slowakia kembali tercerai-berai. Pada 833 M, seorang kesatria bernama Mojmir berhasil menyatukan mereka dan membentuk negara besar bernama Moravia Raya. Pada 900 M, suku Magyar dari Asia Tengah menguasai Moravia Raya. Sejak saat itulah, bagian timur laut Moravia Raya, Felvidek, yang dihuni oleh bangsa Slowakia dikuasai oleh suku Magyar selama berabad-abad. Sementara itu, bangsa Ceko berhasil bertahan dan membentuk
Kerajaan Bohemia.
Sejak abad X, Ceko menjadi negara bagian dari Kekaisaran Romawi Suci (berpusat di Jerman), yang dikuasai oleh berbagai dinasci dari Dinasti Luksemburg sampai Dinasti Habsburg. Secara budaya, Ceko (Bohemia) dipengaruhi oleh budaya Jerman, sedangkan bangsa Slowakia dipengaruhi oleh budaya Magyar. Masing-masing membentuk identicasnya sendiri.
Pada awal abad XVI, wilayah Felvidek sempat dikuasai oleh
penguasa Turki Utsmani (Ottoman) di bawah Sulaiman I. Namun, pada sekitar 1529, Kekaisaran Austria-Hungaria dari Dinasti Habsburg mendep ak Turki Utsmani dari wilayah Felvidek danmenguasai Ceko dan Slowakia.

Tomas Garrigue Masaryk , presiden pertama Cekoslowakia.
Menjelang berakhirnya Perang Dunia I (1914— 1918), Kekaisaran Austro-Hungaria runtuh. Hal ini membuka jalan bagi terbentuknya negara Cekoslowakia. Untuk mewujudkan hal tersebut, tokoh Cekoslowakia, Tomas Garrigue Masaryk (kelak menjadi presiden pertama Cekoslowakia), beserta para utusan bangsa Ceko dan bangsa Slowakia menghadiri pertemuan di Pittsburg, Pennsylvania, Amerika Serikat. Pertemuan tersebut menghasilkan Nota Kesepahaman Pittsburgh pada 31 Mei 1918. Isinya menyetujui pembentukan sebuah negara federal yang terdiri atas dua negara bagian, yaitu Republik Ceko dan Republik Slowakia. Selanjutnya, pada 18 Oktober 1918, Tomas Garrigue Masaryk, mengumumkan kemerdekaan Cekoslowakia. Masaryk terpilih sebagai presiden pertama Cekoslowakia pada 14 November 1918. Selanjutnya, pada masa pemerintahan Presiden Edvard Benes (1939-2 April 1945 dan 1945-1948), bentuk negara federal dibubarkan dan digantikan dengan bentuk negara kesatuan.
Pada Maret 1939, pasukan Nazi Jerman menguasai Cekoslowakia. Adolf Hitler, menganeksasi wilayah Ceko menjadi wilayah kekuasaan Jerman. Adapun Slowakia dijadikan negara boneka 

Presiden Edvard Benes, presiden kedua Cekoslowakia

(satelit) Jerman dengan kedaulatan yang terbatas. Jatuhnya Front Timur (mencakup Eropa Tengah dan Eropa Timur) ke tangan Uni Soviet pada Perang Dunia II (1939-1945), yang diikuti dengan kekalahan Nazi Jerman, memuluskan jalan bagi Partai Komunis Cekoslowakia (PKC) ke tampuk kekuasaan. Akhirnya, pada 25 Februari 1948, Cekoslowakia berada di bawah kekuasaan PKC. Melalui PKC, Uni Soviet mempersatukan kembali Ceko dan Slowakia menjadi satu negara, Cekoslowakia.
2. Dalam Cengkeraman Partai Komunis Cekoslowakia (PKC)
Selama pemerintahan PKC, oposisi di Cekoslowakia tak berkutik. Represi negara sangat keras. Mereka yang tak sepakat dengan pemerintah harus bersiap disebut sebagai musuh negara Kehidupan Cekoslowakia jauh dari demokratis. Keterbukaan yang minim, ketakutan di mana-mana, dan hak untuk menyampaikan pendapat dibungkam. Otoritas negara berkuasa penuh atas segala hal mulai dari pendidikan, informasi, ekonomi, militer, hingga keamanan.
Pembakaran tank milik Uni Soviet oleh orang-orang Cekoslovvakia saat terjadinya Musim Semi Praha.

Sebagai reaksi aras otoritarianisme PKC, pada awal 1968, Cekoslowakia mengalami Prague Spring atau Musim Semi Praha. Musim Semi Praha adalah sebuah periode reformasi dan kebebasan pada masa pemerintahan Alexander Dubcek, seorang presiden reformis sekaligus sekretaris jenderal PKC. Di bawah slogan “sosialisme berwajah manusiawi” , ia mendorong desentralisasi parsial dalam bidang ekonomi dan politik, serta menegakkan demokrasi dalam bentuk kebebasan pers, kebebasan berbicara, serta kebebasan bepergian. Periode Musim Semi Praha dimulai sejak 5 Januari 1968 dan berakhir pada 21 Agustus 1968 ketika Uni Soviet dan anggota-anggota sekutu Pakta Warsawa menyerang Cekoslowakia untuk menghentikan proses reformasi. Dalam peristiwa ini, tokoh antikomunis, Vaclav Havel, ditangkap dan dipenjarakan.
Satu-satunya paket reformasi yang selamat dari pemberangusan Uni Soviet adalah penerapan kebijakan desentralisasi parsial dalam bentuk pemberlakuan kembali negara federal pada 27 Oktober 1968. Pada 1971, Presiden dan Sekretaris Jenderal Partai Komunis Cekoslowakia yang baru, Gustav Husak (1969-1987), mempertahankan bentuk negara federal. Namun, pada saat yang sama, ia memperkuat kekuasaan pemerintah pusat di Praha. Ironisnya,''Gustav Husak sendiri adalah seorang berkebangsaan Slowakia. Pendekatan ini menumbuhkan kembali sentimen separatisme, yang kemudian menguat pasca jatuhnya komunisme pada akhir 1990.
Sejak pemimpin Uni Soviet, Mikhail Gorbachev, menggulifkan kebijakan glasnost (keterbukaan) dan perestroika (pembenahan) pada 1985, pemerintahan Cekoslowakia menjadi lebih luwes. Namun, kendati PKC mendukung kebijakan tersebut, pembenahan yang dilakukan minim sekali terjadi. Akibatnya, pada akhir 1980 an, ekonomi Cekoslowakia melemah dan konsumsi turun drastis. Keadaan tersebut memicu rakyat untuk turun ke jalan-jalan menuntut reformasi. Puncaknya adalah terjadinya Velvet Revolution atau Revolusi Beludru pada 17 November hingga 29 Desember 1989. Masyarakat Cekoslowakia menyerukan penghapusan sensor, menuntut pembebasan Vaclav Havel, serta menyerukan reformasi total. Rezim komunis Cekoslowakia akhirnya runtuh seiring melemahnya pengaruh Uni Soviet.
3. Pecahnya Cekoslowakia
Usai rezim komunis diruntuhkan, konflik yang sebelumnya terpendam mulai muncul kembali. Konflik tersebut menyangkut stabilitas politik dan potensi gesekan aspirasi serta kepentingan antara dua bangsa, yakni Ceko dan Slowakia. Hal itulah yang menjadi salah satu tantangan utama (selain masalah ekonomi) yang dihadapi presiden baru, Vaclav Havel, presiden non-komunis sekaligus pejuang hak asasi manusia, yang diangkat menjadi presiden pada 29 Desember 1989.
Kesenjangan ekonomi semakin memperparah gesekan yang muncul. Pada 1991, GDP (gross domestic product! produk domestik bruto) Republik Ceko 20% lebih tinggi daripada Republik Slowakia. Pada Januari 1991, transfer payments (semacam subsidi dan sumbangan sosial) ke Slowakia yang biasanya diberikan oleh Ceko pada tahun-tahun sebelumnya dihentikan. Pada saat yang sama, beberapa tokoh terkemuka Slowakia menginginkan persatuan yang lebih longgar, sementara PartaiNasional Slowakia menghendaki kemerdekaan dan kedaulatan yang penuh.

Pemerintah pusat bersikap tegas, dengan mendesak berbagai
pihak untuk menghentikan langkah-langkah yang bisa memicu perpecahan. Namun, bangsa Slowakia tetap menginginkan reformasi total, salah satunya desentralisasi.

Vaclav Havel, pemimpin antikomunis Cekoslowakia.
Menjelang pertengahan 1992, perwakilan Ceko, Vaclav Klaus, dan perwakilan Slowakia, Vladimir Meciar, berunding untuk menentukan jalan keluar terbaik. Opsinya adalah federasi yang lebih ketat (kekuasaan terbesar diserahkan ke negara bagian) atau membentuk dua negara merdeka. Sempat muncul ide konfederasi dari Vladimir Meciar dan para tokoh Slowakia lainnya. Pada Juli 1992, Parlemen Slowakia mendeklarasikan kemerdekaan bangsa Slowakia. Enam hari kemudian, Klaus dan Meciar menandatangani pembubaran Cekoslowakia dalam sebuah pertemuan di Bratislava, ibu kota Slowakia. Akibat kekecewaan atas kesepakatan itu, Presiden
Vaclav Havel mengundurkan diri.

Setelah itu, diadakan serangkaian perundingan agar perpecahan itu berjalan damai. Pada November 1992, Majelis
Federal mengesahkan UU No. 541 (Constitution Act 541) tentang pembagian properti antara Ceko dan Slowakia. Pada 25 Desember 1992, Cekoslowakia resmi dibubarkan. Pembubaran itu berjalan damai, tanpa kekerasan. Bahkan, Cekoslowakia menjadi satu-satunya bekas negara komunis yang mengalami perpecahan secara damai dan merupakan prestasi politik yang sangat menonjol di Eropa pascajatuhnya komunisme. Ironisnya, banyak orang dari kedua negara meyakini perpisahan tersebut bukan langkah bijak. Dalam sebuah jajak pendapat pada September 1992, hanya 37% orang Slowakia dan 36% orang Ceko yang menginginkan perpecahan.
4. Sebab-Sebab Perpecahan
Secara umum, penyebab timbulnya perpecahan di Cekoslowakia adalah sebagai berikut.
1) Faktor internal: perbedaan latar belakang sejarah Sejak awal, latar belakang sejarah bangsa Ceko dan bangsa Slowakia memang berbeda. Sekalipun memiliki leluhur yang sama, mereka tumbuh dan berkembang dalam kultur yang berbeda. Dengan demikian, masing-masing membentuk dan mengembangkan identitas sendiri. Persatuan tidak pernah menjadi cita-cita atau aspirasi mereka sejak semula.Tampaknya, pihak yang menginginkan persatuan hanyalah bangsa penjajah, Uni Soviet dan Austro-Hungaria. Mereka sendiri hanya menginginkan sebuah negara federal yang di dalamnya, baik Republik Ceko maupun bangsa Slowakia, memiliki otonomi untuk mengurus wilayah dan mempertahankan identitasnya masing-masing. Ketika otonomi tersebut tidak mampu mengantar mereka kepada kesejahteraan,
misalnya karena berbagai faktor politik dan ekonomi, pilihan yang tersisa adalah kemerdekaan yang penuh. Hal itu terwujud ketika rezim komunisme runtuh dan era kebebasan lahir. Era kebebasan membuka peluang bagi menguatnya kembali sentimen identitas, yang telah lama terpendam, tetapi tetap hidup, yaitu identitas kultural antara pengaruh budaya Jerman (Ceko) dan pengaruh budaya Magyar (Slowakia).
2) Faktor eksternal: pecahnya negara-negara satelit Soviet Runtuhnya rezim komunis di Cekoslowakia berarti dimulainya era kebebasan, baik di bidang ekonomi maupun politik. Muncul harapan bahwa di era kebebasan, segala sesuatu akan menjadi lebih baik. Tidak ada kesejahteraan dalam situasi penuh tekanan di bawah rezim komunisme Uni Soviet. Optimisme ini melahirkan rasa percaya diri untuk mengatur diri sendiri, termasuk membentuk negara sendiri. Keyakinan itu didapat setelah mereka saksikan secara nyata di Amerika Serikat dan di belahan Eropa lainnya, yang berkembang pesat dalam berbagai bidang karena ditopang oleh sendi utama, yaitu kebebasan. Hal itulah yang mendorong Ceko dan Slowakia untuk berpisah secara damai. Persatuan tidak pernah menjadi cita-cita atau aspirasi bangsa Ceko dan bangsa Slowakia. Tampaknya, pihak yang menginginkan persatuan hanyalah bangsa penjajah, UniSoviet dan AustroHungaria.
3) Faktor khusus: Slowakia merasa sebagai “ anak tiri” dalam negara Cekoslowakia Dua entitas, Ceko dan Slowakia, memang berasal dari leluhur yang sama, tetapi memiliki nasib berbeda. Sejak berada di bawah kepemimpinan Borivoj Premislovek, Praha (ibu kota Kerajaan Bohemia) tumbuh sebagai kota yang maju. Hal sebaliknya dialami Bratislava, ibu kota Slowakia. Sejak bersatu dalam negara federal Cekoslowakia, negara bagian Ceko secara reguler memberi tunjangan sosial dan subsidi yang disebut transfer payments ke negara bagian Slowakia. Ceko (Praha) menjadi pusat kemajuan.
Artinya, kesenjangan ekonomi antara dua entitas tersebut begitu terasa. Tanpa disadari, hal ini menimbulkan kecemburuan, yang pada gilirannya ikut membentuk tekad bangsa Slowakia untuk membentuk negara sendiri.

Sumber: buku K-13, Sejarah Pemiinatan Kelas XII, Erlangga, Ratna Hapsari, M Adil.

0 Response to "Materi Perpecahan Cekoslowakia | Sejarah Peminatan XII"

Post a Comment

wajib meninggalkan komentar yang positif....thanls sudah mengunjungi blog kami

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel