Materi sejarah indonesia Kd 3.1 kelas xi | PROSES MASUK DAN PERKEMBANGAN PENJAJAHAN BANGSA EROPA (PORTUGIS,SPANYOL,BELANDA ,INGGRIS) KE INDONESIA


Halo salam Jasmerah...jumpah lagi di postingan duniasejarah25 kali ini saya akan menyajikan materi Materi sejarah indonesia Kd 3.1 kelas xi yakni tentang PROSES MASUK DAN  PERKEMBANGAN PENJAJAHAN BANGSA EROPA (PORTUGIS,SPANYOL,BELANDA ,INGGRIS) KE INDONESIA  langsung saja silakan dicermati materi yang di sajikan dibawah ini kalau ada yang kurang silahkan coment dibawah...😃😃😀

KOMPETENSI DASAR : 3.1  MENGANALISIS PROSES MASUK DAN  PERKEMBANGAN PENJAJAHAN BANGSA EROPA (PORTUGIS,SPANYOL,BELANDA ,INGGRIS) KE INDONESIA
4.1 MENGOLAH INFORMASI TENTANG PROSES MASUK DAN PERKEMBANGAN PENJAJAHAN BANGSA EROPA (PORTUGIS,SPANYOL,BELANDA DAN INGGRIS) KE INDONESIA DAN MENYAJIKANNYA DALAM BENTUK CERITA
MASUK DAN BERKEMBANGNYA KOLONIALISME DAN IMPERIALISME BARAT  KE INDONESIA

Materi sejarah indonesia Kd 3.1 kelas xi
A.Pengertian kolonialisme
Kata koloni berasal dari bahasa Latin “Colonia”yang artinya tanah,tanah pemukiman atau jajahan.Menurut cacatan sejarah sistem koloni sudah muncul pada zaman Yunani kuno.Para petani Yunani yang laki-laki (Colonus) berpindah dari negaranya yang tandus ke wilayah/negara lain yang lebih subur.Tujuan mereka mengolah tanah di daerah baru itu agar dapat meningkatkan kehidupannya menjadi lebih layak.Dari daerah yang baru itu mereka masih tetap berhubungan dengan daerah asal (mother land)dengan mempersembahkan upeti kepada negara induknya/asalnya supaya kewarganegaraan mereka sebagai orang Yunani tidak hilang,jadi Kolonialisme adalah penguasaan suatu negara atas negara lain dengan tujuan untuk memperluas negara itu.

Bentuk –bentuk kolonialisme
1.Koloni penduduk : tanah koloni dikuasai dan penduduk setempat dianggap liar lalu dimusnahkan atau tidak dilibatkan dalam pemerintahan
2.Koloni kelebihan penduduk : tanah koloni dikuasai untuk mengatasi kepadatan penduduk dalam negerinya
3.Koloni deportasi : tanah koloni digunakan sebagai tempat pembuangan para narapidana yang terkena hukuman penjara seumur hidup
4.Koloni eksploitasi : tanah koloni dikuasai dan dikuras habis-habisan sumber kekayaan alamnya untuk kepentingan kolonisator
5.Koloni sekunder : tanah koloni dikuasai walaupun tidak menguntungkan negara asal demi kepentingan strategis.
6.Tiang koloni penunjang/koloni penunjang : tanah koloni  yang dikuasai hanya meliputi kota-kota pelabuhan dan pulau-pulau kecil,yang sebenarnya sama dengan koloni sekunder.Fungsinya dijadikan sebagai pangkalan militer untuk membendung kekuatan negara saingan .Daerah ini juga dijadikan sebagai penghubung pangkalan-pangkalan militer yang satu dengan pangkalan yang lain atau daerah pedalaman yang kaya.

Pengertian imperialisme
Kata Imperialisme berasal dari bahasa latin yaitu imperator/imperare yang artinya sumemerintah.Jadi imperialisme adalah suatu praktek  penjajahan secara langsung dari atu negara terhadap negara lain / penguasaan suatu negara atas negara lain dengan tujuan untuk memperoleh kekuasaan dan keuntungan
Persamaan antara imperialisme dan kolonialisme adalah sama-sama menjajah( sehingga sering dikatakan bahwa Imperialisme dan Kolonialismesama seperti sebuah mata uang logam yang memiliki dua sisi yang berbeda) sedangkan perbedaannya terdapat pada :
@. Tujuannya,yaitu kalau kolonialisme bertujuan untuk memperluas negara sedangkan Imperialisme bertujuan untuk memperoleh kekuasaan dan keuntungan
@. Kalau kolonialisme pakai proses  baru menguasai sedangkan imperialisme langsung pada pratek penguasaan .
Bentuk-bentuk imperialisme/berdasarkan waktu munculnya 
1. Imperialisme kuno:berlangsung sebelum terjadinya revolusi industri di Inggris,tujuannya mencari Kejayaan (glory),mencari  kekayaan (gold) dan menyebarkan agama (gospel).Negara pendukungnya Portugis dan Spanyol
2. Imperialisme Modern :  berlangsung setelah revolusi industri,tujuannya lebih dititikberatkan pada faktor ekonomi yaitu mencari bahan mentah untuk industri,mencari tempat untuk menanamkan modal ,mencari tempat pemasaran dan mendapatkan tenaga kerja yang murah untuk industri. Negara pendukungnya Inggris,Belanda,Perancis dsb.
Berdasarkan tujuan penguasaannya
1. Imperialisme politik : upaya untuk menguasai seluruh kehidupan politik dari negara lain
2. Imperialisme ekonomi : suatu upaya untuk dapat menguasai perekonomian negara lain
3. Imperialisme kebudayaan : suatu upaya untuk menguasai mentalistas dan jiwa dari negara lain
4. Imperialisme militer : suatu upaya untuk mengusai daerah-daerah dari negara-negara lain yang dianggap strategis dengan menggunakan kekutatan bersenjata.
Hubungan merkantilisme,revolusi industri dan kapitalisme dengan perkembangan kolonialisme barat di Indonesia.
Merkantilisme  merupakan suatu kebijakan politik dan ekonomi dari negara-negara imperialis  dengan tujuan menumpuk kekayaan berupa logam mulia sebanyak-banyaknya sebagai standar dan ukuran kekayaan yang dimiliki,kesejahteraan dan kekuasaan dari negara tersebut.Revolusi industri adalah perubahan cara kerja dari cara kerja yang menggunakan tenaga manusia diubah dengan menggunakan mesin,sedangkan kapitalisme adalah suatu bentuk dari kegiatan organisasi perekonomian dalam usaha penanaman modal atau kekayaan yang dipergunakan untuk menghasilkan modal yang lebih besar lagi dengan harapan mendapatkan keuntungan. Jadi hubungan antara merkantilisme,revolusi industri dan kapitalisme adalah sama-sama ingin mendapatkan keuntungan yang besar /kekayaan,sehingga mereka harus mencari di luar negara mereka yang mengakibatkan terjadinya kolonialisme barat di Indonesia.
Latar belakang masuknya bangsa Eropa ke Indonesia adalah  : 
ØJatuhnya kota Konstantinopel tahun 1453 ke tangan bangsa Turki Usmani.Perjanjian Thordisillas dilakukan pada tahun 1494 yaitu membagi bumi ini menjadi dua bagian dimana portugis berlayar ke belahan bumi bagian Timur dan Spanyol ke belahan bumi bagian Barat untuk mencari rempah-rempah
ØKeinginan untuk menyebarkan agama nasrani
ØKeinginan untuk mendapatkan rempah-rempah
ØKemajuan dibidang ilmu pengetahuan dan teknologi/penemuaan kompas
ØKisah perjalanan marcopolo ke dunia Timur,yang ditulis dalam bukunya Book of various Experiencis tentang keajaiban dunia Timur ( Imago Mundi ).
ØAdanya semangat Reconquesta /semangat untuk melakukan pembalasan terhadap kekuasaan Islam dimanapun mereka temui
ØPenemuan teori Copernicus yang didukung oleh Galileo yang menyatakan bahwa bumi ini bulat
Bangsa Eropa/Barat yang pernah datang di Indonesia adalah :
ØBangsa Portugis tiba di Malaka pada tahun 1511 dibawah pimpinan alfonso d’Albuquerque dan tiba di Maluku pada tahun 1512
ØBangsa Spanyol  tiba di Maluku tahun 1521 dipimpin oleh  Juan Sebastian del Cano
ØBangsa Belanda tiba di Indonesia (Banten) tahun 1596 dibawah pimpinan Cornelis de Houtman
ØBangsa Inggris masuk ke wilayah Indonesia pada tahun 1811 dibawah pimpinan Thomas Raffles
vKekuasaan Belanda di Indonesia dan kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Belanda selama berkuasa di Indonesia Bangsa Belanda tiba pertamakali di Indonesia pada tahun 1596 di Banten dibawah pimpinan Cornelis de Houtman

Alasan yang menyebabkan Belanda ke Indonesia adalah :
1.Belanda dilarang untuk berdagang rempah-rempah di Lisabon/Lisboa oleh spanyol sebab adanya permusuhan antara Belanda dan spanyol
2.Belanda ingin secara langsung memperoleh  rempah-rempah dari Indonesia /sumbernya
Dengan alasan tersebut diatas maka Belanda berlayar ke Indonesia dan mendirikan serikat dagang yang bernama VOC pada bulan  Maret 1602 dengan gubernur VOC pertama Pieter Both dan gubernur VOC kedua Jan Pieterzoon Coen.
Latar belakang/tujuan didirikannya VOC adalah :
·Menghindari/mengurangi persaingan tidak sehat diantara sesama pedagang Belanda
·Memperkuat posisi Belanda dalam menghadapi saingannya dengan bangsa Asia maupun Eropa
·Membantu dana pemerintah Belanda yang sedang berjuang menghadapi Spanyol
Agar dapat melaksanakan tugasnya dengan leluasa maka VOC diberikan hak-hak istimewa/ Octroi oleh pemerintah Belanda seperti :
ØVOC menjadi wakil sah pemerintah Belanda di Asia
ØHak memungut pajak
ØHak menyelenggarakan pemerintahan sendiri
ØHak menjalankana kekuasaan kehakiman
ØHak monopoli perdagangan
ØHak melakukan perang dan mengadakan damai
ØHak memiliki angkatan perang
ØHak mencetak uang sendiri
ØHak untuk mengadakan perjanjian
ØHak untuk mendirikan benteng
ØHak mengikat perjanjian dengan penguasa-penguasa lokal
ØHak untuk mengangkat dan memberhentikan pegawai,dsbnya
Untuk melaksanakan monopoli perdagangan maka VOC membuat kebijakan-kebijakannya / aturan  sbb:
·Verplichte Leverantie yaitu penyerahan wajib hasil bumi dengan harga yang ditentukan oleh VOC
·Contingenten yaitu kewajiban bagi rakyat untuk membayar pajak berupa hasil bumi
·Peraturan tentang ketentuan areal dan jumlah tanaman rempah-rempah yang boleh ditanam
·Ekstirpasi yaitu hak VOC untuk menebang tanaman rempah-rempah agar tidak terjadi over produksi yang dapat menyebabkan harga rempah-rempah merosot
·Pelayaran hongi yaitu pelayaran dengan menggunakan perahu kora-kora/Perahu perang untuk mengawasi pelaksanaan monopoli perdagangan VOC dan menindak pelanggarannya

Faktor-faktor yang menyebabkan VOC mengalami kemunduran dan akhirnya dibubarkan pada tanggal 31 Desember 1799 adalah sbb:
·Merosotnya perekonomian
·Banyaknya korupsi yang dilakukan oleh pegawai-pegawai VOC
·Biaya perang yang terlalu besar (di Indonesia dan di Eropa dalam menghadapi Perancis)
·Hutang VOC yang sangat besar
·Adanya persaingan dengankongsi dagang lainnya seperti East Indian Company (Inggris0 dan Compagnie des Indes (Perancis)
·Berkembangnya paham liberalisme
·Sebagian pegawai VOC ikut dalam kegiatan perdagangan rempah-rempah demi kepentingan pribadi
·Perdagangan gelap yang merajalela
·Revolusi Perancis yang mempengaruhi politik di negeri Belanda
·Belanda di kuasai oleh Perancis
·Banyaknya pegawai VOC yang tidak cakap
·Luasnya daerah kekuasaan VOC dan banyaknya pegawai VOC yang harus digaji
·VOC tetap membayar dividen kepada para pemilik saham walaupun kondisi keuangan  VOC sedang merosot

Setelah VOC dibubarkan maka kekuasaan atas Indonesia diambil alih oleh pemerintah kerajaan Belanda.Tetapi karena di Eropa Belanda mengalami kekalahan dengan Perancis dengan demikian maka Perancis beranggapan bahwa Belanda telah dikalahkan dengan demikian maka seluruh jajahan Belanda juga menjadi milik Perancis.Sedangkan Raja Wilem V yang lari untuk meminta perlindungan pada Inggris dengan janji bahwa Raja Wilem V akan memberikan Indonesia sebagai imbalannya.Oleh karena itu maka Louis Bonaparte segera mengirimkan H.W.Daenldels ke Indonesia,dengan tugas pokok yang diberikan kepada H.W.Daendels adalah pertahankan pulau jawa dan sekitarnya dari serangan Inggris.

vMasa pemerintahan Herman William Daendels

Kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Daendels selama berkuasa di Indonesia
ØDalam bidang birokrasi pemerintahan
·pusat pemerintahan dipindahkan agak masuk ke pedalaman
·pulau Jawa dibagi dalam 9 prefektur/residen dan 31 kabupaten
·para bupati dijadikan pegawai pemerintahan Belanda

ØDalam bidang hukum dan peradilan
Daenldles membentuk 3 jenis pengadilan berdasarkan warna kulit ( RAS) yaitu :
1.Pengadilan untuk orang Eropa
2.Pengadilan untuk orang pribumi
3.Pengadilan untuk orang Timur Asing
ØDalam bidang militer dan pertahanan
·membangun jalan dari Anyer ke Panarukan
·menambah jumlah angkatan perang dari 3000 menjadi 20.000 orang
·membangun pabrik senjata
·membangun benteng-benteng pertahanan
·meningkatkan kesejahteraan prajurit
ØDalam bidang ekonomi dan keuangan
·membentuk dewan pengawasan keuangan negara dan dilakukan pemberantasan korupsi dengan keras
·mengeluarkan uang kertas
·memperbaiki gaji pegawai
·menerapkan pajak in natura dan sistem penyerahan wajib
·mengadakan monopoli perdagangan  beras
·penjualan tanah kepada pihak swasta
·mengadakan Preanger Stelsel yaitu kewajiban bagi rakyat Priangan dan sekitarnya untuk menanam tanaman ekspor (kopi)
ØDalam bidang sosial
·rakyat dipaksa untuk kerja rodi
·melakukan penjualan budak
·menghapus upacara penghormatan kepada sultan,sunan dan residen

vAkhir kekuasaan Herman Wlliam Daendels disebabkan oleh :
·sikapnya yang sangat otoriter
·penyelewengan dalam kasus penjualan tanah kepada pihak swasta dan memanipulasi penjualan istana Bogor
·keburukan dalam sistem administrasi pemerintahan. Hal inilah yang menyebabkan timbulnya kebencian rakyat Indonesia kepada Daendels sehingga diganti oleh Jansens.Tetapi kehadiran Jansens mendapat perlawanan yang cukup hebat dari masyarakat Indonesia  sehingga pada tanggal 18 September 1811 ditandatangani perjanjian Tuntang antara Inggris dengan Belanda-Perancis yang berisi :
1.pulau Jawa yang dikuasai Belanda jatuh ke tangan Inggris
2.semua tentara Belanda menjadi tawanan perang Inngris
3.semua pegawaiBelanda dapat dipekerjakan dalam pemerintahan Inggris
4.Inggris tidak mengakui hutang yang dibuat Perancis selama pemerintahan Daendels
Dengan ditandatanganinya perjanjian Tuntang maka secara resmi Indonesia jatuh dalam jajahan Inggris.
vMasa kekuasaan Inggris/Raffles di Indonesia

Kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh Raffles selama berkuasa di Indonesia
ØDalam bidang birokrasi pemerintahan
·Membagi pulau Jawa menjadi 16 Karesidenan
·Mengubah sistem pemerintahan yang semula dilakukan oleh penguasa pribumi menjadi sistem pemerintahan kolonial yang bercorak Barat
·Membagi Indonesia menjadi 4 wilayah administrasi yaitu Malaka,Bengkulu,Jawa dan Maluku
·Mengurangi kekuasaan bupati
ØDalam bidang ekonomi dan keuangan
·Petani diberikan kebebasan untuk menanam tanaman eksport
·Penghapusan pajak hasil bumi
·Menerapkan sistem sewa tanah (landrent)
·Mengadakan monopoli garam dan minuman keras
ØDalam bidang hukum
Raffles lebih berorientasi kepada besar kecilnya kesalahan / sistem juri
ØDalam bidang sosial
·Penghapusan kerja rodi
·Penghapusan perbudakan
·Peniadaan pybank(disakiti),yaitu hukuman yang sangat kejam dengan melawan harimau
ØBidang ilmu pengetahuan 
·Menulis buku History of Java
·Menemukan bunga Rafflesia Arnoldi /bunga bangkai
·Merintis pembukaan kebun raya bogor
·Membangun gedung Harmoni sebagai pusat penelitian
Sedangkan hal yang dilakukan oleh Raffles yang sangat merugikan bangsa Indonesia adalah mengambil benda purbakala milik bangsa Indonesia seperti piagam airlangga dan batu calcutta.
vAkhir kekuasaan Thomas Stamford Raffles
Berakhirnya pemerintahan Raffles ditandai dengan adanya Convention Of London pada tahun 1814.perjanjian tersebut ditandatangani di London oleh wakil-wakil Belanda dan Inggris yang isinya sbb:
1.Indonesia dikembalikan kepada Belanda
2.Jajahan Belanda seperti Sailan,Kaap koloni dan Guyana tetap ditangan Inggris
3.Cochin (di pantai Malabar) diambil alih oleh Inggris sedangkan Bangka diserahkan kepada Belanda sebagai gantinya.
vKebijakan Masa Penjajahan Belanda  ke II di Indonesia – 
Dengan Perjanjian London, Belanda memperoleh kembali jajahannya atas Indonesia. Kemudian Belanda membentuk Komisaris Jenderal yang akan melaksanakan kembali kekuasaan di Indonesia yang beranggotakan Elout, Buyskes, dan Van der Capellen.
Namun oleh Inggris, ada wilayah Indonesia yang tidak dikembalikan kepada Belanda, yakni daerah Sumatra dan sekitarnya. Pada bulan Maret 1816, Raffles menyerahkan kekuasaannya kepada John Fendall. Setelah itu, Raffles segera menuju Singapura dan membangun kota Singapura (1819).
Singapura dijadikan pusat pertahanan Inggris sampai Perang Dunia II. Sementara itu, bekas wilayah kekuasaan Raffles diserahkan oleh John Fendall kepada Komisaris Jenderal pada tanggal 19 Agustus 1816. Dengan demikian, Indonesia sepenuhnya menjadi daerah kekuasaan Belanda dan diberi nama Nederlands Indie (Hindia Belanda).

vMasa pemerintahan Van den Bosch dan tanam paksa

Tanam paksa (culture Stelsel ) adalah rakyat dipaksa untuk menanam tanaman yang laku di pasaran Eropa seperti : teh,nila,tembakau,kopi,kayu manis dsb.
ØLatar belakang diterapkannya sistem tanam paksa adalah :
·Hutang VOC yang sangat besar yang harus ditanggung pemerintah Belanda
·Kas Belanda yang kosong
·Biaya perang yang cukup besar
·Pemasukan uang melalui penanaman kopi tidak banyak
·Lepasnya Belgia dari Belanda
·Belanda gagal mempraktekkan paham Liberal
ØTujuan diterapkannya sistem tanam paksa adalah : untuk memasukkan uang ke kas negara agar utang dapat dibayar dan keperluan pemerintah Belanda termasuk biaya perang dapat dicukupi.
ØAturan-aturan tanam paksa :
·Perjanjian pembagian sebagian tanahnya dengan rakyat untuk ditanami tumbuh-tumbuhan yang laku di Pasaran Eropa
·Tanah yang dipergunakan seperlima dari tanah pertanian suatu desa
·Tenaga yang dipergunakan untuk menanam tumbuh-tumbuhan itu tidak melebihi tenaga yang dipergunakan untuk menanam padi
·Tanah yang dipergunakan itu dibebaskan dari pajak
·Salah tumbuh akan ditanggung oleh pemerintah/kegagalan panen menjadi tanggungjawab pemerintah.
·Hasil tanaman perdagangan harus diserahkan kepada pemerintah  dan jika harga yang ditaksir melebihi pajak maka kelebihan itu akan dikembalikan kepada rakyat
·Petani yang tidak memiliki tanah wajib bekerja selama 66 hari
·Pengawasan dalam penggarapan tanah pertanian dan penyerahan hasil tanaman Cultuurstelsel dilakukan oleh melalui para kepala desa.
ØAkibat dari sistem tanam paksa
vAkibat positif bagi bangsa Indonesia :
·Bangsa Indonesia mulai mengenal tanaman-tanaman baru,cara pemeliharaan dan pengairan yang baik
·Adanya simpati dari tokoh liberal Belanda seperti Baron Van Hoevel,ia seorang pendeta di Batavia yang berjuang agar tanam paksa dihapuskan. Usahanya mendapat bantuan Menteri Keuangan Torbecke.
· Eduard Douwes Dekker (Multatuli = saya telah banyak menderita ).Ia menulis buku yang berjudul Max Havelaar  yang artinya lelang kopi persekutuan dagang Hindia Timur yang menceritakan tentang penderitaan Saijah dan adinda akibat dari sistem tanam paksa.
·Fransen van de Pute, ia seorang anggota Majelis Rendah yang mengusulkan tanam paksa dihapuskan.
·Van Deventer, pada tahun 1899, menulis artikel berjudul Een Eereschuld (Utang Budi) yang dimuat dalam majalah De Gids.
vAkibat positif bagi Belanda :
·Kas Belanda yang kosong sudah terisi kembali
·Hutang-hutang Belanda dapat terlunasi
·Biaya pemerintah dapat tercukupi
·Pemerintah Belanda dapat membangun negerinya
vAkibat negatif bagi Belanda :
·Perlawanan yang dihadapi oleh pemerintah Belanda dari rakyat Indonesia
·Kecaman dari orang Belanda sendiri dan dari bangsa Eropa lainnya.Akibat adanya kecaman tersebut maka pemerintah Belanda mulai mengurangi pemerasannya melalui tanam paksa dengan menghapus jenis-jenis tanaman seperti nila,teh,dan kayu manis(1865),tembakau (1866),tebu (1884) dan kopi (1916) terakhir dihapus karena dari tanaman ini pemerintah Belanda paling banyak mendapat keuntungan
vAkibat negatif bagi Indonesia :
·Tekanan fisik yang berkepanjangan,kemiskinan,kelaparan dan kematian
·Tanah-tanah pertanian banyak yang rusak/terbengkalai

LATAR BELAKANG POLITIK PINTU TERBUKA DAN POLITIK ETIS SERTA DAMPAKNYA BAGI RAKYAT INDONESIA

Latar belakang diterapkannya sistem ekonomi terbuka di Indonesia pada tahun 1870:
 Pelaksanaan sistem tanam paksa telah menimbulkan penderitaan rakyat pribumi, tetapi memberikan keuntungan besar bagi Pemerintah Hindia Belanda.
 Berkembangnya paham liberalisme sebagai akibat dari Revolusi Perancis dan Revolusi Industri sehingga sistem tanam paksa tidak sesuai lagi untuk diteruskan.
 Kemenangan Partai Liberal dalam Parlemen Belanda yang mendesak Pemerintah Belanda menerapkan sistem ekonomi liberal di negeri jajahannya (Indonesia). Hal itu dimaksudkan agar para pengusaha Belanda sebagai pendukung Partai Liberal dapat menanamkan modalnya di Indonesia.
 Adanya Traktat Sumatera pada tahun 1871 yang memberikan kebebasan bagi Belanda untuk meluaskan wilayahnya ke Aceh. Sebagai imbalannya Inggris meminta Belanda menerapkan sistem ekonomi liberal di Indonesia agar pengusaha Inggris dapat mananamkan modalnya di Indonesia.
Pengertian Politik Pintu Terbuka
Politik pintu tebuka adalah pelaksanaan politik kolonial liberal di Indonesia, dimana golongan liberal Belanda berpendapat bahwa kegiatan ekonomi di Indonesia harus ditangani oleh pihak swasta, sementara pemerintah cukup berperan mengawasi saja. Atau dengan kata lain politik pintu terbuka yaitu Belanda memberikan keluasaan kepada pemilik modal swasta untuk mengembangkan usaha atau bisnis di Hindia Belanda
Pada tahun 1860-an politik batig slot (mencari keuntungan besar) mendapat pertentangan dari golongan liberalis dan humanitaris. Kaum liberal dan kapital memperoleh kemenangan di parlemen.
Terhadap tanah jajahan (Hindia Belanda), kaum liberal berusaha memperbaiki taraf kehidupan rakyat Indonesia. Keberhasilan tersebut dibuktikan dengan dikeluarkannya Undang-Undang Agraria tahun 1870 yang bertujuan untuk melindungi hak milik petani atas tanahnya dari penguasa dan pemodal asing dan Undang-undang gula yang bertujuan memberi kesempatan yang lebih luas kepada para penguasaha gula untuk mengambil alih pabrik-pabrik gula milik pemerintah

Dengan adanya UU Agraria dan UU Gula tahun 1870, banyak swasta asing yang menanamkan modalnya di Indonesia, baik dalam usaha perkebunan maupun pertambangan.
Dampak positif dan negatif diterapkannya sistem ekonomi terbuka/ politik pintu terbuka di Indonesia pada tahun 1870 :
Bagi Belanda
vMemberikan keuntungan yang sangat besar kepada kaum swasta Belanda dan pemerintah kolonial Belanda
vHasil-hasil produksi perkebunan dan pertambangan mengalir ke negeri Belanda
vNegeri Belanda menjadi pusat perdagangan hasil dari tanah jajahan.

Bagi Rakyat Indonesia
vSistem tanam paksa di Indonesia dihapuskan.
vModal swasta asing mulai masuk dan ditanam di Indonesia.
vKemerosotan tingkat kesejahteraan penduduk/ kemiskinan
vAdanya krisis perkebunan pada tahun 1885 karena jatuhnya harga kopi dan gula berakibat buruk bagi penduduk.
vMenurunnya konsumsi bahan makanan, terutama beras, sementara pertumbuhan penduduk Jawa meningkat cukup pesat.
vMenurunnya usaha kerajinan rakyat karena kalah bersaing dengan banyaknya barang-barang impor dari Eropa.
vPengangkutan dengan gerobak menjadi merosot penghasilannya setelah adanya angkutan dengan kereta api.
vRakyat menderita karena masih diterapkannya kerja rodi dan adanya hukuman yang berat bagi yang melanggar peraturan Poenate Sanctie.
vRakyat pedesaan mulai mengenal arti pentingnya uang.
vHindia Belanda menjadi negara produsen hasil-hasil perkebunan yang penting.
vPemerintah Hindia Belanda mulai membangun proyek-proyek prasarana untuk mendukung dan memperlancar ekspor hasil-hasil perkebunan dari Indonesia.
vTerjadi perubahan kepemilikan tanah dan tenaga kerja
vPenduduk semakin bertambah,sedangkan lahan pertanian semakin berkurang karena disewa untuk perkebunan. Akibatnya timbul kelaparan dimana-mana.
Tterjadinya eksploitasi manusia
vTerjadinya eksploitasi agraria
Kebijakan politik pintu terbuka pada pratiknya sangat eksploitatif membuat kaum humanis Belanda bersuara lantang dan mereka mendesak pemerintah Belanda untuk memperbaiki nasib rakyat Hindia Belanda. Menurut mereka Belanda sudah menerima banyak dari kekayaan Hindia Belanda selama penjajahan berabad-abad, dan sudah seharusnya Belanda membalasnya dengan memajukan penduduk negeri tersebut. Itulah gagasan dasar yang mendorong lahirnya Politik Etis

Latar belakang dikeluarkannya kebijakan politik etis oleh pemerintah kolonial Belanda di Indonesia Politik Etis atau Politik Balas Budi adalah suatu pemikiran yang menyatakan bahwa pemerintah kolonial memegang tanggung jawab moral bagi kesejahteraan pribumi. Pemikiran ini merupakan kritik terhadap politik tanam paksa. Munculnya kaum Etis yang di pelopori oleh Pieter Brooshooft (wartawan Koran De Locomotief) dan C.Th. van Deventer (politikus) ternyata membuka mata pemerintah kolonial untuk lebih memperhatikan nasib para pribumi yang terbelakang.
Pada 17 September1901, Ratu Wilhelmina yang baru naik tahta menegaskan dalam pidato pembukaan Parlemen Belanda, bahwa pemerintah Belanda mempunyai panggilan moral dan hutang budi (een eerschuld) terhadap bangsa pribumi di Hindia Belanda. Seiring dengan hal tersebut, gerakan-gerakan humanis yang berkembang di negeri Belanda  mendorong diberlakukannya politik balas budi terhadap bangsa Indonesia. Desakan parlemen kepada pemerintah Belanda untuk menghapus sistem tanam paksa merupakan awal dari kemenangan terhadap strategi politik yang dijalankan kaum liberal dalam rangka mencapai kepentingannya di bumi Indonesia.

Mengetahui penerapan kebijakan politik etis atau balas budi oleh pemerintah kolonial Belanda di Indonesia 
1)  Irigasi (pengairan), yaitu diusahakan pembangunan irigasi untuk mengairi sawah-sawah milik penduduk untuk membantu peningkatan kesejahteraan penduduk,
2)  Edukasi (pendidikan), yaitu penyelenggaraan pendidikan bagi masyarakat pribumi agar mampu menghasilkan kualitas sumber daya manusia yang lebih baik,
3) Migrasi (perpindahan penduduk), yaitu perpindahan penduduk dari daerah yang padat penduduknya (khususnya Pulau Jawa) ke daerah lain yang jarang penduduknya agar lebih merata.
Setelah melalui perdebatan yang cukup panjang akhirnya politik etis ini mulai dijalankan d Indonesia menurut tafsiran dan kemauan pemerintah kolonial Belanda.
Pada dasarnya kebijakan-kebijakan yang diajukan oleh van Deventer tersebut baik. Akan tetapi dalam pelaksanaannya terjadi penyimpangan-penyimpangan yang dilakukan oleh para pegawai Belanda. 
Berikut ini penyimpangan-penyimpangan Poltik Etis :
1.Irigasi
Pengairan (irigasi) hanya ditujukan kepada tanah-tanah yang subur untuk perkebunan swasta Belanda. Sedangkan milik rakyat tidak dialiri air dari irigasi.
2.Edukasi
Pemerintah Belanda membangun sekolah-sekolah. Pendidikan ditujukan untuk mendapatkan tenaga administrasi yang cakap dan murah Pendidikan   yang   dibuka untuk seluruh rakyat, hanya  diperuntukkan   kepada   anak-anak   pegawai   negeri dan orang-orang yang mampu. Terjadi diskriminasi pendidikan yaitu pengajaran di sekolah kelas I untuk anak-anak pegawai negeri dan orang-orang yang berharta, dan di sekolah kelas II kepada anak-anak pribumi dan pada umumnya.
3. Migrasi
Migrasi ke daerah luar Jawa hanya ditujukan ke daerah-daerah yang dikembangkan perkebunan-perkebunan milik Belanda. Hal ini karena adanya permintaan yang besar akan tenaga kerja di daerah-daerah perkebunan seperti perkebunan di Sumatra Utara, khususnya di Deli, Suriname, dan lain-lain.
Mereka dijadikan kuli kontrak. Migrasi ke Lampung mempunyai tujuan menetap. Karena migrasi ditujukan untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja, maka tidak jarang banyak yang melarikan diri. Untuk mencegah agar pekerja tidak melarikan diri, pemerintah Belanda mengeluarkan Poenale Sanctie, (peraturan yang menetapkan bahwa pekerja yang melarikan diri akan dicari dan ditangkap polisi, kemudian dikembalikan kepada mandor atau pengawasnya). Walaupun pemikiran liberalisme di Hindia-Belanda diawali dengan harapan-harapan besar mengenai keunggulan sistem liberal dalam meningkatkan perkembangan ekonomi koloni sehingga menguntungkan kesejahteraan rakyat Belanda maupun rakyat Indonesia, namun pada akhir abad 19 terlihat jelas bahwa rakyat Indonesia sendiri tidak mengalami tingkat kemakmuran yang lebih baik dari sebelumnya. Ini didasarkan karena kecenderungan politik agraria kolonial adalah prinsip d agang, yaitu mendapatkan hasil bumi/bahan mentah dengan harga yang serendah mungkin, kemudian dijual dengan harga setinggi-tingginya.
Tetapi Lambat laun program politik etis ini memberikan manfaat yang sangat besar bagi bangsa Indonesia, terutama dalam hal program pendidikan (edukasi). Program pendidikan yang awalnya ditujukan untuk menghasilkan tenaga administratif rendahan, pada akhirnya semakin berkembang. Tidak hanya jenjang pendidikan semakin tinggi, tetapi juga menjangkau spesialisasi bidang pendidikan lainnya seperti kedokteran, keguruan, teknik, pertanian, dan sebagainya. Dengan demikian, masyarakat Indonesia semakin mengenal pola pendidikan Barat yang pada akhirnya menjadi benih-benih pergerakan indonesia menuju kemerdekaan.
Dampak positif dikeluarkannya kebijakan politk etis oleh pemerintah kolonial Belanda di Indonesia :
1. Memperkecil dan meringankan beban bangsa Indonesia
2.Memberantas hal – hal yang menghambat kemajuan bangsa Indonesia.
3.Memajukan pengajaran di Indonesia.
 Kegagalan Politik Etis
Politik Etis yang dilaksanakan pada tahun 1900-1914, mulai menunjukkan kegagalan. Hal ini disebabkan faktor-faktor berikut ini.
1. Terjadinya pandangan-pandangan yang berbeda di kalangan Belanda, sehingga para pelaksana Politik Etis, seperti para gubernur jenderal mulai ragu-ragu dan tidak berani secara tegas dalam menjalankan politik kolonialnya atas Indonesia.
2. Timbulnya kaum cerdik pandai Indonesia yang menjadi motor pergerakan nasional Indonesia yang berhasil mempersatukan bangsa Indonesia sebagai satu kekuatan nasional untuk memperoleh kemerdekaan.
3. Timbulnya pergerakan nasional Indonesia sebagai wadah perjuangan dalam lingkup Indonesia sebagai kesatuan dan dengan cara-cara modern dalam berorganisasi. Jadi, tidak lagi bersifat kedaerahan dan hanya bergantung pada karisma seorang pemimpin.
4. Timbulnya Perang Dunia I, yang banyak mengubah kebijakan dunia, khususnya mengenai hubungan negara penjajah dan negara terjajah. Akibatnya, Belanda terpaksa mendirikan Dewan Rakyat (Volksraad).
5. Tidak semua usaha Belanda berhasil dalam melaksanakan Politik Etis. Misalnya, makin kuat mengalirnya penduduk dari luar Jawa ke Jawa guna memperoleh pendidikan yang lebih tinggi, bertentangan dengan emigrasi yang sedang dilakukan pemerintah Belanda. Akibatnya, muncul kegelisahan sosial yang meletus dalam wujud pemberontakan petani yang terjadi di Jambi, Cimareme, dan Toli-toli.


Sekian postingan Materi sejarah indonesia Kd 3.1 kelas xi silakan yang mau berdiskusi dan sampai jumpa di postingan berikutnya.😃😀😉😃

No comments for "Materi sejarah indonesia Kd 3.1 kelas xi | PROSES MASUK DAN PERKEMBANGAN PENJAJAHAN BANGSA EROPA (PORTUGIS,SPANYOL,BELANDA ,INGGRIS) KE INDONESIA "