Tumbuh Dan Berkembangnya Nasionalisme Di Indonesia


Tumbuh Dan Berkembangnya Nasionalisme Di Indonesia

Halo salam Jasmerah...jumpah lagi di postingan duniasejarah25 kali ini saya akan menyajikan materi sejarah kelas XI yakni tentang Tumbuh Dan Berkembangnya Nasionalisme Di Indonesia langsung saja silakan dicermati materi yang di sajikan dibawah ini kalau ada yang kurang silahkan coment dibawah...😃😃😀

 A.Latar Belakang Tumbuhnya Kesadaran Nasional
Perasaan akan timbulnya nasionalisme bangsa Indonesia telah tumbuh sejak lama, bukan secara instan. Nasionalisme hal yang demikian masih bersifat kedaerahan, belum bersifat nasional. Nasionalisme yang bersifat menyeluruh dan mencakup semua wilayah Nusantara baru timbul sekitar permulaan abad XX. Lahirnya nasionalisme bangsa Indonesia didorong oleh dua unsur, baik faktor intern ataupun unsur ekstern.
1.Unsur Intern
a. Sejarah Masa Lampau yang Gemilang
Indonesia sebagai bangsa sudah mengalami zaman nasional pada masa kebesaran Majapahit dan Sriwijaya. Kedua kerajaan tersebut, lebih-lebih Majapahit memainkan peranan sebagai negara nasional yang areanya mencakup hampir semua Nusantara. Kebesaran ini membawa pikiran dan angan-angan bangsa Indonesia untuk senantiasa dapat merasakan kebesaran itu. Dampak ini bisa menggugah perasaan nasionalisme golongan terpelajar pada dekade awal abad XX.
b.Penderitaan Rakyat Pengorbanan Penjajahan
Bangsa Indonesia mengalami masa penjajahan yang sangat panjang dan sangat menyakitkan sejak masa Portugis. Politik devide et impera, monopoli perdagangan, sistem tanam paksa, dan kerja rodi adalah musibah bagi rakyat Indonesia. Penderitaan itu menciptakan rakyat Indonesia timbul kesadaran nasionalnya dan mulai memahami perlunya menggalang persatuan. Atas prakarsa para kaum intelektual, persatuan itu dapat dijadikan dalam bentuk perjuangan yang bersifat modern. Imbas tidak lagi mengaplikasikan kekuatan senjata melainkan dengan menerapkan organisasi-organisasi pemuda.


c.Pengajaran Perkembangan Cara Barat di Indonesia
Perkembangan sistem pengajaran pada masa Hindia Belanda tidak dapat dipisahkan dari politik etis. Ini berarti bahwa terjadinya perubahan di negeri jajahan (Indonesia) banyak diberi pengaruh oleh situasi yang terjadi di negeri Belanda. Tekanan datang dari Partai Sosial Demokrat yang di dalamnya ada van Deventer. Pada tahun 1899, Mr. Courad Theodore van Deventer melancarkan kritikan-kritikan yang tajam kepada pemerintah penjajahan Belanda. Kritikan itu ditulis dan dimuat dalam sebuah jurnal Belanda, de Gids dengan judul Een eereschuld yang berarti hutang budi atau hutang kehormatan. Dalam artikel hal yang demikian diterangkan bahwa kekosongan kas negeri Belanda telah bisa diisi kembali berkat perjuangan orang-orang Indonesia. Oleh sebab itu, Belanda sudah berhutang budi kepada rakyat Indonesia. Untuk itu mesti dibayar dengan peningkatan kesejahteraan melalui gagasannya yang diketahui dengan Trilogi van Deventer. Apakah kalian masih ingat dengan isi Trilogi van Deventer? Politik yang diperjuangkan dalam rangka mengadakan kesejahteraan rakyat dikenal dengan nama politik etis. Untuk mensupport cara kerja politik etis, pemerintah Belanda mencanangkan Politik Asosiasi dengan motto unifikasi. Politik Asosiasi berkaitan dengan sikap tentram dan menghasilkan kekerabatan harmonis antara Barat (Belanda) dan Timur (rakyat pribumi). Dalam bidang pengajaran, tujuan Belanda semula merupakan untuk menerima kekuatan kerja atau pegawai murahan dan mandor-mandor yang bisa membaca dengan gaji yang murah. Untuk kepentingan hal yang demikian Belanda mendirikan sekolah-sekolah untuk rakyat pribumi. Dengan demikian, jelaslah bahwa progres politik etis tak terlepas dari kepentingan pemerintah Belanda. Dampak pengajaran kolonial dibagi dalam dua jenis yaitu pendidikan pengajaran biasa dan pengajaran kejuruan. Keduanya diselenggarakan untuk tingkat menengah ke atas. Berikut ini figur-figur sekolah yang didirikan pada zaman kolonial Belanda
d.Pendidikan Perkembangan Metode Islam di Indonesia
Perkembangan pengajaran di Indonesia juga banyak diwarnai oleh pendidikan yang dikelola umat Islam. Ada tiga macam variasi pendidikan Islam di Indonesia ialah pendidikan di surau atau langgar, pesantren, dan madrasah. Dampak dasar pengajaran dan pendidikannya berlandaskan ilmu pengetahuan agama Islam, mata pembelajaran biasa lainnya juga mulai disentuh. Usaha pemerintah kolonial Belanda untuk memecah belah dan Kristenisasi tidak mampu meruntuhkan moral dan iman para santri. Tokoh-tokoh pergerakan nasional dan pejuang muslim malahan bermunculan dari lingkungan ini. Banyak dari mereka menjadi penggerak dan tulang punggung pengorbanan kemerdekaan. Rakyat Indonesia yang mayoritas yakni kaum muslim ternyata adalah salah satu elemen penting untuk menumbuhkan motivasi nasionalisme Indonesia. Para pemimpin nasional yang bercorak Islam akan amat mudah untuk memobilisasi daya Islam dalam membangun kekuatan bangsa.
e.Pendidikan Perkembangan Sistem Kebangsaan di Indonesia
Berkembangnya metode pendidikan Barat melahirkan kelompok terpelajar. Adanya diskriminasi dalam pendidikan kolonial dan tidak adanya kans bagi penduduk pribumi untuk mengenyam pendidikan, menunjang kaum terpelajar untuk mendirikan sekolah untuk kaum pribumi. Sekolah ini juga dikenal sebagai sekolah kebangsaan karena bertujuan untuk menanamkan rasa nasionalisme di kalangan rakyat dan mencetak generasi penerus yang terpelajar dan sadar akan nasib bangsanya. Alhasil itu sekolah hal yang demikian terbuka bagi seluruh masyarakat pribumi dan tidak membedakan dari kalangan mana pun. Tokoh-tokoh pribumi yang mendirikan sekolah kebangsaan antara lain Ki Hajar Dewantara mendirikan Taman Siswa, Douwes Dekker mendirikan Ksatrian School, dan Moh. Syafei mendirikan perguruan Indonesische Nederlandsche School Kayu Tanam (INS Kayu Tanam).
f.Dominasi Ekonomi Kaum Cina di Indonesia
Kaum pedagang keturunan nonpribumi, khususnya kaum pedagang Cina kian membikin kesal para pedagang pribumi. Puncak kekesalan kaum pedagang pribumi terjadi saat keturunan Cina mendirikan perguruan sendiri yaitu Tionghoa Hwee Kwan pada tahun 1901. Kekesalan hal yang demikian dihasilkan oleh Belanda untuk memunculkan rasa dengki hati rakyat Indonesia terhadap keturunan Cina. Cina diberikan kans untuk merajai bisnis eceran, pertokoan, dan menjadi kolektor pajak dari pemerintah Belanda. Momen kaum Cina menjadi lebih agresif. Faktor itu membangkitkan persatuan yang kokoh di antara sesama pedagang pribumi untuk menghadapi secara bersama akibat dari pedagang Cina.
g.Peranan Bahasa Melayu
Di samping mayoritas beragama Islam, bangsa Indonesia juga memiliki bahasa pergaulan awam (Lingua Franca) merupakan bahasa Melayu. Dalam perkembangannya, bahasa Melayu berubah menjadi bahasa persatuan nasional Indonesia. Dengan posisi sebagai bahasa pergaulan, bahasa Melayu menjadi sarana penting untuk menyosialisasikan semangat kebangsaan dan nasionalisme ke semua pelosok Indonesia.
h.Istilah Indonesia sebagai Identitas Nasional
Istilah ‘Indonesia‘ berasal dari kata India (bahasa Latin untuk Hindia) dan kata nesos (bahasa Yunani untuk kepulauan), sehingga kata Indonesia berarti Kepulauan Hindia. Istilah Indonesia, Indonesisch dan Indonesier makin tersebar luas penggunaannya setelah banyak diaplikasikan oleh kalangan ilmuwan seperti G.R. Logan, Adolf Bastian, van Vollen Hoven, Snouck Hurgronje, dan lain-lain. Dalam tabel berikut akan diuraikan perkembangan pengaplikasian istilah Indonesia.

2.Faktor Ekstern
Timbulnya pergerakan nasional Indonesia di samping disebabkan oleh keadaan dalam negeri, juga ada unsur yang berasal dari luar (ekstern). Berikut ini faktor-elemen ekstern yang memberi dorongan dan kekuatan kepada lahirnya pergerakan nasional di Indonesia.
a.Kemenangan Jepang atas Rusia
Selama ini telah menjadi suatu pendapat umum jika keperkasaan Eropa (bangsa kulit putih) menjadi simbol superioritas atas bangsa-bangsa lain dari kategori kulit berwarna. Dampak itu terbukti bukan suatu kenyataan sejarah. Perjalanan sejarah dunia menampakkan bahwa ketika pada tahun 1904-1905 terjadi peperangan antara Jepang melawan Rusia, terbukti yang keluar sebagai pemenang dalam peperangan itu yakni Jepang. Pengaruh ini memberikan motivasi juang kepada para penggerak pergerakan nasional di Indonesia.
b.Partai Kongres India
Dalam melawan Inggris di India, kaum pergerakan nasional di India menyusun All India National Congress (Partai Kongres India), atas inisiatif seorang Inggris Allan Octavian Hume pada tahun 1885. Di bawah kepemimpinan Mahatma Gandhi, partai ini kemudian memastikan garis pengorbanan yang mencakup Swadesi, Ahimsa, Satyagraha, dan Hartal. Keempat ajaran Ghandi ini, lebih-lebih Satyagraha mengandung makna yang memberi banyak pandangan baru kepada pengorbanan di Indonesia.
c.Filipina di bawah Jose Rizal
Filipina yakni jajahan Spanyol yang berlangsung semenjak 1571 – 1898. Dalam perjalanan sejarah Filipina muncul sosok tokoh yang bernama Jose Rizal yang merintis pergerakan nasional dengan mendirikan Liga Filipina. Pada tahun 1892 Jose Rizal melaksanakan konfrontasi bawah tanah terhadap penindasan Spanyol. Tujuan yang berkeinginan dicapai yakni bagaimana membangkitkan nasionalisme Filipina dalam menghadapi penjajahan Spanyol. Dalam perjuangannya Jose Rizal dihukum mati pada tanggal 30 Desember 1896, sesudah gagal dalam pemberontakan Katipunan. Sikap patriotisme dan nasionalisme yang diterangkan Jose Rizal membangkitkan semangat rela berkorban dan cinta tanah air bagi para cendekiawan di Indonesia.
d.Gerakan Nasionalisme Cina
Dinasti Manchu (Dinasti Ching) memerintah di Cina semenjak tahun 1644 hingga 1912. Dinasti ini dianggap dinasti asing oleh bangsa Cina sebab dinasti ini bukan keturunan bangsa Cina. Masuknya pengaruh Barat menyebabkan munculnya gerakan rakyat yang menuduh bahwa Dinasti Manchu telah lemah dan bekerja sama dengan imperialis Barat. Oleh sebab itu muncul gerakan rakyat Cina untuk menyanggah penguasa asing ialah para imperialis Barat dan Dinansti Manchu yang juga dianggap penguasa asing. Munculnya gerakan nasionalisme Cina dimulai dengan terjadinya pemberontakan Tai Ping (1850 – 1864) dan kemudian disusul oleh pemberontakan Boxer. Gerakan ini terbukti berakibat motivasinya di tanah air Indonesia.
e.Gerakan Turki Muda
Gerakan nasionalisme di Turki pada tahun 1908 dipimpin oleh Mustafa Kemal Pasha. Gerakannya dinamakan Gerakan Turki Muda.  menuntut adanya pembaruan dan modernisasi di seluruh sektor kehidupan masyarakatnya. Gerakan Turki Muda memberikan pengaruh politis bagi pergerakan bangsa Indonesia karena mengarah pada pembaruan-pembaruan dan modernisasi.

Baca juga materi sambungan dari materi ini: Masa Perkembangan Pergerakan Nasional

 Sekian postingannya silakan yang mau berdiskusi dan sampai jumpa di postingan berikutnya.😃😀😉😃