Perang Dunia 2 dan Terbentuknya PBB

Slide1

Perang Dunia II merupakan konflik militer global yang melibatkan hampir seluruh negara di dunia. Konflik ini terjadi pada 1 September 1939 hingga 14 Agustus 1945. Namun ada juga yang berpendapat bahwa perang ini sudah lebih awal dimulainya, yaitu ketika Jepang menduduki Manchuria pada 1 Maret 1937. Perang ini didalamnya melibatkan kekuatankekuatan besar yan dibagi menjadi dua aliansi militer yang berlawanan. Pertama pihak sekutu yang yang terdiri atas Perancis, Inggris, Polandia, Rusia dan Amerika Serikat. Kedua, Poros yang terdiri dari Jerman, Italia dan Jepang. Perang Dunia II merupakan perang terbesar dalam sepanjang sejarah yang melibatkan lebih dari 100 juta personil militer dan kurang lebih 50 juta orang tewas dalam konflik ini. Konflik ini terjadi di tiga benua, yaitu Asia, Afrika dan Eropa. Di Eropa, Adolf Hitler sebagai Kanselir Jerman berusaha membangkitkan kembali kejayaan Jerman melalui fasisme, mengawali perang ini dengan menyerang Polandia. Selanjutnya dengan bantuan Italia Jerman terus memperluas wilayah pendudukannya.

Di Asia Pasifik, Jepang Secara mendadak menyerang pangkalan laut Amerika Serikat di Pearl harbour pada 7 Desember 1941. Dampak dari tindakan Jepang ini adalah menjadikan Asia sebagai medan pertempuran Perang Dunia II, sehingga Amerika Serikat yang pada awalnya tidak ikut serta dalam perang mulai mengangkat senjata melawan blok axis, bergabung bersama Inggris dan Perancis. Uni Soviet, tiba-tiba diserang oleh sekutunya sendiri, Jerman, melalui operasi Barbarossa pada tahun 1941. Hal ini menjadi awal rangkaian kekalahan Jerman. Dan Perang ini berakhir pada tanggal 14 Agustus ketika Jepang menyerah kepada Sekutu dampak dari dijatuhkannya bom atom di Hiroshima dan Nagasaki. Dan secara resmi berakhir ketika Jepang menandatangani dokumen Japanese Instrument of Surender di atas kapal USS Missouri pada 2 September 1945.

Latar Belakang Terjadinya Perang Dunia II
Pada hakikatnya faktor yang melatarbelakangi terjadinya Perang Dunia II pembagiannya sama dengan faktor penyebab Perang Dunia I, yakni adanya sebab umum dan sebab khusus

Sebab umum
1. Kegagalan Liga Bangsa-Bangsa (LBB) dalam menjalankan tugas-tugasnya. LBB yang diharapkan mampu menjadi suatu lembaga yang dapat menciptakan perdamaian dunia, ternyata gagal menjalankan perannya dengan baik
2. Munculnya politik Aliansi (mencari kawan) Berkembangnya berbagai paham setelah Perang Dunia I telah menjadikan Eropa membentuk persekutuan berdasarkan kepentingan ideologi yang berkembang di negara masing-masing. Terjadinya blok-blok ini sebagai akibat timbulnya politik mencari kawan yang sepaham. Dari sinilah muncul sikap saling mencurigai antar negara. Ketika ketegangan ini mulai menghangat, masing-masing pihak memperkuat dan encari dukungan negara lain.
3. Perlombaan Senjata. Usai Perang Dunia I, terutama negara yang kalah perang, membangun angkatan bersenjata dan teknologi perang, seperti yang dilakukan Jerman di bawah kepemimpinan Hitler
4. Jerman tidak mengakui lagi perjanjian Versailles

Sebab Khusus
Berdasarkan perjanjian Versailles, wilayah Prusia Timur dipisahkan dari Jerman dengan dibentuknya negara Polandia (jalan keluar Jerman menuju laut). Di tengah-tengah negara ini terletak kota Danzig yang dituntut Jerman karena penduduk wilayah itu
berbangsa Jerman. Polandia sendiri menolak untuk menyerahkan wilayah tersebut bahkan kemudian mengadakan perjanjian dengan Inggris, Perancis, Rumania dan Yunani yang berisi saling menjamin kemerdekaan masing-masing negara. Hitler menjawab kesepakatan ini dengan mengadakan perjanjian Jerman-Rusia pada 23 Agustus 1939 yang

berisi kesepakatan Non-Agresi, dimana kedua negara tidak akan saling menyerang. Jerman pada 1 Septemer 1939 menyerang Polandia. Serangan yang dilancarkan Jerman ini mengawali Perang Dunia II di front Eropa. Untuk kawasan Asia Pasifik, sebab khususyang mengawali Perang Dunia II adalah penyerangan pangkalan angkatan laut Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawaii oleh Jepang pada 7 Desember 1941. Penyerangan ini mengawali berkobarnya Perang Pasifik atau Perang Asia Timur Raya.

Jalannya Perang Dunia II
Menurut Nicholas Tate (2002), setelah Jerman melancarkan serangan ke Polandia pada 1 September 1939, tiga hari kemudian, tanggal 3 September 1939, Perancis dan Inggris menyatakan perang terhadap Jerman. Kondisi ini menandai dimulainya Perang Dunia II antara Blok Axis (Poros) yang dipimpin Jerman dengan Blok Sekutu yang
dipimpin Inggris. Jerman menerapkan politik lebensraum yang berperan sebagai motivasi kebijakan ekspansionis Jerman. Politik ini bertujuan memberikan ruang tambahan untuk pertumbuhan penduduk Jerman demi terciptanya Jerman Raya. Serangan Jerman yang dilakukan dengan mengerahkan seluruh kendaraan perang mulai dari tank hingga pesawat tempur yang mennggempur wilayah musuh dan diikuti gerakan menyapu pasukan Infanteri yang datang dari belakang mengepung kantong-kantong musuh. Metode perangini di sebut sebagai “blitzkrieg” yang berarti “perang kilat”. Dengan metode tersebut menjadikan gerakan ekspansi Jerman sulit dihentikan. Polandia jatuh sebelum September 1939. Setelah enam bulan masa tenang, Hitler menyerang Belgia, Belanda, Denmark, Norwegia dan Perancis. Pada tanggal 22 Juni 1940 dengan gempuran-gempuran yang sangat dahsyat dari Jerman dan Italia semuanya sudah dikalahkan Jerman dengan bantuan Italia, hanya Inggris yang masih bertahan.

Selanjutnya Jerman mencoba untuk menguasai Inggris. Dari bulan Juli hingga September ia melancarkan serangan udara terhadap kapal, bandara dan pelabuhan dan kota-kota untuk memperlemah Inggris sebelum mengirimkan pasukan darat. Namun serangan-serangan Jerman, baik angkatan udara maupun darat dapat dipatahkan oleh pasukan Inggris dibawah pimpinan Perdana Menteri Winston Churchill.

Pada Juni 1941, Jerman dan Italia telah menduduki daerah Balkan, Yugoslavia, Albania dan Yunani serta membujuk Rumania, Hongaria, dan Bulgaria untuk membantu mereka. Serangan ini mendapat perlawanan sengit dari pasukan partisan Yugoslavia dibawah pimpinan Josep Broz Tito. Kemudian pada 22 Juni 1941, Jerman melancarkan seranganbesar-besaran kepada mantan sekutunya, yaitu Uni Soviet. Serangan-serangan tersebut berhasil dengan gemulang sehingga negara-negara sekutu dalam posisi bertahan. Namun pada musim dingin 1944, pasukan Rusia dapat memukul mundur pasukan Jerman dengan menerobos jauh ke arah Polandia, Rumania, Yugoslavia, Hongaria seringga dapat mengusir pasukan Jerman dari daerah Balkan.

Di Pasifik, pada 7 Desember 1941, Jepang telah memulai Perang Asia Timur Raya dengan melakukan penyerangan terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di Pearl Harbour, Hawai. Keesokan harinya, Amerika Serikat menyatakan perang terhadap Jepang dan negara Poros lainnya. Perang yang melanda Eropa mengakibatkan wilayah koloni Inggris, Perancis dan Belanda di Asia Pasifik terabaikan. Jepang mengambil keuntungan dari kondisi ini. Sehingga dalam waktu 100 hari, Jepang berhasil merebut koloni Inggris  diMalaya dan Burma, koloni Amerika Serikat di Filipina, koloni Belanda di Indonesia, dan sejumlah pulau di Pasifik.

Untuk membalas serangan Jepang, sekutu menyusun strategi dengan melakukan taktik "Loncat Katak" (Jumping Frog). Stategi ini dipimpin oleh Jendral Douglas Mac Arthurdan Laksamana Chester Nimit tz. Pada 7 Mei 1942, sekutu berhasil menghancurkan tentara Jepang di Laut Koral dan pertempuran Midway. Hal ini membuat rencana Jepang untuk menduduki Australia dan kepulauan Hawaii berantakan. Setelah itu, pada 1945, Sekutu berhasil merebut Filipina dan Indo-Cina. Pada awal 1945 pasukan Amerika Serikat mengambil alih Pulau Okinawa dan Iwojima di Jepang. Kemudian, pada 6 Agustus 1945 angkatan udara Amerika Serikat menjatuhkan bom atom di atas kota Hiroshima dan membunuh lebih dari 80.000 orang.Tiga hari kemudian, pada 9 Agustus 1945, bom atom kedua dijatuhkan di Nagasaki. Selain itu Uni Soviet juga menyatakan perang terhadap Jepang.

Semua bencana ini memaksa Kaisar Hirohito untuk menyerah. Tentara Jepang akhirnya menyerah pada Sekutu pada 15 Agustus 1945. Kejadian ini pula yang membuat Jepang harus angkat kaki dari Indonesia, dan dalam masa transisi tersebut, Indonesia menyatakan kemerdekaannya. Sebelumnya, pasukan Sekutu di bawah pimpinan Montgomery pada 23 Oktober 1942 mendapat kemenangan dalam Perang El-Alamein di Afrika Utara. Disusul oleh kemenangan Amerika Serikat di Aljazair, Inggris- Amerika Serikat di Sisilia dan Italia Utara. Adapun, di Italia serangan Sekutu mendapat perlawanan sengit dari pasukan Jerman. Namun, pada 3 September 1943 Italia akhirnya dapat ditaklukkan. Pada 1944, kendali Jerman atas Eropa mulai melemah. Serangan balik Sekutu dimulai

pada 6 Juni 1944, dengan serangan besar-besaran di Pantai Normandia oleh Inggris, Amerika Serikat, Kanada dan pasukan lainnya dibawah pimpinan Jenderal Eisenhower dari Amerika Serikat. Pos pertahanan dibangun dan akhirnya setelah berperang habishabisan pasukan Sekutu memasuki pertahanan Jerman.

Pada Agustus pasukan Sekutu mendarat di Perancis Selatan dan mulai bergerak ke utara. Sebulan kemudian hampir seluruh Perancis telah bebas. Pada pertengahan April 1945, pasukan Sekutu mulai memasuki Jerman tengah dan selatan. Pasukan sekutu melancarkan serangan langsung ke wilayah Jerman dengan menghancurkan pusat-pusat industri Jerman dan berhasil menduduki kota Berlin. Pasukan Jerman terdesak. Pada 7 Mei 1945, Jerman akhirnya menyerah kepada Sekutu.

Dengan menyerahnya Jerman dan Jepang kepada Sekutu, berakhirlah Perang Dunia II. Kekalahan yang dialami pada Perang Dunia I terulang kembali oleh Jerman dan Italia. Akhir dari Perang Dunia II ialah dengan penandatanganan perjanjian perdamaian antara Sekutu dengan negara yang kalah perang. Perjanjian tersebut antara lain Perjanjian Potsdam antara Jerman dan Sekutu yang dilakukan pada 2 Agustus 1945. Isi Perjanjian Postdam antara lain:
1. Wilayah Jerman dibagi empat daerah pendudukan, yaitu Jerman Timur oleh Rusia dan Jerman Barat oleh Amerika Serikat, Inggris dan Perancis.
2. Danzig dan daerah Jerman bagian timur Sungai Oder dan Neisse diberikan kepada Polandia
3. Demiliterisasi Jerman
4. Penjahat Perang harus dihukum
5. Jerman harus membayar ganti rugi.

Perjanjian San Fransisco pada 8 September 1951 antara Jepang dan Sekutu. Isi dari perjanjian tersebut adalah
1. Jepang di perintah oleh tentara pendudukan Amerika Serikat
2. Jepang membayar pampasan perang
3. Daerah pendudukan Jepang dikembalikan kepada pemiliknya
4. Penjahat perang akan dihukum

Akibat Perang Dunia II

Perang Dunia II merupakan perang terbesar dan terdahsyat yang pernah terjadi dalam sejarah umat manusia. Perang Dunia II sudah pasti membawa kehancuran. Akibat kehancuran ini sangat berpengaruh luas dalam kehidupan bangsa dan negara yang bersengketa baik dalam bidang politik, ekonomi sosial dan budaya.

Bidang Politik
1. Memunculkan dua kekuatan besar dunia yakni Amerika Serikat dengan ideologi demokrasi liberalnya (liberalisme), dan Uni Soviet dengan ideologi komunisnya.
2. Terjadi perebutan hegemoni di antara kedua ideologi yang berbeda berakibat munculnya perang dingin (cold war) antara Amerika Serikat dan Uni Soviet. Perang dingin ini sudah berakhir ketika Uni Soviet terpecah pada 1991 menjadi Commonwealth of Independent State (CIS). Pada masa perang dinginini kedua kekuatan mencoba mempengaruhi negara-negara sepaham untuk membentuk aliansi (persekutuan), seperti North Atlantic Treaty Organization (NATO), yaitu fakta pertahanan Amerika Serikat bersama negara-negara Eropa Barat. Adapun aliansi bentukan Uni Soviet adalah Pakta Warsawa, yaitu pertahanan Uni Soviet bersama negara- negara Eropa Timur,
3. Balance of Power Policy mengakibatkan munculnya politik aliansi yang berdasarkan atas kemauan bersama (Collective Security) misalnya adanya METO (middle eastern treaty organiszation) dan SEATO (south east asian treaty organization)
4. Berakhirnya Perang Dunia II membawa dampak jatuhnya imperialis. Jatuhnya imperialisme ini membawa dampak menguatnya semangat nasionalisme di wilayah Asia dan Afrika untuk melepaskan diri dari cengkeraman negara Asing. Hal ini membawa dampak semangat untuk merdeka, Misalnya di Asia, muncul negara-negara baru seperti Indonesia, Filipina, India, Pakistan dan Srilanka. Di Afrika misalnya muncul Mesir dan Aljazair.

Bidang Ekonomi
Setelah Perang Dunia II berakhir, keadaan Eropa sangat kacau dan semakin parah, sehingga Eropa tenggelam dalam kesengsaraan dan penderitaan. Amerika Serikat muncul sebagai kreditor bagi seluruh dunia, terutama Eropa. Amerika Serikat menyadari bahwa Wilayah Eropa yang rusak akan mudah dicengkeram oleh pihak komunis, oleh karena itu harus dibantu. Berkaitan dengan itu ada beberapa lembaga donatur diantaranya:
1. Thruman Doctrin (1947), lembaga ini membantu pertumbuhan ekonomi Yunani dan Turki
2. Marshall Plan (1947), lembaga ini memberi bantuan ekonomi dan militer untuk membangun kembali ekonomi atas rencana yang terlebih dahulu dibuat oleh negara-negara Eropa dan disetujui oleh Amerika Serikat.
3. Point Four Thruman, lembaga ini memberikan bantuan kepada negaranegara yang masih terbelakang di Asia dalam bentuk bantuan ekonomi dan militer (Mutual Security Act=MSA)

Bidang Sosial
Reaksi yang muncul dalam bentuk kerja sama bangsa-bangsa di dunia, salah satunya dengan berlatar belakang dari akibat perang mendorong mereka mendirikan United Nation Relief Rehabilitation Administration (UNRRA) dengan membantu ,asyarakat yang menderita dalam bentuk

1. Mengurus pengungsi-pengungsi dan menyatukan anggota keluarga yang terpisah akibat perang
2. Mendirikan rumah sakit dan balai pengobatan
3. Mengerjakan kembali tanah-tanah yang rusak
4. Memberi makan orang-orang terlantar

Di sisi lain, kesengsaraan yang berkepanjangan akibat Perang Dunia II mendorong manusia untuk mewujudkan dan menciptakan perdamaian abadi. Niat ini semakin kuat setelah Liga Bangsa-Bangsa gagal dalam usaha mencari perdamaian. Sehingga memunculkan tekad untuk membentuk lembaga internasional yang berwibawa dalam melakukan perdamaian, yaitu Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada tahun 1945. Adapun para pelopor pendiri PBB ialah Franklin Delano Roosevelt (AS), Winston Churchill (Inggris) dan Josef Stalin (Uni Soviet).

Pembentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Dalam upaya untuk mencapai perdamaian dunia dan belajar dari kegagalan pembentukan Liga Bangsa-Bangsa yang tidak berdaya mengahadapi ancaman dari negara besar, kemudian dibentuklah Perseriakan Bangsa-Bangsa (United Nation Organitation) berdasarkan konferensi San Fransisco yang dihadiri oleh 50 negara di dunia. Dalam Konferensi ini berhasil dibentuk suatu piagam perdamaian bangsa-bangsa. Pada tanggal 24 Oktober piagam tersebut secara resmi diterima oleh dunia dan secara resmi ditetapkannya Perserikatan Bangsa-Bangsa Pembentukan Perserikatan Bangsa-Bangsa. aPembentukan

Perserikatan Bangsa-Bangsa berkaitan pula dengan Atlantic Charter (14 Agustus 1941) yang disusun oleh Presiden Roosevelt bersama Perdana Menteri Churchil. Piagam ini berisi tentang rencana pembentukan tatanan dunia baru yang demokratis setelah Perang Dunia II selesai. Rumusan singkatnya menentukan nasib sendiri diantara bangsa-bangsa di dunia. Hasil dari Atlantic Charter semakin diperkuat dengan Declaration of the United Nation (1 Januari 1942). Landasan-landasan lain dari pembentukan Perserikatan BangsaBangsa adalah Dumbarton Oaks (7 Oktober 1944) dan Yalta Conference (14 Februari1945).

Perserikatan Bangsa-Bangsa yang lahir pada 24 Oktober 1945, namun baru diresmikan secara formal pada 10 Januari 1946 dalam sidang pertamanya di London. Pendirian Perserikatan Bangsa-Bangsa ini bertujuan untuk
1. Menjamin perdamaian dunia, hak-hak manusia, kemajuan sosial, dan ekonomi
2. Menyelesaikan perselisihan dengan jalan damai dan tidak boleh perang
3. Tidak boleh melanggar kedaulatan negara lain
4. Tidak boleh campur tangan urusan dalam negeri suatu negara
5. Mengadakan tindakan kerja sama terhadap negara-negara yang membahayakan perdamaian dunia.

Dalam rangka mengimpletasikan kerja-kerja Perserikatan Bangsa-Bangsa kemudian dibentuk badan-badan keorganisasian yaitu
1. Sidang Umum,
a. Sidang umum diadakan setiap tahun sekali, namun bisa dilakukan setiap waktu sesuai dengan permintaan Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa Bangsa
b. Dalam sidang umum tiap-tiap negara diwakili oleh 5 orang dengan satu suara
c. Hak veto tidak berlaku
d. Putusan diambil atas dua pertiga jumlah suara
e. Tugasnya merundingkan segala hal yang dianjukan oleh Dewan Keamanan dan Anggaran Belanja Perserikatan Bangsa-Bangsa
2. Dewan Keamanan
a. Dewan ini beranggotakan 5 negara tetap dengan hak veto yaitu, Amerika Serikat, Rusia, Inggris, Perancis dan Cina. Serta 6 anggota tidak tetap yang dipilih dalam sidang umum setiap dua tahun sekali.
b. Dewan Keamanan bertugas memlihara keamanan dan perdamaian dan memutuskan sangsi dan mengambil tindakan yang diperlukan
3. Dewan Ekonomi dan Sosial (Economic and Social Council)
a. Dewan ini beranggotakan 18 negara dengan hak yang sama
b. Masa kerja dewan selama 3 tahun
c. Dewan ini bertugas mengurus perkembangan sosial, ekonomi, kesehatan, kebudayaan, hak-hak manusia, emansiapasi wanita, transportasi
d. Dalam menjalankan tugasnya dibantu oleh badan-badan khusus seperti ILO,FAO, UNESCO, WHO, World Bank, IMF, GATT, ICAO, UPU, TU WMO dan IMCO
4. Dewan Perwakilan
Dewan ini bertugas mengurusi perkembangan sosial, ekonomi dan budaya bagi negara secara politis maih di bawa perwakilan negara.
5. Mahkamah Internasional
Mahkamah internasional bertugas menyelesaikan masalah-masalah internasional. Anggota Mahkamah ini dipilih oleh Majelis Umum dan Dewan Keamanan
6. Sekretariat
Bandan ini diketuai oleh seorang Sekretaris Jenderal yang diangkat oleh Majelis Umum atas usul Dewan Keamanan dengan masa jabatan 5 tahun. Sekretaris Jenderal bertugas menyelenggarakan Pekerjaan Administrasi PBB.





























Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel